Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Maidah Ayat 32

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kita tidak bisa meninggalkan yang namanya ilmu tajwid. Sobat ngaji sekalian tentu ingin bacaan Al-Quran yang dimiliki menjadi baik dan benar. Untuk itu perlu ilmu supaya bisa membaca Al-Quran. Itulah yang dinamakan ilmu tajwid. Kunci dari mendapatkan ilmu ialah dengan suka belajar. Inilah saatnya kita belajar tajwid. Khusus pada kesempatan ini kita akan mempelajari hukum tajwid Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 32 lengkap dengan penjelasannya tentu. Baiklah langsung kita simak saja berikut ini.

Hukum Tajwid Surat Al-Maidah Ayat 32

Kemudian untuk penjelasan secara detail dari nomor di bawah ayat di atas yakni :

  1. مِنْ اَجْلِ hukumnya Idzhar sebab huruf nun berharakat sukun bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  2. مِنْ اَجْلِ hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah jim berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
  3. ذٰلِكَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. كَتَبْنا hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
  5. عَلٰى hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah tegak bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat. Huruf alif bila berharakat adalah hamzah. Huruf alif sebenarnya sebagai mad atau pemanjang fathah.
  7. بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ hukumnya Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
  8. بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. اَنَّهٗ hukumnya Ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  10. اَنَّهٗ hukumnya Mad shilah qashirah sebab huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. مَنْ قَتَلَ hukumnya Ikhfa karena huruf lam berharakat kasrah tanwin bertemu huruf qaf. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Cara pengucapan seperti bunyi “ng”.
  12. نَفْسًا ۢبِغَيْرِ hukumnya Iqlab karena huruf sin berharakat fathah tanwin bertemu huruf ba. Cara membacanya dengan tanwin berubah menjadi mim dan berdengung serta ditahan selama 3 harakat.
  13. بِغَيْرِ hukumnya Mad layin atau mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf ghain berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  14. نَفْسٍ اَوْ hukumnya Idzhar sebab huruf sin berharakat kasrah tanwin bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  15. اَوْ hukumnya Mad layin atau mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf hamzah berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  16. فَسَادٍ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  17. فَسَادٍفِى hukumnya Ikhfa karena huruf dal berharakat kasrah tanwin bertemu huruf fa. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan tanwin, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa.
  18. فَكَاَنَّمَا hukumnya Ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  19. فَكَاَنَّمَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  20. النَّا سَ hukumnya terdapat tiga jenis di sini. Yang pertama, alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah nun. Dibaca idgham (masuk ke huruf nun). Kedua, ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Ketiga, mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  21. جَمِعًا hukumnya Mad ‘iwadh karena lam alif berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat. Hal ini bila kita berhenti atau waqaf di sini.
  22. مَنْ اَحْيَا hukumnya Idzhar sebab huruf nun berharakat sukun bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  23. اَحْيَا هَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ya berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  24. اَحْيَا هَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  25. فَكَاَنَّمَاۤ اَ hukumnya Ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  26. فَكَاَنَّمَاۤ اَ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  27. النَّا سَ hukumnya terdapat tiga jenis di sini. Pertama, alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah nun. Dibaca idgham (masuk ke huruf nun). Kedua, ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Ketiga, mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  28. جَمِعًا hukumnya Mad ‘iwadh karena lam alif berharakat fathah tanwin dan diwaqaf waqfu aula. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat.
  29. لَقَدْ hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah dal berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
  30. جَآءَتْهُمْ hukumnya Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
  31. جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ra. Cara membacanya dengan jelas.
  32. رُسُلُنَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  33. بِالْبَيِّنٰتِ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  34. ثُمَّ hukumnya Ghunnah karena mim bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  35. اِنَّ hukumnya Ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  36. كَثِيْرًا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf tsa berharakat kasrah bertemu ya beraharakat sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  37. كَثِيْرًامِّنْهُمْ hukumnya Idgham bighunnah karena huruf ra berharakat fathah tanwin bertemu huruf mim tasydid. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  38. مِّنْهُمْ hukumnya Idzhar sebab huruf nun berharakat sukun bertemu huruf ha. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  39. مِّنْهُمْ بَعْدَ hukumnya Ikhfa syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  40. ذٰلِكَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  41. لَمُسْرِفُوْنَ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.

Demikian analisis hukum tajwidnya. Tinggal kita membaca dan mempelajarinya dengan baik. Untuk langkah selanjutnya bisa dipraktekkan ke dalam bacaan ayat Al-Quran. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Doa Berlindung Dari Segala Penyakit Latin dan Artinya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Membaca doa berlindung dari segala penyakit untuk saat ini rasanya hal yang tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Sesuatu yang amat penting untuk dilakukan. Bagaimana tidak? Masyarakat dunia pada saat ini sedang menghadapi berbagai penyakit yang berbahaya. Tidak hanya satu wilayah atau tempat saja yang memiliki masalah hal ini. Tetapi hampir semua lokasi wilayah secara merata memiliki permasalahan yang sama. Maka tidak salah bila hal ini disebut sebagai pandemik. Sebuah wabah penyakit yang menerpa hampir seluruh wilayah di seantero dunia. Wabah meluasnya virus corona covid 19 adalah contohnya.

Banyak orang yang merasa kaget dengan kejadian seperti ini. Betapa tidak? Sebelumnya tidak terjadi apa-apa, kini dimana-mana dibahas virus corona tersebut. Bahkan sampai pemberitaan di media televisi dan koran sangat kental dengan tema penyakit yang baru itu. Berbagai usaha dalam mencegah tersebarnya penyakit tersebut pun dilakukan dengan gigih. Baik itu oleh masyarakat secara terkoordinir maupun tiap pribadi. Mereka mulai rajin membersihkan diri dengan dimulai mencuci tangan dengan sabun. Termasuk lingkungan rumah atau tempat tinggal pun dilakukan langkah-langkah nyata untuk kebersihannya. Kontak badan dengan orang lain pun dibatasi. Bahkan antar satu orang dengan yang lainnya pun dianjurkan berjarak maksimal satu meter. Kegiatan-kegiatan yang mesti mengumpulkan banyak orang pun dibatasi bahkan kalau tidak sangat penting maka ditunda untuk sementara waktu. Penundaan itu sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan berakhirnya. Menunggu keadaan sampai mulai baik lagi.

Tindakan nyata dalam mencegah penularan dan penyebaran virus corona tersebut tidaklah salah. Memang yang namanya mencegah itu jauh lebih baik dari pada mengobati. Tindakan preventif harus lebih diutamakan. Kalau sudah sakit maka lebih sulit keadaanya. Sebetulnya, selain penyakit yang diakibatkan oleh virus corona itu masih banyak. Tidak hanya melulu satu penyakit tersebut yang berbahaya. Ada deretan penyakit yang mengakibatkan banyaknya orang meninggal dunia di muka bumi ini. Contoh penyakit tersebut antara lain: Jantung koroner (orang yang mengalami penyakit ini terjadi kondisi penyempitan pada pembuluh darah jantung), stroke (penyakit ini terjadi karena pembuluh darah pada bagian otak tersumbat atauk bahkan pecah), TBC (penyakit yang menyerang paru-paru), kanker dengan segala jenisnya, diabetes (kondisi kadar gula darah yang tinggi dan terjadi dalam jangka panjang), diare (buang air besar berkali-kali yang berakibat cairan tubuh hilang terlalu banyak), dan masih banyak lagi.

Semua penyakit tersebut hendaknya dicegah semaksimal mungkin. Bagaimana pun kesehatan itu amatlah penting. Ia merupakan nikmat yang besar dari Allah subhanahu wa ta’ala. Keberadaannya sangat utama setelah iman dan Islam. Apalah artinya rumah mewah bila penghuninya terbaring tidak berdaya karena sakit. Apalah artinya mobil yang super mewah bila pemiliknya sakit dan tidak bisa menikmati adanya kendaraanya itu. Termasuk uang yang banyak pun sudah tak begitu berarti banyak jika pemiliknya sakit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kesehatan itu amat penting.

Selain melakukan usaha secara maksimal dengan melakukan pencegahan secara baik dari berbagai penyakit. Melakukan pengobatan pun juga mesti dilakukan. Ketika sudah terbukti seseorang itu sakit maka hendaknya segera berobat. Jika hanya sakit ringan mungkin tidak perlu ke dokter maka tidak masalah. Misalnya saja sakit pilek ringan. Tetapi kalau muncul gejala penyakit yang membahayakan maka tindakan cepat harus dilakukan. Ia mesti segera dibawa ke dokter untuk dilakukan pertolongan. Apalagi bila mendapati penyakit tersebut sangat membahayakan bagi dirinya. Pertolongan terhadap orang yang sakit tersebut jangan sampai terlambat. Sebab bila sampai terlambat dalam penanganannya maka bisa fatal akibatnya.

Pengobatan pun biasanya menggunakan proses yang kadang tidak singkat. Seseorang misalnya terkena sakit TBC. Maka ia mesti minum obat selama berbulan-bulan tanpa putus satu kali pun. Bila mana lupa sehari tidak minum obat maka proses pengobatan harus diawali lagi dari awal. Menghadapi kondisi hal ini perlu kesabaran tersendiri. Penderita penyakit TBC harus sabar meminum obat tiap hari sampai beberapa bulan lamanya. Hingga akhirnya tercapai kesembuhan yang sempurna. Termasuk mereka yang mengalami penyakit lainnya pun juga demikian. Proses yang panjang itu mesti dilakukan guna meraih kesembuhan.

Di samping melakukan pencegahan yang maksimal dan pengobatan bila sudah sakit, kita pun tidak boleh lupa untuk memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Baik itu mohon agar dijauhkan dari berbagai penyakit atau pun mohon kesembuhan dari penyakit tertentu yang diderita. Nah, untuk lafazh doa berlindung dari penyakit secara lengkap dengan artinya yakni :

doa berlindung dari segala penyakit

Tulisan latinnya :
ALLAHUMMA INNII ‘AUUDZU BIKA MINAL BARASHI WAL JUNUUNI WAL JUDZAAMI WA SAYYI IL ASQAAM.
Artinya :
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit kulit, gila, lepra, dan dari penyakit yang jelek lainnya.

Doa ini sangatlah ditekankan untuk dibaca. Bukan hanya saat terjadinya wabah yang menyebar ke seluruh dunia atau adanya pandemik saja. Akan tetapi, doa tersebut tetap sangat bagus bila dibaca tiap masa. Tidaklah merugi orang yang berdoa kepada Tuhan itu. Doa tersebut bersumber dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad. Selain menyempurnakan ikhtiar maka berdoa tetap menjadi prioritas yang utama pula. Semoga kita semua terhindar dan terjauhkan dari berbagai penyakit jelek yang membahayakan. Amiin. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat An-Nisa Ayat 59 Dilengkapi Penjelasannya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kabar baik semoga selalu menyertai kita semua sobat ngaji sekalian. Meski pada siang hari yang begitu panas suhunya ini, tetap saja tak menyurutkan semangat untuk berbuat yang bermanfaat kepada sesama. Senantiasa pula selalu beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Membaca ayat-ayat suci Al-Quran salah satunya. Kita akan mendapatkan banyak pahala dari membaca Al-Quran. Salah satu ayat tersebut yakni Surat An-Nisa ayat 59. Kiranya amat penting dan perlu kita mengetahui analisis hukum tajwid Al-Quran Surat An-Nisa ayat 59 tersebut. Berikut ini silakan disimak uraiannya:

Hukum Tajwid Surat An-Nisa Ayat 59

Penjelasan dari nomor-nomor di atas adalah:

  1. يٰۤاَ يُّهَا hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  2. الَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam).
  3. الَّذِيْنَ hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf dzal berharakat kasroh bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. اٰمَنُوْۤا hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  5. اٰمَنُوْۤااَطِيْعُو hukumnya Mad jaiz munfasil karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  6. اٰمَنُوْۤااَطِيْعُو hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf tha berharakat kasroh bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  7. اللهَ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat dhommah. Cara membacanya tebal.
  8. اَطِيْعُو hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf tha berharakat kasroh bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. الرَّسُوْ لَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf ra’. Dibaca idgham (masuk ke huruf ra).
  10. الرَّسُوْ لَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. الْاَمْرِ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ra’. Cara membacanya dengan jelas.
  12. مِنْكُمْۚ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf kaf. Cara membacanya samar dengan dengung.
  13. فَاِنْ تَنَا hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta’. Cara membacanya samar dengan dengung.
  14. فَاِنْ تَنَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  15. زَعْتُمْ فِيْ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa’. Cara membacanya dengan jelas.
  16. زَعْتُمْ فِيْ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa’ berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  17. شَيْءٍفَرُدُّوْهُ hukumnya Mad layin atau lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf syin berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  18. شَيْءٍفَرُدُّوْهُ hukumnya Ikhfa karena huruf hamzah berharakat kasrah tanwin bertemu huruf fa’. Dibaca samar-samar dengan dengung. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa’.
  19. اللهِ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  20. الرَّسُوْلِ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf ra’. Dibaca masuk ke huruf ra.
  21. الرَّسُوْلِ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  22. اِنْ كُنْتُمْ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf kaf. Cara membacanya samar dengan dengung. Pengucapannya nun sukun menjadi seperti “ng”.
  23. اِنْ كُنْتُمْ hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung. Ketika mengucapkan huruf nun mati, ujung lidah hampir menyentuh pangkal dua buah gigi atas sesuai makhraj huruf ta’.
  24. كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ta’. Cara membacanya dengan jelas.
  25. كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  26. بِاللهِ hukumnya Tarqiq karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat kasrah. Cara membacanya tipis.
  27. الْيَوْمِ hukumnya Mad layin atau lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf ya’ berharakat fathah.
  28. الْاٰ خِرِ hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  29. ذٰلِكَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah tegak atau berdiri dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  30. خَيْرٌ hukumnya Mad layin atau lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf kho’ berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  31. خَيْرٌوَّ hukumnya Idgham bighunnah karena huruf ra’ berharakat dhammah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  32. تَأْوِيْلًا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  33. hukumnya Mad ‘iwadh karena lam alif berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat.

Nah, begitulah uraian lengkap hukum tajwidnya. Semoga bermanfaat untuk sobat semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Doa Selamat Lengkap Arab Latin dan Artinya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Doa selamat yang panjang atau pendek sangat penting untuk kita pelajari. Dalam kehidupan kita selalu menginginkan kebahagiaan dan keselamatan. Bukan hanya untuk diri sendiri saja tetapi kepada seluruh anggota keluarga pula. Siapa pun kita? Tak ada satu orang pun yang tidak mengharapkan selamat dan bahagia di dalam kehidupannya. Dari awal hingga akhir hidup di dunia ini selalu mengharap bahagia dan juga selamat. Berbagai cara dilakukan oleh manusia untuk meraih bahagia. Dari cara yang halal hingga cara yang haram.

Contoh cara yang haram, misalnya saja seorang pencuri yang dengan berani mencuri sebuah barang yang mahal. Harapan si pencuri tersebut bila dia berhasil mencuri maka ia akan memperoleh barang yang bila dijual ia akan memperoleh uang. Dengan uang itu ia bisa membeli apa saja yang diinginkan. Padahal, tatkala mendapatkan uang itu maka hatinya tidak akan tenteram. Gelisah dan resah selalu menyelimutinya. Belum lagi ia bisa tertangkap dan dihukum akibat perbuatannya.

Untuk contoh mencari kebahagiaan yang halal, sebagai permisalannya ada seseorang yang bernama Yusuf yang berprofesi sebagai seorang karyawan swasta sebuah perkantoran. Ia berangkat pagi dan mulai bekerja pukul 07.30 WIB. Pulang kerja pukul 15.30 WIB. Sampai di rumah sekitar pukul 16.40 WIB. Sesampainya di rumah ia langsung pergi ke kios dekat rumahnya untuk jualan pulsa dan aksesoris komputer. Di kiosnya itu ia pun membuka jasa servis komputer dan printer. Kiosnya tutup jam 10 malam. Hal ini dilakukannya setiap hari terkecuali pada hari sabtu. Ia berharap dapat mendapatkan uang berlebih dengan usaha sampingannya. Dengan itu, ia berharap bisa membangun rumah baru dan mampu membeli mobil baru. Tidak lupa ia pun ingin berangkat haji bersama keluarganya tercinta. Kesemuanya itu baginya adalah sebuah kebahagiaan. Dari dua cara yang ditempuh tersebut, tentu saja yang diridhai oleh Allah Swt. hanyalah yang kedua. Cara inilah yang menjadikan bahagia dan selamat. Tidak hanya ikhtiar saja yang perlu dilakukan. Berdoa ternyata tidak kalah pentingnya.

Sahabat semua tentu sudah sering membaca doa di dalam kehidupan sehari-hari. Kala melakukan aktivitas apa pun maka tidak pernah meninggalkan kegiatan berdoa. Mau makan kita pun membaca doa. Mau tidur kita juga baca doa. Selesai dari makan juga ada doanya. Mau melakukan apa pun selalu membaca doa. Ini merupakan suatu kebiasaan yang amat positif. Hidup akan terasa indah dan mudah kala kita sering membaca doa. Siapa saja entah itu orang miskin atau kaya, masih anak-anak atau sudah dewasa, mereka semua sudah semestinya cinta akan doa.

Seluruh manusia yang hidup di muka bumi selalu berharap akan keselamatan dan kebahagiaan. Baik itu adalah anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua. Kaum laki-laki maupun wanita. Dari berbagai bangsa dan bahasa. Tiada yang tidak memiliki cita-cita untuk meraih kedua hal penting itu. Beragam cara dilakukan demi tercapainya sebuah harapan. Saya yakin para pembaca pun demikian adanya. Termasuk saya pribadi juga.
Kehidupan manusia kalau boleh di bagi setidaknya ada dua. Pertama, hidup di dunia ini. Sedangkan yang kedua, hidup di akhirat kelak. Kita sekarang sedang menjalani hidup di alam dunia. Alam dunia memiliki sifat fana. Artinya segala yang ada di dunia ini suatu saat akan musnah. Tak ada yang kekal abadi kecuali Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebagus apa pun yang berada di dunia ini akan hilang akhirnya. Seorang yang cantik pun lama kelamaan akan pudar dimakan berjalannya usia. Karena sudah tua misalnya. Demikian juga seorang laki-laki yang super tampan sekali pun.
Barang yang kita miliki pun juga mengalami kerusakan suatu saat. Taruhlah sekarang kita memiliki kendaraan mobil misalnya. Mobil yang termahal dan termewah. Harganya milyaran. Fasilitas sangat lengkap dengan tingkat kenyamanan dan keamanan tinggi. Hari ini mungkin masih bagus. Tetapi suatu saat pasti ada masanya akan usang bahkan tidak berharga sama sekali. Rumah yang kita beli pun suatu saat akan rusak. Misalnya saja catnya mulai luntur dan sudah tak cerah lagi. Demikian kayu, perabot di dalamnya, serta bagian-bagian lainnya. Namun begitu, kita sebagai seorang muslim tidak boleh juga meninggalkan hal-hal keduniaan. Kita perlu kendaraan, makan bergizi, rumah untuk keluarga, pakaian yang baik, dan sebagainya. Itu juga bagian dari kebahagiaan.

Di akhirat pun kita ingin selamat bahagia sebagaimana di dunia. Di sana kita ingin masuk surga yang merupakan tempat yang kekal abadi. Tiada tempat yang lebih baik dari itu. Maka kita pun harus pula berusaha meraihnya. Beribadah kepada Allah Swt. dan mentaati serta menjauhi larangan-Nya adalah salah satu bentuk ikhtiar kita. Di samping itu kita juga mesti membaca doa selamat agar sukses usaha kita. Tidak hanya sekali saja membacanya. Namun perlu berkali-kali. Kita tentu di dunia maupun akhirat ingin mendapat keselamatan dan kebahagiaan. Berikut lafazh doanya.
Untuk yang pertama :

doa selamat dunia akhirat

Latinnya :
RABBANAA AATINAA FIDDUN YAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASANAH, WA QINAA ‘ADZAA BANNAAR.
Artinya :
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”
Doa ini diambil dari Surat Al Baqarah ayat 201.

dan untuk yang kedua :

doa selamat panjang

Latinnya :
ALLAAHUMMA INNAA NAS ALUKA SALAAMATAN FID DIINI WA ‘AAFIYATAN FIL JASADI WA ZIYAADATAN FIL ‘ILMI WA BARAKATAN FIR RIZQI WA TAUBATAN QOBLAL MAUTI WA RAHMATAN ‘INDAL MAUTI WA MAGHFIRATAN BA’DAL MAUT.
Artinya :
“Ya Allah kami memohon kepadaMu keselamatan dalam agama, dan kesehatan pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rizqi, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati dan keampunan sesudah mati.”

Silakan sobat ngaji memilih salah satu dari doa di atas. Sangat bagus bila keduanya sering dibaca. Misalnya saja saat sesudah mengerjakan shalat wajib lima waktu. Bisa juga pada momen yang lainnya. Semoga artikel ini menambah manfaat bagi para pembaca yang berbahagia. Moga semuanya selalu selamat dalam menjalani ativitas hariannya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

https://poskajian.blogspot.com/2018/11/doa-mohon-keselamatan-dunia-akhirat.html

Hukum Tajwid Surat At-Taubah Ayat 105

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bagaimana kabar teman-teman semuanya? Insya Allah semua baik-baik saja kan? Kali ini sobatngaji akan membahas tentang hukum tajwid surat At-Taubah ayat 105. Tentunya juga ada penjelasan secara lengkapnya sehingga teman-teman pembaca akan terbantu sekali dalam memahaminya. Kala kita ingin bisa membaca ayat tersebut dengan baik maka perlu sekali untuk melihat analisis hukum tajwidnya. Memang tiap ayat di dalam Al-Quran selalu ada hukum tajwidnya. Baik, mari langsung kita simak saja berikut ini.

hukum tajwid surat at-Taubah ayat 105

Penjelasan lengkap dari nomor-nomor di bawah ayat tersebut yakni:

  1. اعْمَلُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  2. اللّٰهُ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  3. عَمَلَكُمْ وَ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu huruf wau. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  4. رَسُوْلُه hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  5. رَسُوْلُه hukumnya Mad shilah qashirah sebab huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. الْمُؤْمِنُوْنَ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat. Namun, apabila kita washal atau terus, maka hukumnya menjadi mad thobii.
  7. وَسَتُرَدُّوْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dal berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  8. اِلٰى hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. عٰلِمِhukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ‘ain berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  10. الْغَيْبِ hukumnya Mad layn atau mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf ghain berharakat fathah.
  11. وَالشَّهَادَةِ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah syin. Dibaca idgham (masuk ke huruf syin).
  12. وَالشَّهَادَةِ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  13. فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا hukumnya Ikhfa syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  14. كُنْتُمْ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar-samar dengan dengung dan ditahan 3 harakat.
  15. كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu huruf ta. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  16. كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.

Nah, begitulah analisis tajwid dari Surat At-Taubah ayat 105. Kami berharap tulisan ini memberikan banyak manfaat untuk para pembaca yang berbahagia. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

2 Macam Doa Keluar Rumah Lengkap Latin Dan Artinya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Setiap kita memiliki kegiatan di luar rumah. Kehidupan memang seperti perjalanannya. Tidak hanya cukup di dalam rumah saja semua aktivitas dikerjakan. Banyak profesi yang mengharuskan untuk keluar dari rumah menuju ke suatu tempat. Seorang anak yang masih berstatus pelajar maka tiap hari ia pergi ke sekolah atau madrasah. Baik itu tingkat dasar, menengah maupun atas atau kejuruan. Seorang yang berprofesi sebagai petani maka ia rutin tiap hari menuju ke sawahnya. Ia mesti menanam, memupuk, mengatur irigasi, menyiangi, membasmi hama, dan memanennya bila telah sampai saatnya. Hal itu dilakukan di sawah yang terkadang posisinya jauh dari rumahnya. Panas terik matahari tidaklah menjadi halangan untuk mencari rezeki.

Seorang pedagang pergi ke toko atau pasar. Di situlah tempat transaksi jual beli antara dia dengan para pembeli atau pelanggannya. Dengan transaksi itulah nanti dihasilkan keuntungan. Hasilnya bisa digunakan untuk membiayai kehidupan rumah tangga. Lain lagi dengan seorang pekebun. Ia pergi dari rumahnya menuju kebunnya. Bisa kebun buah-buahan, sayur mayur, teh, kopi, karet, kelapa sawit, dan lain sebagainya. Buah-buahan kini sudah banyak dibudidayakan dengan cara seperti perkebunan. Misalnya saja kebun buah salak, kebun apel, kebun buah nanas, kebun sawo, kebun pisang, dan lain-lain. Hasil keuntungannya pun juga lumayan besar.

Para karyawan pabrik pun pergi ke perusahaan atau pabriknya. Dengan tenaga dan pikiran yang dikeluarkan untuk perusahaan maka mereka mendapat gaji. Perusahaan bisa bergerak dengan produk yang dihasilkan. Baik itu berupa barang dan atau jasa. Para pegawai pemerintah pun rutin pergi ke kantor untuk menjalankan tugasnya. Mereka yang berprofesi sebagai nelayan yang mencari ikan pun pergi dari rumahnya menuju ke laut dengan kapalnya. Bahkan para nelayan itu bisa pergi sampai berhari-hari dan bahkan berbulan bulan baru pulang membawa hasil tangkapan ikannya. Ada banyak profesi atau pekerjaan lainnya yang menjadikan seseorang mesti pergi dari rumahnya. Tidak hanya masalah profesi atau pekerjaan saja. Kita dalam melakukan ibadah shalat wajib berjamaah pun harus keluar dari rumah. Karena tempat shalat berjamaah adalah di masjid. Tentunya masjid tersebut ada di luar rumah. Demikian pula kita hendak mengaji atau mencari ilmu agama Islam. Saat kita hendak bersilaturahmi kepada karib kerabat pun kita mesti keluar dari rumah.

Segala aktivitas manusia bisa menjadi ibadah. Dengan menjadi ibadah maka akan mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala. Tentu saja ini harus diniatkan terlebih dahulu. Niat yang ikhlas karena mengharap ridha Allah semata. Diantara jenis ibadah itu ialah membaca doa keluar rumah tiap melakukannya. Sesuatu yang sederhana namun memiliki nilai pahala dan keutamaan yang luar biasa. Mengenai lafazhnya adalah

doa keluar rumah lengkap

Latinnya :
BISMILLAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAHI WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH
Artinya :
“Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakkal kepada Nya, dan tiada daya dan
upaya kecuali karena pertolongan Allah”.

Bisa pula dengan membaca doa lainnya yakni:

doa keluar rumah

Latinnya :
ALLAAHUMA INNI A’UUDZUBIKA AN ADHILLA AU UDHILLA AU AZILLA AU UZILLA AU AZHLIMA AU UZHLIMA AU AJHALA, AU YUJHALA ‘ALAYYA.
Artinya :
” Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan (setan atau orang yang berwatak setan), berbuat kesalahan atau disalahi, menganiaya atau dianiaya (orang), dan berbuat bodoh atau dibodohi”.

Doa di atas amat pendek. Mudah sekali untuk dihafalkan oleh siapa saja. Maka, menurut kami tiada halangan berarti untuk kita menghafalkannya. Namun, yang terpenting adalah mengamalkannya setiap kali keluar dari rumah. Tidak hanya kita atau diri sendiri saja yang mengamalkannya. Bila kita sudah konsisten dan istiqomah mengamalkannya maka kita perlu juga mengajak yang lainnya. Kita ajak keluarga kita yang terdekat. Misalnya saja anak-anak dan adik atau kakak kita. Khusus untuk anak-anak yang masih belia maka penting untuk diajari. Setelah jelas-jelas bisa hafal bacaannya maka selanjutnya tinggal pembiasaan. Ada suatu yang khas dalam hal pembiasaan ini. Mereka yang berusia masih kecil atau usia dini sangat mudah dalam penanaman pembiasaan. Pembiasaan sangat bagus dimulai semenjak usia dini.

Ketika kita membaca doa di atas maka ada beberapa fadhilah keutamaan yang diperoleh. Diantara keutamaan itu adalah:

  1. Mendapat pahala dari sisi Allah Swt. Di akhirat pahala itu akan disempurnakan balasannya.
  2. Memperoleh perlindungan dari Allah Swt. Ia akan mendapat perisai yang luar biasa berupa perlindungan dari Nya.
  3. Akan dicukupi kebutuhan orang tersebut.
  4. Orang tersebut juga akan diberikan hidayah dari Allah dan dijauhkan dari kesesatan.

Ada beberapa adab lain yang perlu pula kita perhatikan. Kita perlu untuk melakukannya guna mendapat lebih banyak pahala. Contoh adab tersebut yaitu :
a. Saat keluar rumah dengan melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu.
b. Berniat saat keluar rumah untuk selalu taat kepada Allah Swt. Selalu bertekad untuk selalu menjauhi segala maksiat.
c. Keluar rumah dengan berpakaian menutup aurat.

Nah, semoga artikel ini memberikan manfaat kepada para pembaca semuanya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

sumber : https://poskajian.blogspot.com/2018/02/doa-keluar-rumah-lengkap-arab-arti-keutamaan.html

Hukum Tajwid Surat Al-Ikhlas

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobatngaji semua. Kali ini kami akan tuliskan analisis hukum tajwid Surat Al-Ikhlas. Sebuah surat dalam Al-Quran yang terdiri dari empat ayat. Amat sering dibaca tatkala shalat wajib lima waktu. Termasuk pula kala mengerjakan shalat sunah. Kami yakin, sobat semua ingin mengetahui hukum-hukum tajwid yang ada di dalam surat tersebut. Maka untuk lebih baiknya, kita langsung simak uraianya berikut ini.

Hukum Tajwid Surat Al-Ikhlas

Penjelasan dari nomor di bawah ayat 1-4 di atas yakni :

  1. اَللّٰهُ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  2. اَحَدٌ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  3. اَللّٰهُ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  4. الصَّمَدُ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (masuk ke huruf shad).
  5. الصَّمَدُ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  6. وَلَمْ يُوْلَدْ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ya’. Cara membacanya dengan jelas.
  7. وَلَمْ يُوْلَدْ hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf ya’ berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  8. وَلَمْ يُوْلَدْ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  9. يَكُنْ لَّه hukumnya Idgham bilaghunnah karena huruf nun sukun bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
  10. يَكُنْ لَّه hukumnya Mad shilah qashirah sebab huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. كُفُوًااَحَدُ hukumnya Idzhar sebab huruf wau fathah tanwin bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
    12.كُفُوًااَحَدُ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.

Nah, semoga analisis tajwid pada Surat Al-Ikhlas ini memberi manfaat bagi para sobat pembaca sekalian. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 183

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Mengawali pagi yang masih dingin udaranya ini kita bersyukur atas banyaknya nikmat yang telah diterima. Dengan kesyukuran itu maka akan membuka jalan kebahagiaan di dalam hidup dan kehidupan. Berbagai nikmat lainnya akan ditambahkan lagi. Sobat ngaji sekalian tentu sering mendengar dibacakannya Surat Al-Baqarah ayat 183. Khususnya menjelang atau saat masuk bulan ramadan. Bulan dimana seluruh kaum muslimin menjalankan ibadah wajib puasa. Selama sebulan penuh lamanya berpuasa guna meraih ridha dari Allah subhanahu wa ta’ala. Nah, kali ini kami akan membahas tentang analisis hukum tajwid Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 183 dengan lengkap alasan-alasannya.

hukum tajwid surat al-baqarah ayat 183

Mengenai penjelasan lengkapnya adalah:

  1. يٰۤاَيُّهَا hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  2. الَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  3. الَّذِيْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. اٰمَنُوْا hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  5. اٰمَنُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. عَلَيْكُمُ hukumnya Mad lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  7. الصِّيَامُ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (masuk ke huruf shad ).
  8. الصِّيَامُ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ya berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. كَمَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  10. الَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  11. .الَّذِيْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  12. مِنْ قَبْلِكُمْ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf qaf. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Cara pengucapan seperti bunyi “ng”.
  13. مِنْ قَبْلِكُمْ hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
  14. قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf lam. Cara membacanya dengan jelas.
  15. تَتَّقُوْنَۙ﴿۱۸۳ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

Semoga analisis tajwid di atas bermanfaat untuk para pembaca semua. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Surat At-Taubah Ayat 119 Lengkap

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji yang berbahagia. Pada hari ini kami mengajak untuk membaca hasil analisis hukum tajwid Surat At-Taubah ayat 119 lengkap dengan alasan atau penjelasannya. Hal ini perlu kami tuliskan di sini karena ketika kita ingin membaca ayat tersebut maka perlu sekali mengetahui hukum tajwidnya. Langsung saja silakan menyimaknya di bawah ini.

Tajwid Surat At-Taubah Ayat 119

Keterangan lengkap dari nomor-nomor di atas adalah sebagai berikut:

  1. يٰۤاَيُّهَا hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  2. الَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  3. اٰمَنُوا hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. اللّٰهَ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah qaf berharakat dhamah. Cara membacanya tebal.
  5. وَكُوْنُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf kaf berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. وَكُوْنُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  7. الصّٰدِقِيْنَ hukumnya Terdapat dua hukum di sini, pertama alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (masuk ke huruf shad ). Kedua, mad asli atau mad thabi’i karena huruf shad berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  8. الصّٰدِقِيْنَ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

Demikian semoga kita bisa mengambil manfaatnya dengan baik. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Doa Berlindung dari Dajjal Sebelum Salam Lengkap Arab Latin Artinya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Doa berlindung dari dajjal sebelum salam pada saat shalat sangat penting untuk kita baca. Dilengkapi dengan latin dan juga artinya. Sangat membantu para sahabat sekalian. Setiap hari kita menjalankan ibadah wajib ini. Tak hanya shalat yang 5 waktu itu saja, ada berbagai shalat sunah yang juga bisa kita laksanakan. Sayang bila kesempatan itu tidak kita ambil sama sekali. Kajian mengenai masalah dajjal memang menarik. Meski sosok tersebut munculnya menjelang terjadinya kiamat nanti. Banyak yang bertanya tentang seluk beluknya.

Para Nabi dan Rasul sudah mengingatkan bahayanya fitnah dajjal. Nabi Nuh as. misalnya, beliau betul-betul mengingatkan akan dahsyatnya fitnah si mata satu tersebut. Mata satu menjadi sebutan bagi dajjal karena memang dajal matanya buta sebelah. Sehingga yang berfungsi hanya yang satunya. Dajjal mampu menurunkan hujan, membawa api sebetulnya air dan membawa air namun sebenarnya adalah api. Pandai berdusta. Apa bila dajjal telah datang, maka kaum mukminin hendaknya menjauh darinya. Meskipun seorang mukmin itu mengaku imannya kuat. Hanya dua tempat yakni Makkah dan Madinah yang tidak akan bisa dijamah oleh makhluk itu. Karena kedua tempat itu memang dijaga oleh malaikat.

Kita kaum muslimin dituntunkan dan diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah Swt. Hanya dengan pertolongan-Nya sajalah kita akan selamat. Cara yang bisa ditempuh salah satunya dengan membaca doa berlindung dari dajjal. Sebagaimana berikut ini.

doa berlindung dari fitnah dajjal lengkap arab latin dan artinya

Latinnya :
ALLAAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAM, WAMIN ADZAABIL QABRI, WAMIN FITNATIL MAHYA WAL MAMAATI, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAL.
Artinya :
“Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari azab Jahannam, siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari keburukan fitnah Al-Masih Dajjal.”

Doanya pendek dan singkat. Mudah dihafal. Jika teman-teman sudah hafal, maka dengan membaca artikel ini maka kita akan lebih memahami maknanya. Dengan begitu, kita akan lebih khusyu’ dalam berdoa. Semoga kita bisa mengamalkannya dengan baik. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.