Doa Berbuka Puasa Lengkap Arab Latin Artinya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Alhamdulillah hari ini kita diberi banyak nikmat oleh Allah subhanallahu wa ta’ala. Dari semenjak bangun tidur hingga kita kembali tidur lagi kita berlimpah nikmat dan karunia. Tidak akan mampu kita menghitung aneka nikmat tersebut. Betapa sepandai apa pun otak kita. Tetap tidak akan mampu menghitung besar dan banyaknya nikmat dari-Nya. Sampai-sampai kalau disuruh untuk menghitungnya maka tidak akan mampu kita manusia melakukannya. Sebab manusia itu sangat lemah. Maka, bersujud kita kepada Allah subhanallahu wa ta’ala. Kita akui bahwa kita lemah dan tiada mempunyai daya maupun upaya kecuali dengan pertolongan-Nya.

Rukun Islam itu ada lima. Pertama mengucapkan syahadat. Kedua mendirikan shalat wajib 5 waktu. Ketiga melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Keempat membayara zakat. Yang kelima ialah mengerjakan ibadah haji bagi yang mampu. Dari situ kita bisa tahu bahwa puasa itu termasuk dari rukun Islam. Setiap muslim yang taat selalu rutin menjalankan ibadah puasa wajib ini di bulan Ramadhan. Bulan ramadhan ini ada di dalam kalender penanggalan Hijriyah. Dan untuk sekarang ini sudah banyak orang yang memiliki kalendar yang ada penanggalan hijriyahnya dengan lengkap. Ada yang khusus penanggalan hijriyah dan ada pula yang campur antara penanggalan masehi serta hijriyah. Tidak sulit untuk bisa melihat kapan akan tiba bulan ramadhan jika kita punya kalender hijriyah tersebut.

Puasa ialah menahan diri dari minum, makan, serta berbagai aktivitas yang dapat menjadikan puasanya batal dengan batas waktu dari waktu adzan subuh hingga waktu maghrib. Tentu saja orang yang melakukannya harus berniat untuk menjalankannya ikhlas karena Allah Swt. Sebelum terbit fajar atau waktu subuh kita sudah harus berniat untuk menjalankannya. Dalam satu bulan dalam kalender hijriyah jumlahnya hari ada 30 dan 29. Sehingga lama menjalankan puasa selama sebulan penuh itu bisa 30 hari atau kadang hanya 29 hari. Ada hal-hal yang bisa merusak puasa. Diantaranya hal-hal yang mengakibatkan rusak puasa kita itu adalah berbicara kotor, marah, berdusta, menggunjing atau ghibah, mencela, dan berbagai kemaksiatan lainnya.

Bagi wanita yang datang bulan maka wajib untuk mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan. Bagi orang yang sedang sakit pun juga demikian. Bisa mengganti atau qada’ di selain bulan ramadhan. Orang yang sedang safar atau bepergian jauh pun dibolehkan untuk tidak berpuasa. Ukuran jauh ini kurang lebih 90 km. Konsekuensinya ia harus menggantinya di hari yang lain. Namun, bagi orang yang sudah sakit menahun dan tidak bisa diharapka lagi kesembuhannya serta tidak sanggup menjalankan puasa maka ia boleh tidak berpuasa dengan syarat membayar fidyah. Demikian pula bagi mereka yang sudah berusia lanjut dan tak kuat menjalankan ibadah puasa wajib ini. Fidyah adalah memberi makanan pokok sebesar 3/4 liter setiap hari kepada fakir miskin. Jumlah harinya disesuaikan dengan jumlah hari yang ia tidak berpuasa.

Puasa itu nikmat. Puasa juga dapat menyehatkan tubuh. Kita bisa mengambil banyak hikmah dari puasa yang dijalani. Bahkan, bila kita mungkin merasa makan kurang terasa enak, maka di waktu berbuka puasa akan merasakan nikmatnya makan. Bila tidak percaya, silakan dicoba saja. Sesuai sunah, tidak lupa kita juga mesti membaca doa berbuka puasa pada saat itu. Mengenai lafazh doanya ialah :

Doa Berbuka Puasa Lengkap Arab Latin Artinya

Latinnya :
DZAHA BAZHZHAMA U WABTALATIL ‘URUUQU, WA TSABATAL AJRU INSYAA ALLAH.
Artinya :
” Telah hilang dahaga dan urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.”

Doa ini diambil dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud. Jika kita menyimak doanya maka kita akan mengatakan sangat pendek doanya. Akan begitu mudah untuk menghafalkan doa yang pendek ini. Tidak perlu membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk bisa hafal dengan baik. Setelah hafal maka memang perlu untuk mengajarkan pula bacaan doa ini kepada saudara, keluarga maupun teman-teman. Sukses untuk puasanya sehingga akan terbentuklah manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah subhahanu wa ta’ala. Persis sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”. Dari ayat tersebut dijelaskan bahwasannya tujuan dari orang berpuasa itu salah satunya membentuk diri menjadi orang yang bertakwa. Beruntunglah orang-orang seperti ini.

Ada seseorang yang kemudian bertanya mengenai masalah doa saat berbuka puasa ini. Pertanyaan yakni kapan membacanya. Saat sebelum makan atau minum ketika berbuka puasa atau sesudah makan atau minum ketika berbuka puasa? Ini memang sebuah pertanyaan yang bagus sekali. Amat penting memang mengetahui akan hal yang demikian. Kita akan membahasnya juga di sini. Bacaan doa berbuka puasa di atas dibaca tepatnya setelah kita membatalkan puasa atau saat berbuka puasa pertama. Misalnya kita berbuka pertama dengan minum maka sesudah itu langsung membaca doa tersebut. Jikalau pada waktu berbuka kita minum air putih tiga tegukkan maka setelah selesai minum itu langsung membaca doa. Jika saat berbuka kita langsung makan buah kurma atau buah pisang maka sesudahnya kita langsung membaca doa seperti di atas. Kesimpulannya doa ini dibaca tidak sebelum minum atau makan dalam berbuka puasa. Akan tetapi malah sesudahnya. Untuk sebelumnya kita membaca doa sebelum makan seperti biasanya.

Sobat ngaji semua tentu sangat berharap puasa wajibnya sukses dikerjakan. Ibadah puasa wajib di bulan ramadhan ini memang setiap tahun sekali dilaksanakan. Buah ibadah yang sukses tentu akan nampak pada perilaku diri kita yang semakin baik dan mantap dalam menjalani hidup. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.