Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Ashr

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji yang berbahagia. Di pagi hari yang amat cerah ini kami mau berbagi tentang analisis hukum tajwid dari Al-Quran Surat Al-Ashr. Jumlah ayatnya ada 3. Cukup pendek surat ini. Seringkali dipilih oleh para imam untuk dibaca saat melaksanakan shalat berjamaah. Namun, tidak semua orang mengetahui hukum tajwid apa saja yang ada di dalamnya. Maka pada kesempatan yang baik ini, sobatngaji.com akan menguraikan hukum tajwidnya kepada para pembaca semuanya.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Ashr

Penjelasan secara terperinci dari hukum tajwidnya yakni:

  1. Alif lam qamariyah alasannya huruf alif lam bertemu huruf ‘ain. Cara membacanya secara jelas.
  2. Ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat dengungnya.
  3. Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf sin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan pula selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, pastikan sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf sin.
  4. Mad asli atau mad thabi’i sebab huruf sin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya dipanjangkan sampai 2 harakat.
  5. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya dipanjangkan selama 2 harakat.
  6. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  7. Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  8. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  10. Mad tamkin sebab sebelum huruf wau sukun adalah huruf nun berharakat dhamah dan setelah huruf wau sukun bertemu huruf wau berharakat fathah. Cara membacanya dipanjangkan 2 harakat.
  11. Ada dua hukum di sini, pertama alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (masuk ke huruf shad ). Yang kedua mad asli atau mad thabi’i karena huruf shad berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  12. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  13. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  14. Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf shad berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  15. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  16. Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf shad berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  17. Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (masuk ke huruf shad ).
  18. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba’ berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.

Begitulah uraian hukum-hukum tajwid di dalam Surat Al-Ashr. Setelah kita mengetahui hukum tajwidnya maka tinggal kita praktekkan tatkala saat membacanya. Baik ketika di dalam shalat maupun di luar shalat. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *