Tulisan Arab Innalillahi Wainailahi Rojiun

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Belajar itu mesti kita lakukan terus menerus. Seperti pada kali ini kita mempelajari tulisan arab innalillahi wainailahi rojiun. Tentu saja tulisan yang benar. Sering dalam kehidupan kita sehari-hari kita menemukan tulisan tersebut. Baik dalam lisan perbincangan antar kita dengan orang lain. Mendengarkan pembicaraan orang lain. Juga dari ceramah seorang ustadz atau pun kyai yang membaca lafadz tersebut.

Di kala kita membuka smartphone atau hp kita pun tidak jarang mendapati tulisan tersebut. Terutama bila ada sebuah musibah yang menimpa seseorang atau masyarakat di suatu daerah. Sebagai contoh ada seseorang yang meninggal dunia. Maka ucapan innalillahi wainailahi rojiun menjadi hal yang pertama kita dengar. Tidak jarang di media sosial pun saat mendengar ada kabar seorang meninggal maka ucapan atau tulisan tersebut disampaikan.

Kemudian, sudahkah kita mengetahui tulisan arabnya? Pada umumnya, tulisan yang beredar adalah tulisan latin. Untuk menjadikan kita semakin paham dengan tulisan arabnya maka sobat ngaji bisa menyimaknya berikut ini.

Tulisan Arab Innalillahi Wainailahi Rojiun

Setelah kita mengetahui tulisannya maka akan semakin paham dan jelaslah kita. Tidak akan bingung lagi dengan tulisan tersebut ketika menjumpainya. Sebetulnya, lafadz tersebut bersumber dari Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 156, yang artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).

Dalam ayat tersebut, disebutkan bahwasannya apa bila orang-orang ditimpa sebuah musibah maka mereka membaca kalimat tersebut. Membaca lafadz tersebut menunjukkan bahwasannya orang yang membacanya bersabar atas yang menimpanya. Kesabaran memang menjadi bagian akhlak yang mulia. Seorang yang sabar maka dia akan menang. Kesuksesan akan diraih oleh mereka yang bersabar dalam kehidupan ini.

Dalam kehidupan sehari-hari, bacaan tersebut sering disebut istirja. Umumnya dibaca di kala ada musibah berupa kematian seseorang. Akan tetapi, sebetulnya bisa dibaca di kala adanya musibah apa pun. Entah itu musibah kematian atau pun yang lainnya yang menimpa. Misalnya ada musibah tanah longsor, banjir, gempa bumi, kehilangan harta benda, bencana tsunami, angin puting beliung, dan lain-lain. Semoga tulisan ini memberi manfaat untuk sobat ngaji semuanya. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

https://poskajian.blogspot.com/2019/02/tulisan-arab-dan-arti-innalillahiwainnailaihirojiun.html