Doa Saat Berbuka Puasa Sesuai Sunah Lengkap Arab Latin Dan Artinya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji yang berbahagia, mengetahui doa saat berbuka puasa sesuai sunah lengkap arab latin dan artinya menjadi hal yang amat utama. Kita semua tahu bahwasannya yang namanya puasa di bulan ramadhan itu kewajiban. Tiap tahun kita amalkan. Selama sebulan penuh kita menjalankan puasa. Terkadang tiga puluh atau dua puluh sembilan hari. Ibadah puasa juga termasuk rukun Islam yang ketiga setelah yang kedua ialah ibadah shalat wajib lima waktu.

Selama seharian kita tidak makan dan minum serta meninggalkan hal-hal yang bisa membatalkan puasa. Menjalankan ibadah puasa perlu perjuangan. Hati mesti ikhlas menjalaninya sehingga bisa lancar puasanya. Tujuan dari puasa bisa tercapai dengan baik bila kita memang sungguh-sungguh dalam melaksanakannya. Puasa bukan hanya sekedar rutinitas tahunan saja. Ibadah ini merupakan bentuk ibadah yang mesti mendapat perhatian dari kaum muslimin. Sehingga nantinya bisa sukses puasanya.

Seperti yang sudah sering kita dengar dalam berbagai pengajian dan khutbah jumat bahwasannya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam Surat Al-Baqarah ayat 183-185 yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

Setiap tahun kita berpuasa. Tentu saja tidak ingin kita menjadikan puasa hanya sebuah rutinitas yang tidak ada maknanya. Puasa yang kita lakukan diupayakan memberi dampak positif. Dari ayat tersebut dijelaskan bahwasannya tujuan dari orang berpuasa itu salah satunya membentuk diri menjadi orang yang bertakwa. Beruntunglah orang-orang seperti ini. Puasa wajib tersebut bisa menjadikan diri kita sebagai orang yang taqwa. Persis sebagaimana tujuan puasa yang termaktub di dalam ayat 183 Surat Al-Baqarah di atas. Namun, tentu puasa yang benar-benar serius dikerjakan.

Menjadikan puasa kita bisa sukses bukan persoalan yang sederhana. Ada banyak hal yang mesti dilakukan. Dimulai dari persiapan awal sebelum masuk bulan Ramadhan. Tepatnya pada bulan syaban. Pada bulan tersebut disunahkan seseorang untuk menjalankan ibadah puasa syaban. Puasa sunah tersebut bisa menjadi persiapan baik fisik maupun rohani dalam rangka menghadapi datangnya bulan Ramadhan.

Tatkala menjalankan puasa wajib di bulan ramadhan ini pun kita juga perlu memperhatikan berbagai hal. Tidak hanya menahan untuk tidak makan dan minum atau berbagai hal yang membatalkannya. Di saat berpuasa kita tidak boleh pula berkata kasar dan jorok. Dianjurkan pula orang yang berpuasa untuk banyak beramal saleh. Misalnya saja membaca Al-Quran, mendengarkan pengajian, membaca buku-buku agama Islam, bersedekah kepada orang yang memerlukan bantuan, menolong orang fakir miskin, dan masih banyak lagi.

Doa berbuka puasa sesuai sunah

Ketika sudah seharian berpuasa maka akhirnya tiba juga waktu untuk berbuka. Tepatnya di saat sudah masuk waktu shalat maghrib. Pada waktu tersebut kita disunahkan untuk membaca doa berbuka puasa sesuai sunah dengan khusyuk. Mengenai lafadz bacaan doanya yakni:

Doa Berbuka Puasa Lengkap Arab Latin Artinya

Latinnya :
DZAHA BAZHZHAMA U WABTALATIL ‘URUUQU, WA TSABATAL AJRU INSYAA ALLAH.
Artinya :
” Telah hilang dahaga dan urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.”

Doa ini diambil dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud. Jika kita menyimak doanya maka kita akan mengatakan sangat pendek doanya. Akan begitu mudah untuk menghafalkan doa yang pendek ini. Tidak perlu membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk bisa hafal dengan baik. Setelah hafal maka memang perlu untuk mengajarkan pula bacaan doa ini kepada saudara, keluarga maupun teman-teman. Sukses untuk puasanya sehingga akan terbentuklah manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah subhahanu wa ta’ala.

Ada seseorang yang kemudian bertanya mengenai masalah doa berbuka puasa ini. Pertanyaan yakni kapan membacanya. Saat sebelum makan atau minum ketika berbuka puasa atau sesudah makan atau minum ketika berbuka puasa? Ini memang sebuah pertanyaan yang bagus sekali. Amat penting memang mengetahui akan hal yang demikian. Kita akan membahasnya juga di sini. Doa di atas dibaca tepatnya setelah kita membatalkan puasa atau saat berbuka puasa pertama. Misalnya kita berbuka pertama dengan minum maka sesudah itu langsung membaca doa tersebut. Jikalau pada waktu berbuka kita minum air putih tiga tegukkan maka setelah selesai minum itu langsung membaca doa berbuka puasa sesuai sunah itu. Jika saat berbuka kita langsung makan buah kurma atau buah pisang maka sesudahnya kita langsung membaca doa seperti di atas. Kesimpulannya doa ini dibaca tidak sebelum minum atau makan dalam berbuka puasa. Akan tetapi malah sesudahnya. Untuk sebelumnya kita membaca doa sebelum makan seperti biasanya.

Sobat ngaji semua tentu sangat berharap puasa wajibnya sukses dikerjakan. Ibadah puasa wajib di bulan ramadhan ini memang setiap tahun sekali dilaksanakan. Membaca dan membahas doa saat berbuka puasa sesuai sunah lengkap arab latin dan artinya menjadi hal yang amat penting untuk kita lakukan. Buah ibadah yang sukses tentu akan nampak pada perilaku diri kita yang semakin baik dan mantap dalam menjalani hidup. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Bacaan Doa Berlindung Dari Malas Latin dan Artinya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji sekalian tentu pernah mengalami rasa malas. Maka penting sekali hari ini kita mempelajari lafadz doa berlindung dari malas latin dan artinya. Sifat malas ini memang bukan hal yang asing kita dengar. Hampir tiap hari ada saja orang yang mengatakan kata malas. Dalam rumah atau sebuah lingkup keluarga, sering kali ada kata malas yang terucap. Misalnya saja, seorang kakak minta adiknya untuk segera mencuci baju seragam sekolahnya sebab lusa seragam tersebut akan segera dipakainya. Namun, jawaban sang adik ialah nanti saja dan malas untuk saat itu mencuci baju.

Mungkin tidak hanya itu saja. Masih banyak contoh kata malas yang diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sobat ngaji tentu juga sering mendengarnya. Sifat malas ini sangatlah mengganggu dalam kehidupan seseorang. Ada berbagai dampak buruk dari kemalasan ini. Beberapa dampak negatif dari sifat malas ini yakni:

  1. Sulit mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
    Orang tidak akan bisa meraih ilmu tanpa ada usaha sama sekali. Ketika seseorang hendak mendapatkan ilmu yang bermanfaat maka perlu adanya upaya atau usaha yang maksimal. Belajar mendapatkan ilmu menjadi hal yang perlu dilakukan secara serius. Bila tidak ada usaha yang serius tentunya akan sulit kita mendapatkan ilmu tersebut. Ilmu mesti diusahakan dengan belajar dengan sungguh-sungguh. Bila mana seseorang malas untuk belajar maka akan sulit ia sukses mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Maka sifat malas ini akan menghalangi seseorang meraih ilmu yang manfaat.
  2. Menjadikan seseorang sulit berprestasi.
    Yang namanya prestasi itu tidak bisa didapatkan seperti membalik kedua telapak tangan. Ia perlu usaha keras agar bisa terwujud. Prestasi bisa diperoleh dalam berbagai bidang. Seorang pelajar ia bisa berprestasi di sekolahnya, seorang mahasiswa ia berprstasi di kampusnya, seorang santri bisa mendapatkan prestasi di pondok pesantrennya, seorang karyawan bisa berprestasi di tempat bekerjanya, seorang pengusaha bisa berprestasi di perusahaan yang dipimpinnya. Masih banyak lapangan atau bidang yang bisa menjadikan seseorang berprestasi. Memiliki sifat malas akan menjadikan seseorang sulit berprestasi. Ia tidak mau melakukan hal yang maksimal dalam usaha meraih prestasi. Pekerjaan atau aktivitasnya tidak bisa dikerjakan secara maksimal.
  3. Bisa membuat orang kecewa kepada kita.
    Ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan oleh orang yang malas. Mereka yang malas sangat mungkin bisa membuat orang lain menjadi kecewa. Misalnya saja ketika seorang pengusaha yang mengharapkan para karyawannya bekerja lebih rajin agar perusahaannya bisa berkembang pesat. Akan tetapi, para karyawannya malah bermalas-malasan. Sang pengusaha tentu kecewa dengan sikap karyawannya tersebut.
  4. Tugas dan pekerjaan tidak akan selesai.
    Orang yang malas biasanya gemar menunda-nunda. Termasuk diantaranya yakni menunda tugas atau pekerjaannya. Akibat dari malas ini akhirnya segala tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepada dirinya tidak akan selesai.

Sebetulnya masih banyak akibat buruk dari kemalasan ini. Intinya malas ini akan sangat merugikan bagi diri kita sendiri dan juga orang lain. Sudah sepantasnya sebagai seorang muslim yang baik untuk menghindari malas tersebut. Lalu, bagaimana cara kita melawan sifat malas ini. Usaha-usaha apa yang kiranya efektif untuk mengatasi rasa malas yang begitu mengganggu tersebut. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi rasa malas tersebut, diantaranya:
a. Menanamkan pada diri sendiri untuk tidak malas.
Pada diri kita masing-masing kita memiliki semangat yang kuat. Sebuah semangat untuk melawan kemalasan. Kita tidak ingin menjadi orang yang malas dalam hidup ini. Baik itu malas dalam bekerja, beribadah, dan beramal yang lainnya.
b. Ubahlah cara berpikir kita mengenai malas ini.
Kalau kita masih berpikir bahwasannya malas itu adalah sesuatu yang biasa saja maka akan sulit terhindar dari rasa malas tersebut. Kita mesti mengubah pandangan keliru tersebut. Malas bukannya hal yang biasa tetapi malas akan sangat merugikan diri kita. Ketika pola pikir kita sudah tepat dalam melihat masalah malas ini maka kita bisa mudah mengatasi malas.
c. Meminta nasihat orang lain.
Bagaimana pun kita perlu menerima nasihat dari orang lain. Supaya kita mendapatkan semangat baru untuk bisa terjauhkan dari rasa malas tersebut. Kita bisa minta nasihat itu dari orang tua, atau tokoh agama seperti para kyai atau ustadz, dan siapa saja.

Doa berlindung dari malas

Itulah beberapa upaya mengenai cara mengatasi malas. Satu hal yang tidak boleh ditinggalkan ialah kita memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Kita manusia makhluk yang lemah. Tidak punya daya dan upaya melainkan dari pertolongan-Nya. Kita perlu membaca doa berlindung dari malas. Bahkan tidak hanya sekali atau dua kali kita membacanya. Perlu dibaca berulang kali. Mengenai lafadz doanya yakni:

Bacaan Doa Berlindung Dari Malas Latin dan Artinya

Latinnya :
ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL ‘AJZI, WAL KASALI, WAL JUBNI, WAL HARAMI, WAL BUKHLI, WA A’UDZU BIKA MIN ‘ADZABIL QOBRI WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAATI.
Artinya :
” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

Kita mohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar dilindungi dari rasa malas. Dengan kita mengetahui doanya maka tinggal kita membacanya. Lalu kita bisa sempatkan untuk menghafalkannya dengan baik. Banyak sekali waktu-waktu yang amat bagus untuk kita gunakan berdoa. Misalnya saja saat sesudah selesai melaksanakan shalat wajib yang lima waktu. Kita langsung baca doa tersebut. Atau bisa juga menggunakan waktu-waktu yang lainnya. Intinya, sangat penting untuk kita membaca doa berlindung dari malas latin dan artinya di atas. Harapan kami artikel ini memberikan manfaat bagi sobat ngaji semuanya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Tips Supaya Karpet Di Masjid Tetap Wangi

Tips Supaya Karpet Di Masjid Tetap Wangi

Masjid merupakan tempat yang amat mulia. Di masjid itulah kita kaum muslimin melakukan ibadah setiap hari. Shalat wajib lima waktu dilaksanakan di dalam masjid selalu. Dari shalat subuh, dhuhur, asar, maghrib, dan shalat isya. Semuanya dikerjakan secara berjamaah di dalam masjid. Tidak lupa pula ketika hari jumat tiba. Shalat jumat yang banyak dihadiri oleh banyak kaum muslimin, baik itu anak-anak hingga para orang tua juga dikerjakan di dalam masjid. Tidak hanya untuk shalat saja. Aneka aktivitas lainnya juga banyak yang dikerjakan di masjid. Misalnya saja pengajian, pelatihan, membaca Al-Quran, dan musyawarah. Masjid tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan seorang muslim.

Setiap muslim pun hendaknya menjadi pemakmur masjid. Tidak hanya dalam arti membantu pembangunan masjid saja yang terkadang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Akan tetapi, ikut aktif dalam rangka rajin beribadah di dalam masjid. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam Al-Quran Surat At-Taubah ayat 18 yang artinya, Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.

Sangatlah jelas dalam masalah tersebut. Orang-orang yang mau memakmurkan masjid tentulah ia orang yang beriman kepada Allah dan juga beriman kepada hari akhir. Semangat dalam memakmurkan masjid memang mesti selalu dijaga. Tidak hanya pada momen tertentu saja. Tak hanya kalau di bulan ramadhan saja kita memakmurkan masjid tetapi di luar bulan ramadhan pun diharapkan selalu juga memakmurkannya. Dikarenakan masjid ini tempat yang sering dikunjungi oleh orang-orang yang beribadah di dalamnya maka kondisi masjid pun harus tetap terawat dan terjaga.

Segala fasilitas masjid mesti harus baik kondisinya. Satu diantarai fasilitas di masjid ialah karpet. Hari ini sudah banyak sekali masjid yang memiliki karpet. Bahkan sudah amat jarang masjid yang tidak menggunakan karpet. Merawat karpet masjid pun kini menjadi hal yang harus dilakukan. Karpet masjid harus dalam kondisi bersih dan tetap wangi. Sehingga dengan demikian orang-orang yang beribadah shalat dan lainnya akan menjadi semakin senang dan nyaman. Untuk itu, kita perlu sekali tahu tips supaya karpet di masjid tetap wangi. Berikut ini beberapa tipsnya.

  1. Tidak lupa memasang keset di setiap pintu masuk masjid.
    Bahkan jumlah keset pun sebaiknya tidak hanya satu. Kita perlu memastikan seluruh orang yang mau masuk masjid untuk menginjakkan kakinya di keset terlebih dahulu. Sehingga ketika nanti masuk ke dalam masjid maka kakinya sudah dalam keadaan bersih betul. Kondisi seperti ini akan membuat karpet masjid lebih terjaga kebersihannya dan wanginya pun akan lebih awet dengan dalam kondisi bersih.
  2. Rutin dalam membersihkan karpet masjid.
    Setiap hari sebaiknya masjid selalu dibersihkan. Mengapa harus setiap hari? Sebabnya masjid ini dikunjungi oleh banyak orang di tiap harinya. Rumah kita yang hanya dihuni oleh beberapa anggota keluarga saja mesti dibersihkan setiap hari. Padahal hanya sedikit orang yang ada di dalamnya. Apalagi masjid yang besar dan jamaah yang mendatanginya banyak sekali. Buatlah jadwal harian dalam membersihkan karpet masjid. Misalnya saja dibuat jadwal setiap setelah selesai shalat asar atau sebelum shalat subuh karpet masjid dibersihkan. Kebersihan karpet masjid akan menjaganya untuk tetap wangi.
  3. Karpet masjid dijemur di tempat yang panas.
    Melakukan penjemuran terhadap karpet masjid dirasa sangatlah penting. Dengan begitu maka karpet masjid bisa lebih mudah untuk dibersihkan. Juga karpet masjid akan lebih awet wanginya. Sebaiknya dibuat jadwal rutin dalam menjemur karpet ini. Paling tidak dalam satu bulan mesti dilakukan penjemuran sekali atau dua kali. Ketika habis dijemur maka debu yang tertempel akan lebih mudah dibersihkan.
  4. Menggunakan vacum cleaner dalam membersihkannya.
    Alat vacum cleaner sangat efektif dalam membersihkan karpet masjid. Cukup dengan alat ini yang disapukan ke seluruh permukaan karpet masjid. Dengan begitu semua kotoran yang ada di karpet menjadi tersedot di vacum cleaner. Kita pun sebaiknya memilih vacum cleaner yang berkualitas bagus. Hal ini agar hasilnya pun bagus dan tidak merusak tekstur permukaan karpet masjid.
  5. Memberi wewangian secara berkala.
    Ketika karpet masjid telah selesai dibersihkan maka selanjutnya perlu diberikan wewangian secukupnya. Pilih wewangian yang bagus. Wewangian yang dipilih pun yang khusus. Artinya wewangian tersebut khusus digunakan untuk karpet masjid.

Demikian beberapa tips yang bisa kita praktekkan dalam rangka membuat karpet masjid bisa tetap wangi. Kondisi karpet yang wangi ini akan membuat para jamaah semakin nyaman beribadah di dalam masjid.

Doa Iftitah Dalam Sholat Lengkap Latin Dan Artinya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Tiap hari kita sebagai seorang muslim menjalankan ibadah shalat wajib yang lima waktu. Sedari kecil idealnya seseorang mulai melaksanakan ibadah sholat ini. Pendidikan mengenai ibadah ini sudah harus dimulai semenjak anak masuk usia tujuh tahun. Sebelum itu sudah boleh diajarkan tentang masalah ibadah shalat. Lebih sedini mungkin akan lebih baik. Caranya mungkin dengan hal-hal yang sederhana. Anak tidak merasa diajari tentang shalat. Meskipun sebenarnya ia sedang dididik secara tidak langsung untuk mengetahui caranya shalat itu bagaimana. Salah satu cara mengajari anak untuk shalat ialah mengajak mereka untuk membersamai orang tua dalam shalat. Ketika ayah dan ibunya mengerjakan shalat, ajaklah sang buah hati untuk ada di dekat mereka. Meski pun sang anak belum bisa atau mau melakukan shalat seperti kita tidaklah masalah. Karena memang usia mereka masih kecil. Belum saatnya untuk berkewajiban mengerjakan shalat.

Misalnya saja anak kita suruh duduk di samping kita. Dengan mereka duduk di dekat kita mendirikan shalat maka mereka akan melihat dengan mata dan kepala sendiri bagaimana kita mengerjakan shalat. Seperti apa berdirinya? Lalu bagaimana cara mengangkat tangan saat takbiratul ihram? Kemudian bagaimana saat ruku dan sujud? Hingga akhirnya menengok ke arah kanan dan kiri dan mengucapkan salam. Ini semua bisa dilihat dengan lengkap tanpa media apa pun. Cukup anak ada di dekat orang tuanya saat shalat. Dan umumnya anak itu akan ingin selalu dekat dengan ayah dan ibunya. Meskipun mungkin shalatnya agak lama bagi si anak, tetapi anak tersebut akan tetap setia menunggui orang tuanya sedang shalat. Apalagi dengan si ibu. Biasanya dengan sang ibu anak kecil itu dekat sekali.

Model pendidikan seperti ini amat sederhana namun sangat efektif bagi perkembangan si buah hati. Terutama perkembangan dalam kehidupan beragamanya. Yang menjadi salah satu hal penting atau kewajiban utama yang mesti segera diajarkan kepada si buah hati yakni shalat wajib lima waktu. Dari shalat subuh, dhuhur, asar, maghrib, isya dan subuh. Masing-masing ada gerakan dan bacaanya yang harus dipelajari dengan baik. Setelah kami sampaikan pentingnya mendidik anak-anak dengan agama atau ibadah yang benar. Selanjutnya kita fokuskan di sini tentang pembahasan mengenai bacaan shalat sesuai sunah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Lafadz doa iftitah dalam shalat

Pada kesempatan kali ini kami tidak membahas seluruh bacaan di dalam shalat dari awal hingga akhir. Tetapi yang akan kami fokuskan ialah mengenai doa atau bacaan iftitah di dalam shalat. Permasalahan doa iftitah ini bukan hal yang sepele. Membacanya termasuk hal yang disunahkan. Sehingga sangatlah penting untuk kita memperhatikan doa tersebut. Yang paling penting untuk pertama kali yakni kita mengetahui lafazh doanya. Mengenai bacaa doanya yakni:

Doa Iftitah Dalam Sholat Lengkap Latin Dan Artinya

Latinnya :
WAJJAHTU WAJ-HIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIINA. INNA SHALAAATII WA NUSUKII, WA MAHYAAYA WA MAMAATII LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIINA. LAA SYARIIKALAHU WA BI DZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIINA. ALLAHUMMA ANTAL MALIKA LAA ILAHA ILLAA ANTA ANTA RABBII WA ANA ‘ABDUKA ZHALAMTU NAFSII WA ‘TARAFTU BIDZANBII FAGH FIRLII DZUNUUBII JAMII’AN INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA, WAHDINII LI AHSANIL AKHLAAQI LAA YAHDII LI AHSANIHAA ILLA ANTA, WASHRIF ‘ANNII SAYYI AHAA, LAA YASHRIFU ‘ANNII SAYYI AHAA ILLA ANTA, LABBAIKA WA SA’DAIKA, WAL KHAIRU KULLUHU BI YADAIKA, WASYARRU LAISA ILAIKA, ANA BIKA WA ILAIKA TABAARAKTA WA TA’AALAITA, ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIK.

Untuk arti atau terjemahan dalam bahasa Indonesia dari doa tersebut adalah:
Aku menghadap kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, dengan memegang agama yang lurus dan aku tidak tergolong orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalat, ibadah dan hidup serta matiku adalah untuk Allah. Tuhan seru sekalian alam, tiada sekutu bagi-Nya, dan karena itu, aku diperintah dan aku termasuk orang-orang muslim.
Ya Allah, Engkau adalah Raja, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau, engkau Tuhanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menganiaya diriku, aku mengakui dosaku (yang telah kulakukan). Oleh karena itu ampunilah seluruh dosaku, sesungguhnya tidak akan ada yang mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau. Tunjukkan aku pada akhlak yang terbaik, tidak akan menunjukkan kepadanya kecuali Engkau. Hindarkan aku dari akhlak yang jahat, tidak akan ada yang bisa menjauhkan aku daripadanya, kecuali Engkau. Aku penuhi panggilan-Mu dengan kegembiraan, seluruh kebaikan di kedua tangan-Mu, kejelekan tidak dinisbahkan kepada-Mu. Aku hidup dengan pertolongan dan rahmat-Mu, dan kepada-Mu (aku kembali). Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.

Kemudian doa iftitah yang lainnya:

Doa Iftitah Dalam Sholat Lengkap

Latinnya :
ALLAAHUMMA RABBA JIB-RILA WA MIIKAAIILA, WA ISRAAFIILA FAA THIRASSAMAA WAATI WAL ARDHI, ‘AALIMAL GHAIBI WASYAHAADATI ANTA TAHKUMU BAINA ‘IBAADIKA FIIMAA KAANUU FIIFI YAKHTALIFUUNA. IHDINII LIMAKH TULIFA FIIHI MINAL HAQQI BI IDZNIKA TAJDII MANTASYAA U ILA SHIRAATHIM MUSTAQIIM.
Untuk artinya atau terjemahannya adalah
“Ya Allah, Tuhan Jibrail, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Tuhan yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum (untuk memutuskan) apa yang mereka pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dari-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki”.

Atau bisa pula dengan membaca sebagai berikut :

Doa Iftitah Dalam Sholat

Latinnya :
ALLAHUMMA BAA’ID BAINII WA BAINA KHATHAA YAAYA KAMAA BAA’ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIB. ALLAHUMMA NAQQINII MIN KHATAAYAAYA KAMAA YUNAQATS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANAS. ALLAHUMAGH SILNII MIN KHATHAA YAAYA BIL MAA’I WATS TSALJI WAL BARAD.
Artinya atau terjemahannya adalah:
“Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan- kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air dan air es”.

Nah, demikian beberapa macam doa iftitah secara lengkap arab latin maupun juga dengan artinya. Memang ketika kita melaksanakan shalat wajib lima waktu, doa tersebut tidak kita baca secara jahr atau keras. Sehingga anak kita pun tidak mendengar bacaan kita. Namun, saat kita telah selesai mengerjakan shalat maka bisa dipakai untuk mengajarkannya kepada anak-anak. Semoga anak-anak kita menjadi insan yang taat beribadah dan berakhlak mulia. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Hujurat Ayat 12

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji semua yang berbahagia. Kali ini kita akan membahas hukum tajwid Al-Quran Surat Al-Hujurat ayat 12. Tentunya dilengkapi pula dengan penjelasan yang bisa memudahkan sobat untuk memahaminya. Lebih dari itu, kita pun dapat menambah wawasan keilmuan dengan membaca hasil analisis tajwid tersebut. Baiklah, kita langsung saja menyimaknya berikut ini.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Hujurat Ayat 12

Penjelasan hukum bacaan di atas yaitu:

  1. يٰۤاَ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2 , 4 atau 5 harakat.
  2. الَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham yakni masuk ke huruf lam.
  3. الَّذِيْنَ hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf dzal berharakat kasroh bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. اٰمَنُوا hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  5. جْتَنِبُوْا hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah jim disukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
    6.جْتَنِبُوْا hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf ba’ berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. كَثِيْرًا hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf tsa berharakat kasroh bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  7. كَثِيْرًامِّنَ hukumnya Idgham bighunnah karena huruf ra’ berharakat fathah tanwin bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  8. الظَّنِّ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah zha. Dibaca idgham yakni masuk ke huruf zha.
  9. الظَّنِّ hukumnya ghunnah sebab huruf nun berharakat tasydid. Cara membacanya dengan berdengung serta ditahan selama 3 harakat.
  10. اِنَّ hukumnya ghunnah sebab huruf nun berharakat tasydid. Cara membacanya dengan berdengung serta ditahan selama 3 harakat.
  11. الظَّنِّ hukumnya ghunnah sebab huruf nun berharakat tasydid. Cara membacanya dengan berdengung serta ditahan selama 3 harakat.
  12. اِثْمٌ وَّ hukumnya Idgham bighunnah karena huruf mim berharakat dhamah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  13. لَا hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  14. تَجَسَّسُوْا hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf sin berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  15. لَا hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  16. يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ hukumnya Idgham mutamatsilain karena huruf ba’ bersukun bertemu huruf ba berharakat fathah.
  17. بَّعْضُكُمْ بَعْضًا hukumnya Ikhfa syafawi karena huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung ditahan selama 3 harakat. Ada juga yang berpendapat cukup ditahan 2 harakat.
  18. بَعْضًا hukumnya Mad mad ‘iwadh karena huruf dlad berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat.
  19. كُمْ اَ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf hamzah. Cara membacanya dengan jelas.
  20. اَنْ يَّأْكُلَ hukumnya Idgham bighunnah karena huruf nun sukun bertemu huruf ya’. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  21. اَخِيْهِ hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf kha berharakat kasroh bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  22. مَيْتًا hukumnya Mad layin atau mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf mim berharakat fathah. Karena di tengah ayat berarti panjangnya cukup selama 2 harakat.
  23. مَيْتًا فَكَرِ hukumnya Ikhfa karena huruf ta’ berharakat fathah tanwin bertemu huruf fa’. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan 3 harakat. Ada pula yang berpendapat cukup 2 harakat menahannya.
  24. فَكَرِهْتُمُوْهُ hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf mim berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  25. وَاتَّقُوااللّٰهَ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat dhamah. Cara membacanya dengan ditebalkan.
  26. اِنَّ hukumnya ghunnah sebab huruf nun berharakat tasydid. Cara membacanya dengan berdengung serta ditahan selama 3 harakat.
  27. اِنَّ اللّٰهَ تَ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  28. تَوَّا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  29. بٌرَّ hukumnya Idgham bilaghunnah karena huruf ba’ berharakat dhamah tanwin bertemu huruf ra’. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
  30. تَوَّابٌرَّحِيْمٌ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang selama 2 sampai 6 harakat.

Demikian semoga bermanfaat untuk sobat pembaca semua. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Surat Al-Hujurat Ayat 10

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Menganalisis hukum tajwid Surat Al-Hujurat ayat 10 menjadi hal penting untuk kita lakukan. Maka pada kesempatan yang baik ini kami akan menganalisisnya. Untuk selanjutnya hasil dari analisis tersebut kami tuliskan secara lengkap di sini. Harapannya dengan kita mengetahui analisis tajwid sebuah ayat Al-Quran maka kita akan bisa membacanya dengan benar sebab sudah mengetahui kaidahnya. Baiklah sobat ngaji semua, tanpa menunggu lama kita bisa simak langsung di bawah ini.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Hujurat Ayat 10

Penjelasan atau keterangannya adalah:

  1. اِنَّمَا hukumnya Ghunah atau nun tasydid cara membacanya dengan ghunnah dan ditahan selama 3 harakat.
  2. مِنُوْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat dhammah bertemu huruf wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang selama 2 harakat.
  3. اِخْوَةٌفَاَ hukumnya Ikhfa karena huruf ta berharakat dhammah tanwin bertemu huruf fa’. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Ada juga yang berpendapat juga cukup ditahan selama 2 harakat.
  4. فَاَ صْلِحُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha’ berharakat dhammah bertemu huruf wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang selama 2 harakat.
  5. بَيْنَ hukumnya Mad layn karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf ba berharakat fathah. Dibaca panjang selama 2 harakat.
  6. اَخَوَيْكُمْ hukumnya Mad layn karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf wau berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  7. اَخَوَيْكُمْ وَ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu huruf wau. Untuk cara membacanya dengan jelas serta tidak berdengung sama sekali.
  8. تَّقُوااللّٰهَ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah yang berharakat dhamah. Cara membacanya tebal.
  9. لَعَلَّكُمْ تُرْ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu huruf ta. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
    10.تُرْحَمُوْنَ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dipanjangkan selama 2 sampai 6 harakat.

Sampai di sini semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat semua. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Mujadilah Ayat 11

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bertemu kembali dengan sobat semua. Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan begitu banyak nikmat. Satu bentuk wujud syukur kita terhadap nikmat itu ialah mempergunakannya di jalan kebaikan dan yang diridhai-Nya. Seperti pada kali ini kita akan belajar tentang Al-Quran. Kita di sini akan belajar mengenai analisis tajwid pada Surat Al-Mujadilah ayat 11 secara lengkap dengan alasan maupun penjelasannya. Baiklah, mari kita simak analisisnya.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Mujadilah Ayat 11

Penjelasan lengkap dari nomor-nomor di atas adalah :

  1. يٰۤاَ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  2. الَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  3. الَّذِيْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. اٰمَنُوْۤا hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  5. اٰمَنُوْۤا hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  6. اِذَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  7. قِيْلَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf qaf berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  8. لَكُمْ تَفَسَّحُوْا hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ta’. Cara membacanya dengan jelas.
  9. لَكُمْ تَفَسَّحُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha’ berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  10. الْمَجٰلِسِ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf jim berharakat fathah tegak serta setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. فَافْسَحُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha’ berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  12. يَفْسَحِ اللّٰهُ hukumnya Tarqiq karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah ha’ berharakat kasrah. Cara membacanya tipis.
  13. لَكُمْۚ وَ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf wau. Kemudian untuk cara membacanya yakni dengan jelas.
  14. اِذَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  15. قِيْلَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf qaf berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  16. قِيْلَ انْشُزُوْا hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  17. قِيْلَ انْشُزُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf zai berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  18. فَانْشُزُوْا hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  19. فَانْشُزُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf zai berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    20.ْفَعِ اللّٰهُ hukumnya Tarqiq karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah ‘ain berharakat kasrah. Cara membacanya tipis.
  20. الَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  21. الَّذِيْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  22. اٰمَنُوْا hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  23. اٰمَنُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    25.مِنْكُمْ hukumnya Ikhfa karena nun sukun bertemu huruf kaf. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Cara pengucapan seperti bunyi “ng”.
  24. مِنْكُمْۙ وَ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf wau. Cara membacanya dengan jelas.
  25. وَالَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  26. وَالَّذِيْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  27. اُوْتُوا hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  28. دَرَجٰتٍ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat. Tetapi kalau kita tidak berhenti di sini maka hukumnya menjadi mad thabi’i sebab huruf jim berharakat fathah tegak.
  29. وَاللّٰهُ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah wau berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  30. بِمَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  31. تَعْمَلُوْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  32. خَبِيْرٌ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

Sampai di sini dulu sobat. Tetap bersemangat selalu bukan? Semoga analisis tajwid di atas memiliki manfaat yang besar untuk sobat pembaca semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

3 Perbedaan Kitab Dan Suhuf

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kita sering mendapatkan pertanyaan mengenai masalah kitab dan suhuf. Memang keduanya sangatlah penting untuk dibahas. Dalam kajian kita kali ini kita akan membahasnya lebih detail. Sebelum beranjak kepada pembahasannya, ada baiknya sobat sekalian menyimak dalil tentang suhuf ini. Yakni pada Al-Quran Surat Al-A’la ayat 18-19.

Al-Quran Surat Al-A'la ayat 18-19

Ayat 18 artinya : Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,
Ayat 19 artinya : (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

Terdapat pula dalil yang lainnya mengenai suhuf ini yaitu pada Al-Quran Surat An-Najm ayat 36-38.

Al-Quran Surat An-Najm ayat 36-38.

ayat 36 artinya: Ataukah belum diberitakan (kepadanya) apa yang ada dalam lembaran-lembaran (Kitab Suci yang diturunkan kepada) Musa?
ayat 37 artinya: Dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?
ayat 38 artinya: (yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

Antara kitab dan suhuf memang memiliki perbedaan. Setidaknya terdapat 3 perbedaan kitab dan suhuf tersebut, yaitu:

  1. Mengenai bentuknya. Kitab bentuknya sudah dibukukan dengan baik. Sedangkan untuk suhuf bentuknya masih berupa lembaran-lembaran yang terpisah.
  2. Mengenai isinya. Isi dari kitab jauh lebih lengkap dibanding dengan suhuf.
  3. Mengenai masa berlakunya. Kitab memiliki masa berlaku yang jauh lebih lama. Sedangkan untuk suhuf masa berlakunya tidak lama.

Dengan uraian di atas kita akan memahami dengan baik perbedaan dari kitab dan suhuf. Akhirnya sampai di sini dahulu pembahasan kita kali ini, sampai bertemu kembali pada pembahasan yang lainnya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Doa Perlindungan Untuk Anak Lengkap Dengan Artinya

Pada kali ini kita akan membahas tentang doa perlindungan untuk anak lengkap dengan artinya. Setiap orang tua selalu menyayangi anak-anaknya. Orang tua sangat bahagia dengan kehadiran si buah hati. Anak-anak menjadi pelengkap kebahagiaan sebuah keluarga. Kelahiran seorang bayi di dunia merupakan kesyukuran yang luar biasa. Orang tua bersyukur diberi nikmat berupa anak. Di samping anak-anak itu juga sebetulnya sebagai amanah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagai seorang yang bersyukur tentu ia mesti menjaga betul amanah berupa anak ini. Ia akan merawat dan mendidik anak-anaknya dengan sebaik-baiknya.

Di hari ketujuh kelahiran seorang anak biasanya langsung dilakukan aqiqah. Ditandai dengan memberi nama kepada anak tersebut. Nama yang dibuat oleh orang tua pun adalah yang terbaik. Dalam nama yang ditentukan orang tua itu memiliki arti yang bagus. Di samping memberi nama, maka anak juga dicukur rambutnya. Tidak lupa pula dengan menyembelih kambing. Untuk anak yang lahir itu laki-laki maka menyembelih kambing jumlahnya dua. Sedang bila anaknya yang lahir itu perempuan maka menyembelih kambing jumlahnya satu.

Doa perlindungan untuk anak

Selanjutnya, orang tua pun hendaknya sering mendoakan kepada si anak. Tidak hanya orang tuanya saja sebetulnya. Siapa saja bisa mendoakan kepada si anak bayi tersebut. Bahkan mereka yang biasanya datang ke rumah pun sebaiknya membaca doa perlindungan anak dengan baik. Tidak hanya sekali saja, boleh mendoakannya berkali-kali. Lafazh dari doanya yakni:

Doa Perlindungan Untuk Anak Lengkap Dengan Artinya

Latin:
U’IIDZUKUMAA BI KALIMAA TILLAAHIT TAMMAH MIN KULLI SYAITHAA NIN WA HAAMMAH, WA MINKULLI ‘AININ LAAMMAH.

Yang artinya :
“Aku berlindung kepada Allah untukmu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala setan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat.”

Doa yang pendek dan begitu mudah untuk dihafalkan oleh siapa pun. Teman-teman pembaca yang belum hafal sama sekali bisa mulai untuk membacanya. Selanjutnya nantinya bisa dihafal dan diamalkan. Termasuk pula memahami makna di dalam doa tersebut penting untuk dilakukan. Doa tersebut sebetulnya bersumber dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Di dalam doa di atas kita mendoakan agar anak kecil dan bayi itu dilindungi Allah subhanahu wa ta’ala dari segala hal yang tidak baik. Dengan perlindungan Allah subhanahu wa ta’ala maka sudah sangat sempurna. Ketika Allah subhanahu wa ta’ala telah menurunkan perlindungan dan pertolongannya maka sudah tidak ada lagi yang bisa mengganggu si anak kecil atau bayi tersebut. Beberapa hal yang mengganggu anak kecil tersebut, antara lain;

  1. Setan dalam bentuk jin
    Setan ini pekerjaannya selalu mengganggu manusia. Sejak zaman Nabi Adam alaihissalam hingga hari kiamat nanti, setan akan selalu mengganggu manusia. Cara mengganggunya pun dengan aneka model dan bentuk. Tidak terkecuali kepada anak kecil kita. Setan juga akan bisa mengganggu anak kecil tersebut. Maka begitu penting bila kita berdoa untuk si anak itu.
  2. Binatang yang berbisa
    Segala binatang yang memiliki bisa tentu sangat berbahaya bagi manusia pada umumnya. Terlebih lagi bagi seorang anak kecil atau bayi yang sama sekali belum memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya.
  3. Pandangan mata yang jahat
    Meski sebuah pandangan mata saja. Tetapi pandangan mata yang jahat ini bisa membahayakan. Sehingga sangat penting untuk kita memohon perlindungan dari hal tersebut.

Begitu pentingnya doa tersebut. Rugilah bila kita sampai melupakannya. Meski kita belajar untuk bisa hafal dan selanjutnya bisa menghafalkannya dengan baik.

Doa Sebelum Belajar Lengkap Dengan Artinya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Setiap orang tentu ingin mendapatkan kebahagian dan kesuksesan di dalam hidupnya. Sobat ngaji semua pun juga pasti menginginkan hal yang demikian. Anak-anak yang masih sekolah saja sudah berniat dan bertekad untuk meraih kesuksesan. Saat masih muda digunakan untuk melakukan apa saja guna meraih masa depan yang gemilang. Belajar menjadi contoh kegiatan yang amat baik untuk dilakukan. Waktu muda hendaknya diisi dengan aktivitas positif semacam ini. Kesempatan emas di waktu seseorang masih berusia muda mestinya dimanfaatkan dengan baik untuk selalu banyak belajar.

Hampir sebagian besar waktu anak-anak dan para remaja digunakan untuk sekolah. Baik itu yang berupa sekolah umum, sekolah agama, madrasah, atau pun pondok pesantren yang kini semakin banyak jumlahnya. Di lembaga pendidikan berupa sekolah inilah kegiatan belajar menjadi hal yang paling utama. Ketika seorang melanjutkan pendidikannya maka masuklah ke perguruan tinggi atau universitas. Di tempat tersebut juga menjadi tempat belajar yang lebih komprehensif lagi. Di tingkat perguruan tinggi para mahasiswa akan lebih terfokus pada jurusan yang ia ambil. Memang sebagai seorang pelajar dan mahasiswa itu tugasnya belajar dengan sebaik mungkin. Meskipun pada kenyataannya belajar tidak hanya bisa dilakukan di dalam sekolah maupun kampus saja. Ada berbagai tempat lainnya yang bisa digunakan sebagai tempat belajar.

Macam-macam doa sebelum belajar

Tiap muslim tentunya mempunyai adab yang penting ketika belajar. Ia mestinya membaca doa sebelum belajar ketika sebelum memulainya. Sobat ngaji semua yang berbahagia. Kali ini kami akan tuliskan beberapa doanya.

Yang pertama :

Doa Sebelum Belajar Lengkap

ALLAAHUMMAFTAH LANA HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAINAA RAHMATAKA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR RAAHIMIIN.

Artinya:
“Ya Allah, bukakanlah untuk kami hikmah-Mu dan taburkanlah kepada kami rahmat-Mu dari gudang-gudang rahmat-Mu wahai Dzat yang Maha Kasih.”

Yang kedua:

Doa Sebelum Belajar

“RADLITTU BILLAHI RABBA, WABIL ISLAAMI DINAA, WA BI MUHAMMADIN NABIYA WARASULAA, RABBI ZIDNII ‘ILMAA WARZUQNII FAHMAA”.

Artinya:
“Kami ridho Allah Swt sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah aku pengertian yang baik”

Yang ketiga:

Doa Sebelum Belajar Pendek

RABBI ZIDNII ‘ILMAN WARZUQNII FAHMAA, WAJ’ALNII MINASH-SHAALIHIIN
Artinya :
“Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizqi akan kepahaman. Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang sholih.”

Dari ketiga macam di atas maka kita bisa memilih salah satu. Silakan kita memilihnya. Apakah yang pertama, kedua, atau yang ketiga. Belajar merupakan bentuk usaha untuk meraih ilmu. Kedudukan ilmu sangatlah mulia. Dengan ilmu banyak hal bisa dilakukan. Tentu saja ilmu yang bermanfaat. Bukan ilmu yang malah memberi madharat. Sesuatu yang baik maka semestinya diawali dengan berdoa. Dalam hal ini kita membaca doa sebelum belajar pada tiap kali hendak memulai aktifitas mulia tersebut.

Ada beberapa makna yang bisa kita ambil dari lafazh doa di atas. Pertama, kita sebagai manusia yang lemah maka sudah sepantas selalu memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Tidak ada daya dan kekuatan melainkan karena pertolongan dari Allah. Tak pantas orang yang sedang menuntut ilmu atau belajar menganggap bahwa ilmu yang diperolehnya itu berkat dari usahanya saja. Sikap seperti ini bisa membawa kepada kesombongan. Padahal, sikap sombong sangat dicela. Sikap seperti ini mesti dijauhi oleh mereka yang menuntut ilmu khususnya dan semua orang pada umumnya.

Yang kedua, kita meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala sebagai pemilik ilmu. Kita seharusnya memohon kepada Allah supaya dikaruniakan ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan. Baik itu untuk kebaikan di dunia maupun untuk kebaikan di akhirat kelak. Hanya Allah saja yang menguasai segala sesuatu. Ilmu-Nya tidak terbatas. Bahkan seluruh ilmu yang ada di dunia ini sebetulnya sangat sedikit sekali bila dibandingkan dengan ilmu yang ada di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

Yang ketiga, kita mesti ridha bahwa Allah subhanahu wa ta’ala sebagai tuhan kita, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi serta rasul dan Islam sebagai agama kita kaum muslimin. Dengan keridhaan ini maka kita akan menjadi lebih mudah meraih ilmu yang bermanfaat serta ilmu tersebut tidak membahayakan kehidupan manusia. Tentu saja keridhaan itu mesti tertanam betul di dalam hati sanubari. Yang keempat, mencari ilmu perlu memiliki kemampuan untuk memahami dengan baik. Maka kita memohon agar dipahamkan atas ilmu yang kita pelajari. Kemampuan pemahaman atau kecerdasan ini sangat memudahkan kita menyerap ilmu yang hendak dipelajari.

Dan yang kelima, kita memohon agar dijadikan orang-orang yang tergolong shalih. Setinggi ilmu atau sebanyak apa pun ilmu yang kita miliki tidak akan memberi kebaikan bagi diri seseorang bila mana tidak dilandasi dengan keshalihan. Idealnya, ilmu yang kita pelajari itu seyogyanya menjadikan diri kita menjadi orang yang lebih shalih lagi. Orang yang mendapatkan ilmu tersebut akan semakin dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala dalam kehidupannya.

Dengan berdoa maka kita akan menjadi orang yang benar-benar mengharap kebaikan. Ilmu yang akan kita pelajari menjadi lebih berkah. Proses untuk meraih ilmu yang penuh dengan adab yang baik yakni membaca doa sebelumnya merupakan satu point yang amat terpuji. Tidak mengherankan kalau para guru maupun ustadz atau ustadzah selalu mengajak para murid dan santrinya membaca doa terlebih dahulu sebelum memulai aktivitas pembelajaran. Tidak hanya pada pagi hari saja membaca doa seperti itu. Saat kapan pun hendak belajar sangat bagus bila membacanya selalu. Bila belum hafal maka bisa dimulai dari sekarang berusaha menghafalkannya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.