Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Falaq

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Surat Al-Falaq termasuk bagian juz 30 dalam Al-Quran. Surat ini sering sekali dibaca oleh para imam yang memimpin shalat berjamaah. Surat Al-Falaq juga termasuk surat pendek yang banyak dihafal oleh kaum muslimin. Bahkan banyak anak-anak yang telah hafal di luar kepala. Akan tetapi, mengenai fasih tidaknya dalam membacanya maka kita perlu selalu belajar. Untuk itu, penting sekali kita mengetahui hukum tajwid Surat Al-Falaq dari ayat 1 sampai 5. Dengan memahami ilmu tajwid dari Surat Al-Falaq maka kita akan bisa membacanya dengan baik. Termasuk pula kualitas bacaan kita akan meningkat. Silakan disimak analisis hukum tajwidnya berikut.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Falaq

Penjelasan secara terperinci dari hukum tajwidnya adalah:

  1. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf ‘ain berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  2. Hukumnya alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf fa. Dibaca secara jelas.
  3. Hukumnya qalqalah kubra karena huruf qalqalah qaf diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  4. Hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  5. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. Hukumnya qalqalah kubra karena huruf qalqalah qaf diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  7. Hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  8. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf ghain berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. Hukumnya idzhar sebab huruf qaf berharakat kasrah tanwin bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  10. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. Hukumnya qalqalah kubra karena huruf qalqalah ba’ diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  12. Hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  13. Terdapat dua hukum dalam hal ini, pertama alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah nun. Dibaca idgham (masuk ke huruf nun ). Yang kedua, ghunnah sebab mim bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  14. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf tsa berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  15. Hukumnya qalqalah kubra disebabkan huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  16. Hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  17. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha’ berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  18. Hukumnya idzhar sebab huruf dal berharakat kasrah tanwin bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  19. Hukumnya qalqalah kubra disebabkan huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal

Doa Sebelum Tidur Lengkap Arab Latin dan Artinya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Gimana kabar hari ini sobat semua? Tetap semangat dan selalu bersyukur bukan? Alhamdulillah kalau begitu. Kita mau bahas doa sebelum tidur lengkap dengan arab latin serta artinya. Masalah tidur tentu menjadi hal yang rutin dilakukan oleh semua manusia, termasuk diri kita sendiri. Kita semua tidak ada yang gak pernah tidur dalam kehidupan ini. Tidak ada satu pun orang yang kuat tidak tidur dalam hidupnya. Kalau hanya tidak tidur dalam sehari semalam saja mungkin ada yang kuat. Meskipun kebanyakan orang sudah sulit melakukan hal itu. Setiap hari kita tidur adalah sebuah nikmat yang begitu luar biasa. Khususnya di malam hari orang tidur. Kalau di siang hari mungkin tidak semua bisa melakukannya karena umumnya orang menggunakan waktu di siang hari untuk bekerja mencari nafkah serta berbagai aktivitas yang lainnya. Tetapi, sebagian ada pula yang menjadikan waktu istirahat saat bekerja untuk diisi dengan tidur siang. Meskipun tentu durasinya tidur cukup pendek. Tidak masalah. Bagus saja itu kok. Cuma kalau sedang bekerja atau belajar terus tidur, nanti tidak akan rampung pekerjaan atau tugasnya. Iya, kan?

Waktu malam memang sebaiknya digunakan untuk beristirahat. Terutama untuk tidur. Dan ternyata tidur di waktu malam sangat bagus untuk kesehatan tubuh kita. Ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa ta’ala di dalam Al-quran Surat Al-Mukmin ayat 61 yang artinya : “Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” Jadi, fitrahnya manusia adalah tidur di saat malam hari. Tentu saja sebaiknya sebagian malam dipakai pula untuk ibadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, misal untuk membaca ayat-ayat Al-Quran, shalat tahajud serta berdzikir.

Sebagai seorang muslim yang baik, tidur tidak semata-mata untuk istirahat saja. Akan tetapi, tidur juga diniatkan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Tidur juga menjadi hak dari tubuh kita untuk beristirahat. Dalam tidur pun ternyata ada doanya. Ada doa sebelum tidur yang bisa kita baca, lho. Mengenai lafazhnya, berikut silakan disimak bersama.

DOA SEBELUM TIDUR YANG PERTAMA

Doa Sebelum Tidur Lengkap Arab Latin dan Artinya

Latinnya :
BISMIKA ALLAHUMMA AHYAA WA BISMIKA AMUUT.
Artinya :
“Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah aku hidup dan dengan menyebut nama-Mu Ya Allah aku mati. “

DOA SEBELUM TIDUR YANG KEDUA

Doa Sebelum Tidur Pendek

Latinnya :
BISMIKA ALLAHUMMA AMUUTU WA AHYAA
Artinya : “Dengan nama-Mu, ya Allah. Aku mati dan hidup.”

DOA SEBELUM TIDUR YANG KETIGA

Doa Sebelum Tidur

Latinnya :
ALLAHUMMA QINII ‘ADZAABAKA YAUMA TAB’ATSU ‘IBAADAK. (Dibaca tiga kali).
Artinya : “Ya Allah! Jauhkanlah aku dari siksaanMu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hambaMu.” (Dibaca tiga kali).

DOA SEBELUM TIDUR YANG KEEMPAT

Doa Sebelum Tidur Panjang

Latinnya :
BISMIKA RABBII WA DHA’TA JANBII, WA BIKA ARFA’AHU, FA IN AMSAKTA NAFSII FARHAMHAA, WA IN ARSALTAHAA FAHFAZHHAA BIMAA TAHFAZHU BIHI ‘IBAADAKASH SHAALIHIIN.
Artinya :
” Dengan nama Engkau, wahai Tuhanku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan namaMu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi, apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih.”

DOA SEBELUM TIDUR YANG KELIMA

Doa Sebelum Tidur Panjang Lengkap

Latinnya :
ALLAHUMMA INNAKA KHALAQTA NAFSII WA ANTA TAWAFFAAHAA, LAKAMAMAATUHAA WA MAHYAAHAA, IN AHYAITAHAA FAHFAZH-HAA, WA IN AMATTAHAA FAGHFIRLAHAA, ALLAHUMMA INNII AS-A ALUKAL’AAFIYAH.
Artinya :
” Ya Allah. Sesungguhnya Engkau menciptakan diriku, dan Engkaulah yang akan mematikannya. Mati dan hidupnya hanya milikMu. Apabila Engkau menghidupkannya, maka peliharalah. Apabila Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepadaMu keselamatan.”

Dengan berbagai macam bacaan tersebut maka kita bisa memilih untuk membaca salah satu doa di atas. Lafazhnya ada yang pendek dan ada pula yang panjang. Kita juga boleh membaca semuanya. Makna yang terkandung dari doa di atas sangatlah bagus. Kita sebagai manusia yang lemah dan tidak berdaya hendaknya selalu mengagungkan Allah subhanahu wa ta’ala. Sering menyebut nama Allah dalam memulai segala kebaikan. Kita pun memohon agar selalu diberi rahmat dan keselamatan. Selain itu, kita memohon agar di saat dibangkitkan nanti kita diringankan perhitungan amal kita. Semoga bermanfaat untuk sobat ngaji dan para pembaca sekalian. Salam sukses untuk semua. Tidur kita akan semakin bermakna dengan diawali membaca doa. Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Ashr

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji yang berbahagia. Di pagi hari yang amat cerah ini kami mau berbagi tentang analisis hukum tajwid dari Al-Quran Surat Al-Ashr. Jumlah ayatnya ada 3. Cukup pendek surat ini. Seringkali dipilih oleh para imam untuk dibaca saat melaksanakan shalat berjamaah. Namun, tidak semua orang mengetahui hukum tajwid apa saja yang ada di dalamnya. Maka pada kesempatan yang baik ini, sobatngaji.com akan menguraikan hukum tajwidnya kepada para pembaca semuanya.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Ashr

Penjelasan secara terperinci dari hukum tajwidnya yakni:

  1. Alif lam qamariyah alasannya huruf alif lam bertemu huruf ‘ain. Cara membacanya secara jelas.
  2. Ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat dengungnya.
  3. Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf sin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan pula selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, pastikan sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf sin.
  4. Mad asli atau mad thabi’i sebab huruf sin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya dipanjangkan sampai 2 harakat.
  5. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya dipanjangkan selama 2 harakat.
  6. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  7. Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  8. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  10. Mad tamkin sebab sebelum huruf wau sukun adalah huruf nun berharakat dhamah dan setelah huruf wau sukun bertemu huruf wau berharakat fathah. Cara membacanya dipanjangkan 2 harakat.
  11. Ada dua hukum di sini, pertama alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (masuk ke huruf shad ). Yang kedua mad asli atau mad thabi’i karena huruf shad berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  12. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  13. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  14. Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf shad berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  15. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  16. Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf shad berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  17. Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (masuk ke huruf shad ).
  18. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba’ berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.

Begitulah uraian hukum-hukum tajwid di dalam Surat Al-Ashr. Setelah kita mengetahui hukum tajwidnya maka tinggal kita praktekkan tatkala saat membacanya. Baik ketika di dalam shalat maupun di luar shalat. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Beginilah Cara Mencuci Baju Secara Islami

Beginilah Cara Mencuci Baju Secara Islami

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Sebagai seorang muslim kita mesti mengetahui berbagai hal yang penting dalam kehidupan. Termasuk di dalamnya segala kegiatan yang sering kita lakukan daam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali kegiatan kita sehari-hari itu bila kita mau merincinya. Diantara aktivitas harian itu yakni: makan, minum, mandi, buang air kecil atau besar, berjalan, masuk rumah, keluar rumah, berbicara, menyikat gigi, membersihkan rumah, merapikan kamar, memakai pakaian, melepas pakaian, mencuci piring atau gelas dan mencuci baju. Kesemuanya hampir tiap hari kita kerjakan. Aktivitas tersebut juga tidak meninggalkan doa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagai contoh, kita membaca doa memakai pakaian biasa saat akan mengenakannya. Masih banyak lagi contoh doa yang mesti dibaca dalam keseharian kita.

Satu hal yang perlu kita perhatikan di dalam beberapa aktivitas tersebut yakni mencuci baju atau pakaian. Setiap kita pasti punya pakaian. Dalam setiap pakaian yang dipakai itu mesti akan kotor dan harus dicuci supaya menjadi bersih lagi. Barulah kalau sudah bersih maka bisa dipakai kembali. Namun, sudahkan anda tahu bagaimana mencuci pakaian sesuai syariat Islam? Bila mana belum tahu maka penting sekali untuk mengetahui caranya. Kalaupun sudah mengetahui maka tetap saja kita perlu mengulasnya lagi supaya menjadi lebih paham. Alangkah baiknya bila pada kesempatan ini kita menyimak uraian cara mencuci baju berikut ini.

  1. Seleksilah baju yang akan kita cuci.
    Pisahkan antara baju yang terkena najis dan bau yang hanya kotor biasa saja. Hal ini dimaksudkan agar menghindari najis yang ada di baju menyebar ke baju yang lainnya. Kita bisa membayangkan bila baju yang terkena najis dan yang bukan terkena najis dicampurkan menjadi satu. Semuanya tentu malah menjadi terkena najis.
  2. Baju yang terkena najis hendaknya dibersihkan.
    Untuk baju yang terkena najis maka sebaiknya langsung dibersihkan dahulu. Bisa dengan mengguyurkan air lalu menyikatnya dengan deterjen. Sehingga najis sudah benar-benar bersih.
  3. Mencuci baju sebaiknya dengan deterjen
    Lalu sekarang tinggal mencuci baju secara keseluruhan dengan deterjen. Uceklah baju sampai bersih. Bisa pula dengan menggunakan mesin cuci.
  4. Bilas hingga bersih
    Setelah mencuci seluruh baju dengan bersih maka perlu sekali untuk membilasnya. Membilas hendaknya dengan air yang bersih. Akan lebih baik lagi bila cara pembilasan dengan menggunakan air yang mengalir.
  5. Jemur pakaian atau baju di tempat yang kering
    Menjemur pakaian menjagi kegiatan paripurna dalam mencuci baju. Akan lebih baik bila menjemur pakaian di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung. Dengan panasnya sinar matahari tersebut maka tidak butuh waktu yang lama dalam mengeringkannya. Baju pun kini sudah siap untuk dipakai kembali.

Nah, beginilah tips atau cara mencuci baju secara Islami. Akhirnya kami mohon maaf bila ada salah dan kurangnya. Semoga artikel ini memberi manfaat kepada seluruh sobat semuanya. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Kautsar

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan berbagi kepada sobat semuanya. Kami akan berbagi tentang analisis hukum tajwid. Kali ini tentang hukum tajwid Al-Quran Surat Al-Kautsar. Tentunya dari ayat 1 hingga 3 atau semuanya. Surat Al-Kautsar ini sangat sering dibaca di dalam majelis pengajian, sekolah, atau pun di dalam shalat berjamaah. Sang imam dalam shalat berjamaah lima waktu begitu sering membaca surat ini. Berikut ini kita simak uraian lengkapnya.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Kautsar

Penjelasan secara terperinci dari hukum tajwidnya adalah:

  1. اِنَّاۤ yang mana ada dua hukum di sini, pertama ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Yang kedua, mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  2. اَعْطَيْنٰكَ hukumnya Mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf tha berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  3. اَعْطَيْنٰكَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah berdiri dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. الْكَوْثَرَ hukumnya Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf kaf. Dibaca secara jelas.
  5. الْكَوْثَرَ hukumnya Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf kaf berharakat fathah. Dibaca panjang hingga 2 harakat.
  6. وَانْحَرْ hukumnya Idzhar sebab huruf nun sukun bertemu huruf ha’. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  7. اِنَّ hukumnya Ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  8. شَانِئَكَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf syin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. الْاَبْتَر hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba’ berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.

Nah, selesailah pembahasan dari hukum tajwid surat Al-Kautsar ini. Harapan kami sobat ngaji semua bisa mendapatkan manfaat dari membaca artikel ini. Sampai di sini dulu kita bertemu kembali pada artikel yang lainnya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Bacaan Doa Ziarah Kubur Lengkap Latin Serta Artinya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Pada sore hari ini, semoga teman-teman selalu dalam keadaan sehat dan tidak kurang suatu apa pun. Kali ini kita akan membicarakan tentang adab yang penting dalam melakukan ziarah ke kuburan atau makam. Kuburan merupakan tempat dimana dikuburkannya jenazah. Di berbagai tempat bisa dengan mudah menjumpai yang namanya makam atau pekuburan. Baik itu di perkotaan atau di pelosok pedesaan. Bahkan di setiap desa pun biasanya terdapat kuburan atau makam. Bila mana kita bepergian pun sering kita jumpai yang namanya kuburan. Jadi, tempat tersebut sudah bukan hal yang asing lagi bagi kita semua.

Setiap muslim tentunya juga pernah pergi ke kuburan. Bagi laki-laki khususnya, ketika ada orang yang meninggal maka mereka pun ikut mengantarkan jenazah sampai di pekuburan. Meskipun tidak semua orang melakukannya. Namun, hal seperti ini banyak yang melakukannya. Khusus bagi wanita, memang mengantarkan jenazah dan menguburkannya ini tidaklah diperintahkan. Terkecuali memang sudah tidak adanya kaum laki-laki. Di lain waktu, ada pula momen dimana seseorang baik laki-laki atau wanita pergi mengunjungi makam atau kuburan. Waktu tersebut yakni ketika berziarah ke kuburan. Biasanya makam yang diziarahi ini adalah keluarga dekatnya. Meskipun tidak mesti demikian. Nah, di dalam melakukan ziarah ke makam atau kuburan ini perlu memperhatikan adab-adabnya. Salah satunya yakni membaca doa ziarah kubur yang lafaznya ada beberapa macam seperti di bawah ini.
Yang pertama :

Bacaan Doa Ziarah Kubur Latin Serta Artinya

Latinnya :
ASSALAMU ‘ALAIKUM AHLAD DIYAARI MINAL MU’MINIINA WAL MUSLIMIINA, WA INNAA INSYAA ALLAAHU BIKUM LA LAAHIQUUNA, AS ALULLAAHA LANAA WA LAKUMUL ‘AAFIYAH.
Artinya :
“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Dan kami insya Allah akan menyusul kalian, aku meminta keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian” .

Yang kedua :

Bacaan Doa Ziarah Kubur Pendek

Latinnya :
ASSALAAMU ‘ALAIKUM DAARA QAUMIN MU’MINIINA, WA INNAA INSYAA ALLAAHU BIKUM LAA HIQUUN.
Artinya :
“Semoga keselamatan atas kamu sekalian wahai penghuni perkampungan orang-orang mukmin dan insya Allah kami pun akan menyusul kalian”.

Yang ketiga :

Bacaan Doa Ziarah Kubur Lengkap Artinya

Latinnya :
ASSALAMU ‘ALAIKUM AHLAD DIYAARI MINAL MU’MINIINA WAL MUSLIMIINA, WA INNAA INSYAA ALLAAHU LA LAAHIQUUNA, AS ALULLAAHA LANAA WA LAKUMUL ‘AAFIYAH.
Artinya :
“Semoga keselamatan atas penghuni kubur ini dari orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Dan kami insya Allah akan menyusul, aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan untuk kalian”.

Yang keempat :

Doa Ziarah Kubur

Latinnya :
ASSALAMU ‘ALAA AHLID DIYAARI MINAL MU’MINIINA WAL MUSLIMIINA, WA INNAA INSYAA ALLAAHU LA LAAHIQUUNA, AS ALULLAAHA LANAA WA LAKUMUL ‘AAFIYAH.
Artinya :
“Semoga keselamatan atas penghuni kubur ini dari orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Dan kami insya Allah akan menyusul, aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan untuk kalian”.

Sering pula bacaan tersebut dinamakan salam untuk penghuni kubur. Kita bisa memilih salah satu dari doa di atas. Bila mungkin belum hafal maka tinggal dibaca berkali kali saja. Dalam waktu tidak lama insya Allah akan bisa hafal dengan sendirinya. Bila sudah hafal maka tinggal diamalkan atau dipraktekkan. Akan sangat baik bila kita membaca doa tersebut saat berziarah kubur. Maka perlu ada usaha sungguh-sungguh untuk bisa hafal doa tersebut.

Tatkala kita melakukan ziarah ke kuburan atau makam maka kita akan menjadi ingat yang namanya kematian. Begitu sibuknya manusia dengan pelbagai macam urusan terkadang menjadikan ia lupa bahwasannya akan ada kematian. Bila seseorang lupa akan kematian maka sangat mungkin kehidupannya bisa jauh dari kebaikan. Orang tersebut bisa lupa akan kehidupan akhirat. Suatu kehidupan yang kekal selama-lamanya. Apa jadinya bila orang sudah melupakan akhirat? Tentu hidupnya tidak akan dekat dengan kebaikan. Ia akan jauh dari kebahagiaan. Sangat mungkin dalam hidupnya malah hanya mencari kesenangan dunia saja. Pokoknya hidup untuk bersenang-senang dan menikmati dunia saja. Padahal, Allah subhanahu telah berfirman di dalam surat Al-An’am ayat 32 yang artinya: “Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?”

Dari ayat tersebut sudah sangat jelas. Bahwasannya hidup di dunia merupakan permainan dan senda gurau saja. Sedangkan untuk kehidupan akhirat nanti itulah yang kekal selama-lamanya. Untuk itu sangatlah penting untuk setiap muslim mengingati kehidupan akhirat nanti. Nah, menjadi suatu masalah yang penting untuk dibicarakan tentang ingat kematian ini. Dengan demikian, kita mesti mencari cara bagaimana kita mudah untuk ingat akan mati. Salah satu cara agar kita mudah ingat akan mati yakni dengan melakukan kegiatan berziarah ke kuburan atau makam. Cara tersebut sangat efektif untuk menjadikan orang ingat akan mati. Tatkala orang berziarah kubur, maka ia akan melihat banyak kuburan orang yang telah meninggal dunia. Di sana sini yang ditemui hanyalah makam orang yang telah meninggal dunia. Sebagian ada kuburan orang-orang yang telah dikenalnya dahulu. Sebagian tidak dikenalnya. Intinya, dengan melihat kuburan itu maka kita diingatkan akan kematian. Inilah pentingnya berziarah kubur. Sampai di sini dahulu sobat. Semoga bermanfaat untuk para sobat ngaji semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Kafirun Dilengkapi Penjelasannya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sangat berbahagia bila kita menjadi orang yang bisa bermanfaat kepada orang lain. Khususnya pada kesempatan ini. Kami sangat berkeinginan bisa berbagi kebaikan sehingga termasuk golongan mereka yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Sedikit atau banyaknya sesuai dengan kemampuan. Seperti kami di sini ingin berbagi tentang hasil analisis hukum tajwid Surat Al-Quran Surat Al-Kafirun. Sebuah surat yang termasuk juz 30 di dalam Al-Quran. Berikut ini uraian hukum tajwidnya, silakan sobatngaji untuk menyimaknya.

Hukum Tajwid Surat Al-Kafirun Dilengkapi Penjelasannya

Penjelasan lengkap dari nomor-nomor di atas ialah :

  1. يٰۤاَ يُّهَا hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  2. الْكٰفِرُوْنَۙ hukumnya ada dua yang pertama Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf kaf. Dibaca secara jelas. Kemudian yang kedua hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf kaf berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  3. الْكٰفِرُوْنَۙ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.
  4. لَاۤ اَعْبُدُ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  5. مَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. تَعْبُدُوْنَۙ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.
  7. وَلَاۤ اَ نْتُمْ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  8. اَ نْتُمْ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  9. اَ نْتُمْ عٰبِدُوْنَ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ‘ain. Cara membacanya dengan jelas.
  10. عٰبِدُوْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dal berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. مَاۤ اَعْبُدُۚ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  12. مَاۤ اَعْبُدُۚ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  13. وَلَاۤ اَ نَا hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  14. ۤ اَ نَاhukumnya Tanda sifrul mustathil yaitu tanda bulatan kecil lonjong di atas huruf alif. Cara membaca huruf nun dengan panjang bila diwaqaf atau dan dibaca pendek bila washal atau terus.
  15. عَابِدٌ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ‘ain berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  16. عَابِدٌ مَّا hukumnya Idgham bighunnah karena huruf dal berharakat dhamah tanwin bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  17. مَّا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  18. عَبَدْتُّمْۙ hukumnya Idgham mutajanisain karena huruf dal sukun bertemu dengan huruf ta’. Cara membacanya dengan memasukkan huruf pertama ke huruf kedua.
  19. وَلَاۤ اَ نْتُمْ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  20. اَ نْتُمْ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  21. اَ نْتُمْ عٰبِدُوْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ‘ain berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  22. مَاۤ اَعْبُدُ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  23. مَاۤ اَعْبُدُ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  24. لَكُمْ دِيْنُكُمْ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf dal. Cara membacanya dengan jelas.
  25. لَكُمْ دِيْنُكُمْ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  26. دِيْنُكُمْ وَ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf wau. Cara membacanya dengan jelas.
  27. وَلِيَ دِيْنِ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

Demikian penjelasan mengenai hukum tajwid dari surat Al-Kafirun. Karena surat ini sering dibaca di dalam shalat berjamaah maka penting sekali untuk mengetahui tajwidnya. Sehingga tatkala kita membacanya menjadi lebih fasih dan benar tentunya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk sobat semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Doa Untuk Orang Tua DiLengkapi Latin dan Artinya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bagaimana kabar sahabat semua hari ini? Semua pada baik-baik saja kan? Alhamdulillah kalau begitu. Kebaikan memang menjadi harapan kita selalu. Pada momen yang bagus ini kami mencoba mengulas tentang orang tua. Tidak ada satu pun diantara kita yang terlahir di dunia ini tanpa melalui rahim ibu. Ia bersama ayah merupakan sosok yang berjasa besar. Kalau disebut orang tua maka yang dimaksud ialah ayah dan ibu. Hanya saja mengenai sebutan atau panggilan ini bisa berbeda-beda antar satu daerah dengan daerah lainnya. Tetapi maksud dan tujuannya tetaplah sama saja.

Ketika seseorang memanggil orang tentu tidak langsung ke namanya. Tetapi melalui kata panggilan yang sopan. Misalnya untuk memanggil ayah dengan kata ayahanda, bapak, abi, dan papa. Lalu untuk memanggil sang ibu dengan kata ibunda, bunda, ummi, dan mama. Sebagai seorang anak yang shaleh kita senantiasa diperintahkan Allah untuk berbakti kepada kedua orang tua. Perintah tersebut tercantum di beberapa ayat Al-Quran. Diantara ayat Al-Quran itu adalah

  1. Surat Al-Isra ayat 23-24.
    Artinya :
    (23). dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia.
    (24). dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
  2. Surat Al-Ankabut ayat 8.
    Artinya :
    (8). dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu. Maka janganlah kamu mengikuti keduanya. hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
  3. Surat Luqman ayat 14-15.
    Artinya :
    (14). dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
    (15). dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu. Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu. Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
  4. Surat An-Nisa ayat 36.
    Artinya :
    (36). sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.

Banyak sekali bentuk berbakti kepada orang tua itu. Diantara bentuk berbakti kepada orang tua ialah mentaati segala perintahnya terkecuali perintah untuk bermaksiat, mendengarkan nasihatnya, memenuhi kebutuhannya, menjaga nama baiknya, menyambung silaturahmi dengan keluarga, dan mendoakannya. Nah, mengenai bacaan doa untuk orang tua itu yakni :

Doa Untuk Orang Tua Lengkap Latin dan Artinya

Latinnya :
RABBIGHFIRLII WALI WAALIDAYYA WARHAM HUMMA KAMAA RABBAYAANII SHAGHIIRAA.
Artinya:
” Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil “.

atau doa yang kedua :

Contoh Doa Untuk Orang Tua

Latinnya :
ALLAAHUMMAGHFIRLII WALI WAALIDAYYA WARHAM HUMMA KAMAA RABBAYAANII SHAGHIIRAA.
Artinya:
” Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil “.

atau baca doa yang ketiga :

Doa Untuk Orang Tua

Latinnya :
RABBIRHAM HUMAA KAMAA RABBA YAANII SHAGIIRAA.
Artinya:
” Wahai, Tuhanku ! Sayangillah keduanya sebagaimana mereka berdua telah menyayangiku pada waktu aku kecil “.

atau membaca doa yang keempat :

Doa Untuk Orang Tua

Latinnya :
RABBANAGHFIRLII WALI WAALIDAYYA WALIL MU’MINIINA YAUMA YAQUUMUL HISAAB.
Artinya:
” Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat) “.

atau doa yang kelima :

Doa Untuk Orang Tua

Latinnya :
RABBANAGHFIRLANA WALI WAALIDAINAA WARHAM HUMAA KAMAA RABBAYAANAA SHIGHAARAA.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, serta berilah rahmat kepada keduanya, sebagaimana mereka mendidik kami di waktu kecil”.

atau doa yang keenam :

Doa Untuk Orang Tua

Latinnya :
ALLAHUMMAGHFIRLANAA DZUNUUBANAA WA DZUNUUBA WAALIDAINAA WARHAM HUMAA KAMAA RABBAYAANAA SHIGHAARAA.
Artinya:
” Ya Allah ampunilah dosa dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, serta sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami “.

atau doa yang ketujuh :

Doa Untuk Orang Tua yang panjang

Latinnya :
RABBIGH FIRLII WALI WAALIDAYYA WA LIMAN DAKHALA BAITIYA MU’MINAWWALIL MU’MINIINA WAL MU’MINAATI WA LAA TAZIDIZHZHAA LIMIINA ILLAA TABAARAA.
Artinya:
“Wahai Tuhanku. ampunilah aku, ibu bapakku, dan orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan “.

Kita bisa memilih salah satu doa di atas. Bisa pula dengan membaca semuanya. Sampai di sini dulu, semoga artikel ini memberikan manfaat. Mohon maaf bila ada kesalahan penulisan dan sebagainya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

sumber : https://poskajian.blogspot.com/2019/03/doa-untuk-orangtua-lengkap-latin-artinya.html

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Maidah Ayat 32

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kita tidak bisa meninggalkan yang namanya ilmu tajwid. Sobat ngaji sekalian tentu ingin bacaan Al-Quran yang dimiliki menjadi baik dan benar. Untuk itu perlu ilmu supaya bisa membaca Al-Quran. Itulah yang dinamakan ilmu tajwid. Kunci dari mendapatkan ilmu ialah dengan suka belajar. Inilah saatnya kita belajar tajwid. Khusus pada kesempatan ini kita akan mempelajari hukum tajwid Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 32 lengkap dengan penjelasannya tentu. Baiklah langsung kita simak saja berikut ini.

Hukum Tajwid Surat Al-Maidah Ayat 32

Kemudian untuk penjelasan secara detail dari nomor di bawah ayat di atas yakni :

  1. مِنْ اَجْلِ hukumnya Idzhar sebab huruf nun berharakat sukun bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  2. مِنْ اَجْلِ hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah jim berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
  3. ذٰلِكَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. كَتَبْنا hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
  5. عَلٰى hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah tegak bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat. Huruf alif bila berharakat adalah hamzah. Huruf alif sebenarnya sebagai mad atau pemanjang fathah.
  7. بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ hukumnya Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
  8. بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. اَنَّهٗ hukumnya Ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  10. اَنَّهٗ hukumnya Mad shilah qashirah sebab huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. مَنْ قَتَلَ hukumnya Ikhfa karena huruf lam berharakat kasrah tanwin bertemu huruf qaf. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Cara pengucapan seperti bunyi “ng”.
  12. نَفْسًا ۢبِغَيْرِ hukumnya Iqlab karena huruf sin berharakat fathah tanwin bertemu huruf ba. Cara membacanya dengan tanwin berubah menjadi mim dan berdengung serta ditahan selama 3 harakat.
  13. بِغَيْرِ hukumnya Mad layin atau mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf ghain berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  14. نَفْسٍ اَوْ hukumnya Idzhar sebab huruf sin berharakat kasrah tanwin bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  15. اَوْ hukumnya Mad layin atau mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf hamzah berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  16. فَسَادٍ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  17. فَسَادٍفِى hukumnya Ikhfa karena huruf dal berharakat kasrah tanwin bertemu huruf fa. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan tanwin, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa.
  18. فَكَاَنَّمَا hukumnya Ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  19. فَكَاَنَّمَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  20. النَّا سَ hukumnya terdapat tiga jenis di sini. Yang pertama, alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah nun. Dibaca idgham (masuk ke huruf nun). Kedua, ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Ketiga, mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  21. جَمِعًا hukumnya Mad ‘iwadh karena lam alif berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat. Hal ini bila kita berhenti atau waqaf di sini.
  22. مَنْ اَحْيَا hukumnya Idzhar sebab huruf nun berharakat sukun bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  23. اَحْيَا هَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ya berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  24. اَحْيَا هَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  25. فَكَاَنَّمَاۤ اَ hukumnya Ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  26. فَكَاَنَّمَاۤ اَ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  27. النَّا سَ hukumnya terdapat tiga jenis di sini. Pertama, alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah nun. Dibaca idgham (masuk ke huruf nun). Kedua, ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Ketiga, mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  28. جَمِعًا hukumnya Mad ‘iwadh karena lam alif berharakat fathah tanwin dan diwaqaf waqfu aula. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat.
  29. لَقَدْ hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah dal berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
  30. جَآءَتْهُمْ hukumnya Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
  31. جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ra. Cara membacanya dengan jelas.
  32. رُسُلُنَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  33. بِالْبَيِّنٰتِ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  34. ثُمَّ hukumnya Ghunnah karena mim bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  35. اِنَّ hukumnya Ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  36. كَثِيْرًا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf tsa berharakat kasrah bertemu ya beraharakat sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  37. كَثِيْرًامِّنْهُمْ hukumnya Idgham bighunnah karena huruf ra berharakat fathah tanwin bertemu huruf mim tasydid. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  38. مِّنْهُمْ hukumnya Idzhar sebab huruf nun berharakat sukun bertemu huruf ha. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  39. مِّنْهُمْ بَعْدَ hukumnya Ikhfa syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  40. ذٰلِكَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  41. لَمُسْرِفُوْنَ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.

Demikian analisis hukum tajwidnya. Tinggal kita membaca dan mempelajarinya dengan baik. Untuk langkah selanjutnya bisa dipraktekkan ke dalam bacaan ayat Al-Quran. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Doa Berlindung Dari Segala Penyakit Latin dan Artinya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Membaca doa berlindung dari segala penyakit untuk saat ini rasanya hal yang tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Sesuatu yang amat penting untuk dilakukan. Bagaimana tidak? Masyarakat dunia pada saat ini sedang menghadapi berbagai penyakit yang berbahaya. Tidak hanya satu wilayah atau tempat saja yang memiliki masalah hal ini. Tetapi hampir semua lokasi wilayah secara merata memiliki permasalahan yang sama. Maka tidak salah bila hal ini disebut sebagai pandemik. Sebuah wabah penyakit yang menerpa hampir seluruh wilayah di seantero dunia. Wabah meluasnya virus corona covid 19 adalah contohnya.

Banyak orang yang merasa kaget dengan kejadian seperti ini. Betapa tidak? Sebelumnya tidak terjadi apa-apa, kini dimana-mana dibahas virus corona tersebut. Bahkan sampai pemberitaan di media televisi dan koran sangat kental dengan tema penyakit yang baru itu. Berbagai usaha dalam mencegah tersebarnya penyakit tersebut pun dilakukan dengan gigih. Baik itu oleh masyarakat secara terkoordinir maupun tiap pribadi. Mereka mulai rajin membersihkan diri dengan dimulai mencuci tangan dengan sabun. Termasuk lingkungan rumah atau tempat tinggal pun dilakukan langkah-langkah nyata untuk kebersihannya. Kontak badan dengan orang lain pun dibatasi. Bahkan antar satu orang dengan yang lainnya pun dianjurkan berjarak maksimal satu meter. Kegiatan-kegiatan yang mesti mengumpulkan banyak orang pun dibatasi bahkan kalau tidak sangat penting maka ditunda untuk sementara waktu. Penundaan itu sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan berakhirnya. Menunggu keadaan sampai mulai baik lagi.

Tindakan nyata dalam mencegah penularan dan penyebaran virus corona tersebut tidaklah salah. Memang yang namanya mencegah itu jauh lebih baik dari pada mengobati. Tindakan preventif harus lebih diutamakan. Kalau sudah sakit maka lebih sulit keadaanya. Sebetulnya, selain penyakit yang diakibatkan oleh virus corona itu masih banyak. Tidak hanya melulu satu penyakit tersebut yang berbahaya. Ada deretan penyakit yang mengakibatkan banyaknya orang meninggal dunia di muka bumi ini. Contoh penyakit tersebut antara lain: Jantung koroner (orang yang mengalami penyakit ini terjadi kondisi penyempitan pada pembuluh darah jantung), stroke (penyakit ini terjadi karena pembuluh darah pada bagian otak tersumbat atauk bahkan pecah), TBC (penyakit yang menyerang paru-paru), kanker dengan segala jenisnya, diabetes (kondisi kadar gula darah yang tinggi dan terjadi dalam jangka panjang), diare (buang air besar berkali-kali yang berakibat cairan tubuh hilang terlalu banyak), dan masih banyak lagi.

Semua penyakit tersebut hendaknya dicegah semaksimal mungkin. Bagaimana pun kesehatan itu amatlah penting. Ia merupakan nikmat yang besar dari Allah subhanahu wa ta’ala. Keberadaannya sangat utama setelah iman dan Islam. Apalah artinya rumah mewah bila penghuninya terbaring tidak berdaya karena sakit. Apalah artinya mobil yang super mewah bila pemiliknya sakit dan tidak bisa menikmati adanya kendaraanya itu. Termasuk uang yang banyak pun sudah tak begitu berarti banyak jika pemiliknya sakit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kesehatan itu amat penting.

Selain melakukan usaha secara maksimal dengan melakukan pencegahan secara baik dari berbagai penyakit. Melakukan pengobatan pun juga mesti dilakukan. Ketika sudah terbukti seseorang itu sakit maka hendaknya segera berobat. Jika hanya sakit ringan mungkin tidak perlu ke dokter maka tidak masalah. Misalnya saja sakit pilek ringan. Tetapi kalau muncul gejala penyakit yang membahayakan maka tindakan cepat harus dilakukan. Ia mesti segera dibawa ke dokter untuk dilakukan pertolongan. Apalagi bila mendapati penyakit tersebut sangat membahayakan bagi dirinya. Pertolongan terhadap orang yang sakit tersebut jangan sampai terlambat. Sebab bila sampai terlambat dalam penanganannya maka bisa fatal akibatnya.

Pengobatan pun biasanya menggunakan proses yang kadang tidak singkat. Seseorang misalnya terkena sakit TBC. Maka ia mesti minum obat selama berbulan-bulan tanpa putus satu kali pun. Bila mana lupa sehari tidak minum obat maka proses pengobatan harus diawali lagi dari awal. Menghadapi kondisi hal ini perlu kesabaran tersendiri. Penderita penyakit TBC harus sabar meminum obat tiap hari sampai beberapa bulan lamanya. Hingga akhirnya tercapai kesembuhan yang sempurna. Termasuk mereka yang mengalami penyakit lainnya pun juga demikian. Proses yang panjang itu mesti dilakukan guna meraih kesembuhan.

Di samping melakukan pencegahan yang maksimal dan pengobatan bila sudah sakit, kita pun tidak boleh lupa untuk memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Baik itu mohon agar dijauhkan dari berbagai penyakit atau pun mohon kesembuhan dari penyakit tertentu yang diderita. Nah, untuk lafazh doa berlindung dari penyakit secara lengkap dengan artinya yakni :

doa berlindung dari segala penyakit

Tulisan latinnya :
ALLAHUMMA INNII ‘AUUDZU BIKA MINAL BARASHI WAL JUNUUNI WAL JUDZAAMI WA SAYYI IL ASQAAM.
Artinya :
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit kulit, gila, lepra, dan dari penyakit yang jelek lainnya.

Doa ini sangatlah ditekankan untuk dibaca. Bukan hanya saat terjadinya wabah yang menyebar ke seluruh dunia atau adanya pandemik saja. Akan tetapi, doa tersebut tetap sangat bagus bila dibaca tiap masa. Tidaklah merugi orang yang berdoa kepada Tuhan itu. Doa tersebut bersumber dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad. Selain menyempurnakan ikhtiar maka berdoa tetap menjadi prioritas yang utama pula. Semoga kita semua terhindar dan terjauhkan dari berbagai penyakit jelek yang membahayakan. Amiin. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.