Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Falaq

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Surat Al-Falaq termasuk bagian juz 30 dalam Al-Quran. Surat ini sering sekali dibaca oleh para imam yang memimpin shalat berjamaah. Surat Al-Falaq juga termasuk surat pendek yang banyak dihafal oleh kaum muslimin. Bahkan banyak anak-anak yang telah hafal di luar kepala. Akan tetapi, mengenai fasih tidaknya dalam membacanya maka kita perlu selalu belajar. Untuk itu, penting sekali kita mengetahui hukum tajwid Surat Al-Falaq dari ayat 1 sampai 5. Dengan memahami ilmu tajwid dari Surat Al-Falaq maka kita akan bisa membacanya dengan baik. Termasuk pula kualitas bacaan kita akan meningkat. Silakan disimak analisis hukum tajwidnya berikut.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Falaq

Penjelasan secara terperinci dari hukum tajwidnya adalah:

  1. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf ‘ain berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  2. Hukumnya alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf fa. Dibaca secara jelas.
  3. Hukumnya qalqalah kubra karena huruf qalqalah qaf diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  4. Hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  5. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. Hukumnya qalqalah kubra karena huruf qalqalah qaf diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  7. Hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  8. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf ghain berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. Hukumnya idzhar sebab huruf qaf berharakat kasrah tanwin bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  10. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. Hukumnya qalqalah kubra karena huruf qalqalah ba’ diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  12. Hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  13. Terdapat dua hukum dalam hal ini, pertama alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah nun. Dibaca idgham (masuk ke huruf nun ). Yang kedua, ghunnah sebab mim bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  14. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf tsa berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  15. Hukumnya qalqalah kubra disebabkan huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  16. Hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  17. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha’ berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  18. Hukumnya idzhar sebab huruf dal berharakat kasrah tanwin bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  19. Hukumnya qalqalah kubra disebabkan huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal