Inilah Perbedaan Antara Nabi dan Rasul

perbedaan nabi dan rasul

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bagaimana kabar teman-teman hari ini? Baik-baik saja bukan ? Alhamdulillah kalau begitu. Semoga selalu pula untuk bisa beribadah kepada Allah Swt. dengan baik dan terus bersemangat. Untuk memupuk iman supaya subur dan bertambah kuat , hendaknya selalu menuntut ilmu tiada henti. Ada banyak cara dalam mencari ilmu agama. Membaca buku agama Islam misalnya. Tema-tema keagamaan bisa kita temukan dalam berbagai buku. Judulnya bermacam-macam. Harganya pun juga amat bervariasi.

Bisa juga dengan membaca majalah , situs-situs kajian Islam di internet , atau buletin-buletin yang ada di masjid maupun mushola. Semua mengandung ilmu yang penting untuk diketahui. Mendatangi pengajian dan majelis taklim lebih bagus lagi. Karena banyak nilai tambahnya di dalam kegiatan tersebut. Ada hikmah silaturahim di dalam acara itu. Bertambah teman-teman dari orang-orang yang shalih.

Banyak sekali hal yang kita mesti pelajari. Dari masalah bagaimana shalat yang benar, berpuasa , zakat , haji dan umrah, serta banyak lagi yang lain. Salah satu pengetahuan yang perlu kita tahu yakni masalah apa saja perbedaan nabi dan rasul. Kita tahu iman kepada rasul dan nabi merupakan bagian rukun iman. Sehingga penting sekali kita untuk memahaminya bersama.

Nah, perbedaan dari keduanya antara lain:

  1. Nabi mendapat wahyu hanya untuk dirinya sendiri, tanpa ada kewajiban untuk menyampaikan kepada orang lain. Nah, kalau rasul, di samping mendapat wahyu untuk dirinya sendiri, tetapi juga memiliki kewajiban untuk menyampaikan risalah itu kepada umatnya atau orang lain.
  2. Setiap Rasul adalah juga seorang Nabi. Akan tetapi, setiap Nabi belum tentu Rasul.

Semoga sedikit penjelasan ini bermanfaat bagi para pembaca. Selamat ngaji sobat semua. Tiada hari untuk selalu belajar.

Doa Penutup Majelis Lengkap Arab Latin dan Artinya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Membaca doa penutup majelis setiap selesai pertemuan adalah adab yang penting. Namun, kita sering mendapati seorang muslim yang tidak membacanya saat mengakhiri sebuah pertemuan atau di dalam suatu majelis. Kita berbaik sangka hal itu terjadi bisa karena memang belum tahu atau bisa lupa dan tidak ada satu pun yang mengingatkan. Kalau persoalannya tidak mengetahui tentang ilmu maka obatnya ialah dengan belajar. Sobat ngaji, kita mesti mengakui setiap kali ada sebuah rapat, pertemuan, musyawarah dan lain-lain tidak jarang di dalamnya kita membuat sebuah kesalahan. Baik di sengaja atau tak disengaja sama sekali. Ada mungkin perkataan kita yang membuat orang sakit hati. Lisan kita kadang ringan mengucapkan sesuatu. Padahal dari sesuatu itu malah membuat kesalahan yang besar. Gaya tubuh kita pun mungkin ada yang menjadikan orang lain tersinggung. Seiring dengan banyaknya kegiatan dalam sebuah majelis yang kita ikuti kalau tidak hati-hati maka akan bertambah banyak dosa yang diperbuat.

Allah Subhanahu wa ta’ala Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat. Tidak ada dosa yang besar bila diiringi dengan taubat yang sebenar-benarnya. Manusia memang tempatnya salah dan lupa. Maka memohon ampunan atas kesalahan itu sangatlah patut untuk dilakukan. Bagaimana kaitannya dengan di majelis atau pertemuan? Caranya gampang saja. Sebelum kita mengakhiri sebuah majelis maka kita langsung membaca doa penutup majelis sesuai sunah dengan khusyu. Lafaz doanya seperti berikut ini.

doa penutup majelis
lafazh doa penutup majelis

Latinnya :
SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BIHAMDIKA, ASYHADU AL-LAA ILAAHA ILLAA ANTA, ASTAGHFIRUKA, WA ATUUBU ILAIIK.
Artinya :
” Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada – Mu.”

Sumber bacaan di atas dari Hadits Riwayat At-Tirmidzi. Setiap kita mau mengakhiri sebuah rapat, pertemuan, pelajaran di dalam kelas, pertemuan arisan, apalagi sebuah pengajian di dalam masjid atau tempat lainnya, maka janganlah melupakan bacaan tersebut. Doa tersebut sering pula disebut doa kafaaratul majelis. Ini termasuk ibadah yang mudah. Tidak sulit dilakukan sama sekali. Tetapi sangat bermanfaat untuk dikerjakan. Sebuah rahmat Allah kepada para hamba-Nya yang memudahkan untuk mendapatkan pahala dari sisi-Nya. Untuk itu perlu dibiasakan mulai dari usia dini, anak-anak dan remaja. Insya Allah, setelah dewasa nanti mereka akan terbiasa dengan sendirinya membaca doa ini. Baiklah teman-teman, sampai di sini dulu pembahasannya. Semoga bermanfaat dan bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh