Hukum Tajwid Surat Al-Maidah Ayat 3

Posted on

Belajar hukum tajwid surat Al-Maidah ayat 3 sangat bermanfaat. Sobat ngaji perlu menyisihkan sebagian waktunya untuk mempelajarinya. Tidak usah sobat pergi kemana-kemana untuk mempelajari tajwid atau hukum bacaannya. Apalagi, hari ini kebetulan sedang musim penghujan.

Takutnya sobat nanti saat keluar rumah malah kehujanan. Bisa sakit malahan. Cukup sobat ngaji duduk tenang dan membaca tulisan mengenai pembahasan hukum bacaan dari Surat Al-Maidah ayat 3 ini dengan seksama. Dengan meluangkan waktu yang tidak terlalu lama sobat sudah bisa paham nantinya, insya Allah.

Akan tetapi, dalam membahasnya sobat mesti pelan-pelan saja. Supaya mudah dalam memahaminya. Kini sebaiknya kita langsung menyimak uraian tajwidnya berikut.

Tajwid Surat Al-Maidah ayat 3
Tajwid Surat Al-Maidah ayat 3

Keterangan dari nomor-nomor di atas yaitu:

  1. عَلَيْكُمُ hukumnya mad lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  2. الْمَيْتَةُ hukumnya mad lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf mim berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  3. الْخِنْزِيْرِ hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf zai. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf zai.
  4. وَمَاۤ اُهِلَّ hukumnya mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  5. لِغَيْرِ اللّٰهِ hukumnya tarqiq karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah ra berharakat kasrah. Cara membacanya tipis.
  6. بِهٖ hukumnya mad shilah qashirah sebab huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  7. وَالْمَوْ hukumnya mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf mim berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  8. قُوْذَةُ hukumnya mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf qaf berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  9. وَالنَّطِيْحَةُ hukumnya terdapat dua hukum di sini, pertama alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah nun. Dibaca idgham (masuk ke huruf nun ). Yang kedua, ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  10. وَمَاۤ اَ كَلَ hukumnya mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  11. السَّبُعُ hukumnya alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah sin. Dibaca idgham (masuk ke huruf sin ).
  12. اِلَّا hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  13. ذَكَّيْتُمْ hukumnya mad lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf kaf berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  14. وَمَا hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  15. النُّصُبِ hukumnya terdapat dua hukum di sini, pertama alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah nun. Dibaca idgham (masuk ke huruf nun ). Yang kedua, ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  16. وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  17. وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا hukumnya qalqalah sughra karena huruf qalqalah qaf berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
  18. وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  19. ذٰلِكُمْ hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  20. ذٰلِكُمْ فِسْقٌ hukumnya idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
  21. ذٰلِكُمْ فِسْقٌ hukumnya mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf ya berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  22. الَّذِيْنَ hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  23. كَفَرُوْا hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf ra berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  24. مِنْ دِيْنِكُمْ hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf dal. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  25. فَلَا hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  26. وَاخْشَوْنِ hukumnya mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf syin berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  27. لَكُمْ دِيْنَكُمْ hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf dal berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  28. دِيْنَكُمْ وَا hukumnya idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf wau. Cara membacanya dengan jelas.
  29. اَتْمَمْتُ hukumnya idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ta. Cara membacanya dengan jelas.
  30. عَلَيْكُمْ hukumnya mad lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  31. عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ hukumnya idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf nun. Cara membacanya dengan jelas.
  32. نِعْمَتِيْ hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf ta berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, huruf bersukun, huruf yang diwaqaf, dan huruf bertasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  33. وَرَضِيْتُ hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf dhad berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  34. الْاِسْلَامَ hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  35. دِيْنًا hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf dal berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  36. فِيْ hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  37. مَخْمَصَةٍ غَيْرَ hukumnya idzhar sebab huruf ta berharakat kasrah tanwin bertemu huruf ghain. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  38. غَيْرَ hukumnya mad lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf ghain berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  39. مُتَجَا hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf jim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  40. نِفٍ لِّاِثْمٍ hukumnya idgham bilaghunnah karena huruf mim berharakat kasrah tanwin bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
  41. لِّاِثْمٍۙ فَاِ hukumnya ikhfa karena huruf mim berharakat fathah tanwin bertemu huruf fa. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa.
  42. فَاِنَّ hukumnya ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  43. فَاِنَّ اللّٰهَ hukumnya tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah nun berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  44. غَفُوْ hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  45. غَفُوْرٌ رَّ hukumnya idgham bilaghunnah karena huruf ra berharakat dhamah tanwin bertemu huruf lam bertanda tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
  46. رَّحِيْمٌ hukumnya mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

Demikianlah analisa hukum bacaan dari Surat Al-Maidah ayat 3. Kemudian terkait terjemah dalam bahasa Indonesia atau arti dari ayat tersebut yakni:
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging hewan) yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang (sempat) kamu sembelih. (Diharamkan pula) apa yang disembelih untuk berhala. (Demikian pula) mengundi nasib dengan azlām (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Oleh sebab itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu. Maka, siapa yang terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Mudah-mudahan analisis di atas memberi banyak manfaat buat sobat ngaji semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *