Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Kafirun Dilengkapi Penjelasannya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sangat berbahagia bila kita menjadi orang yang bisa bermanfaat kepada orang lain. Khususnya pada kesempatan ini. Kami sangat berkeinginan bisa berbagi kebaikan sehingga termasuk golongan mereka yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Sedikit atau banyaknya sesuai dengan kemampuan. Seperti kami di sini ingin berbagi tentang hasil analisis hukum tajwid Surat Al-Quran Surat Al-Kafirun. Sebuah surat yang termasuk juz 30 di dalam Al-Quran. Berikut ini uraian hukum tajwidnya, silakan sobatngaji untuk menyimaknya.

Hukum Tajwid Surat Al-Kafirun Dilengkapi Penjelasannya

Penjelasan lengkap dari nomor-nomor di atas ialah :

  1. يٰۤاَ يُّهَا hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  2. الْكٰفِرُوْنَۙ hukumnya ada dua yang pertama Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf kaf. Dibaca secara jelas. Kemudian yang kedua hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf kaf berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  3. الْكٰفِرُوْنَۙ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.
  4. لَاۤ اَعْبُدُ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  5. مَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. تَعْبُدُوْنَۙ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.
  7. وَلَاۤ اَ نْتُمْ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  8. اَ نْتُمْ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  9. اَ نْتُمْ عٰبِدُوْنَ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ‘ain. Cara membacanya dengan jelas.
  10. عٰبِدُوْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dal berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. مَاۤ اَعْبُدُۚ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  12. مَاۤ اَعْبُدُۚ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  13. وَلَاۤ اَ نَا hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  14. ۤ اَ نَاhukumnya Tanda sifrul mustathil yaitu tanda bulatan kecil lonjong di atas huruf alif. Cara membaca huruf nun dengan panjang bila diwaqaf atau dan dibaca pendek bila washal atau terus.
  15. عَابِدٌ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ‘ain berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  16. عَابِدٌ مَّا hukumnya Idgham bighunnah karena huruf dal berharakat dhamah tanwin bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  17. مَّا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  18. عَبَدْتُّمْۙ hukumnya Idgham mutajanisain karena huruf dal sukun bertemu dengan huruf ta’. Cara membacanya dengan memasukkan huruf pertama ke huruf kedua.
  19. وَلَاۤ اَ نْتُمْ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  20. اَ نْتُمْ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  21. اَ نْتُمْ عٰبِدُوْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ‘ain berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  22. مَاۤ اَعْبُدُ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  23. مَاۤ اَعْبُدُ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  24. لَكُمْ دِيْنُكُمْ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf dal. Cara membacanya dengan jelas.
  25. لَكُمْ دِيْنُكُمْ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  26. دِيْنُكُمْ وَ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf wau. Cara membacanya dengan jelas.
  27. وَلِيَ دِيْنِ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

Demikian penjelasan mengenai hukum tajwid dari surat Al-Kafirun. Karena surat ini sering dibaca di dalam shalat berjamaah maka penting sekali untuk mengetahui tajwidnya. Sehingga tatkala kita membacanya menjadi lebih fasih dan benar tentunya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk sobat semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *