Hukum Tajwid Al-Quran Surat An-Nisa Ayat 59 Dilengkapi Penjelasannya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kabar baik semoga selalu menyertai kita semua sobat ngaji sekalian. Meski pada siang hari yang begitu panas suhunya ini, tetap saja tak menyurutkan semangat untuk berbuat yang bermanfaat kepada sesama. Senantiasa pula selalu beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Membaca ayat-ayat suci Al-Quran salah satunya. Kita akan mendapatkan banyak pahala dari membaca Al-Quran. Salah satu ayat tersebut yakni Surat An-Nisa ayat 59. Kiranya amat penting dan perlu kita mengetahui analisis hukum tajwid Al-Quran Surat An-Nisa ayat 59 tersebut. Berikut ini silakan disimak uraiannya:

Hukum Tajwid Surat An-Nisa Ayat 59

Penjelasan dari nomor-nomor di atas adalah:

  1. يٰۤاَ يُّهَا hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  2. الَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam).
  3. الَّذِيْنَ hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf dzal berharakat kasroh bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. اٰمَنُوْۤا hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  5. اٰمَنُوْۤااَطِيْعُو hukumnya Mad jaiz munfasil karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  6. اٰمَنُوْۤااَطِيْعُو hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf tha berharakat kasroh bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  7. اللهَ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat dhommah. Cara membacanya tebal.
  8. اَطِيْعُو hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf tha berharakat kasroh bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. الرَّسُوْ لَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf ra’. Dibaca idgham (masuk ke huruf ra).
  10. الرَّسُوْ لَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. الْاَمْرِ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ra’. Cara membacanya dengan jelas.
  12. مِنْكُمْۚ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf kaf. Cara membacanya samar dengan dengung.
  13. فَاِنْ تَنَا hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta’. Cara membacanya samar dengan dengung.
  14. فَاِنْ تَنَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  15. زَعْتُمْ فِيْ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa’. Cara membacanya dengan jelas.
  16. زَعْتُمْ فِيْ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa’ berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  17. شَيْءٍفَرُدُّوْهُ hukumnya Mad layin atau lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf syin berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  18. شَيْءٍفَرُدُّوْهُ hukumnya Ikhfa karena huruf hamzah berharakat kasrah tanwin bertemu huruf fa’. Dibaca samar-samar dengan dengung. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa’.
  19. اللهِ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  20. الرَّسُوْلِ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf ra’. Dibaca masuk ke huruf ra.
  21. الرَّسُوْلِ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  22. اِنْ كُنْتُمْ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf kaf. Cara membacanya samar dengan dengung. Pengucapannya nun sukun menjadi seperti “ng”.
  23. اِنْ كُنْتُمْ hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung. Ketika mengucapkan huruf nun mati, ujung lidah hampir menyentuh pangkal dua buah gigi atas sesuai makhraj huruf ta’.
  24. كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ta’. Cara membacanya dengan jelas.
  25. كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  26. بِاللهِ hukumnya Tarqiq karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat kasrah. Cara membacanya tipis.
  27. الْيَوْمِ hukumnya Mad layin atau lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf ya’ berharakat fathah.
  28. الْاٰ خِرِ hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  29. ذٰلِكَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah tegak atau berdiri dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  30. خَيْرٌ hukumnya Mad layin atau lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf kho’ berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  31. خَيْرٌوَّ hukumnya Idgham bighunnah karena huruf ra’ berharakat dhammah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  32. تَأْوِيْلًا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  33. hukumnya Mad ‘iwadh karena lam alif berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat.

Nah, begitulah uraian lengkap hukum tajwidnya. Semoga bermanfaat untuk sobat semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Surat At-Taubah Ayat 105

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bagaimana kabar teman-teman semuanya? Insya Allah semua baik-baik saja kan? Kali ini sobatngaji akan membahas tentang hukum tajwid surat At-Taubah ayat 105. Tentunya juga ada penjelasan secara lengkapnya sehingga teman-teman pembaca akan terbantu sekali dalam memahaminya. Kala kita ingin bisa membaca ayat tersebut dengan baik maka perlu sekali untuk melihat analisis hukum tajwidnya. Memang tiap ayat di dalam Al-Quran selalu ada hukum tajwidnya. Baik, mari langsung kita simak saja berikut ini.

hukum tajwid surat at-Taubah ayat 105

Penjelasan lengkap dari nomor-nomor di bawah ayat tersebut yakni:

  1. اعْمَلُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  2. اللّٰهُ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  3. عَمَلَكُمْ وَ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu huruf wau. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  4. رَسُوْلُه hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  5. رَسُوْلُه hukumnya Mad shilah qashirah sebab huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. الْمُؤْمِنُوْنَ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat. Namun, apabila kita washal atau terus, maka hukumnya menjadi mad thobii.
  7. وَسَتُرَدُّوْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dal berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  8. اِلٰى hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. عٰلِمِhukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ‘ain berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  10. الْغَيْبِ hukumnya Mad layn atau mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf ghain berharakat fathah.
  11. وَالشَّهَادَةِ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah syin. Dibaca idgham (masuk ke huruf syin).
  12. وَالشَّهَادَةِ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  13. فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا hukumnya Ikhfa syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  14. كُنْتُمْ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar-samar dengan dengung dan ditahan 3 harakat.
  15. كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu huruf ta. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  16. كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.

Nah, begitulah analisis tajwid dari Surat At-Taubah ayat 105. Kami berharap tulisan ini memberikan banyak manfaat untuk para pembaca yang berbahagia. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Surat Al-Ikhlas

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobatngaji semua. Kali ini kami akan tuliskan analisis hukum tajwid Surat Al-Ikhlas. Sebuah surat dalam Al-Quran yang terdiri dari empat ayat. Amat sering dibaca tatkala shalat wajib lima waktu. Termasuk pula kala mengerjakan shalat sunah. Kami yakin, sobat semua ingin mengetahui hukum-hukum tajwid yang ada di dalam surat tersebut. Maka untuk lebih baiknya, kita langsung simak uraianya berikut ini.

Hukum Tajwid Surat Al-Ikhlas

Penjelasan dari nomor di bawah ayat 1-4 di atas yakni :

  1. اَللّٰهُ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  2. اَحَدٌ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  3. اَللّٰهُ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  4. الصَّمَدُ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (masuk ke huruf shad).
  5. الصَّمَدُ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  6. وَلَمْ يُوْلَدْ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ya’. Cara membacanya dengan jelas.
  7. وَلَمْ يُوْلَدْ hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf ya’ berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  8. وَلَمْ يُوْلَدْ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  9. يَكُنْ لَّه hukumnya Idgham bilaghunnah karena huruf nun sukun bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
  10. يَكُنْ لَّه hukumnya Mad shilah qashirah sebab huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. كُفُوًااَحَدُ hukumnya Idzhar sebab huruf wau fathah tanwin bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
    12.كُفُوًااَحَدُ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.

Nah, semoga analisis tajwid pada Surat Al-Ikhlas ini memberi manfaat bagi para sobat pembaca sekalian. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 183

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Mengawali pagi yang masih dingin udaranya ini kita bersyukur atas banyaknya nikmat yang telah diterima. Dengan kesyukuran itu maka akan membuka jalan kebahagiaan di dalam hidup dan kehidupan. Berbagai nikmat lainnya akan ditambahkan lagi. Sobat ngaji sekalian tentu sering mendengar dibacakannya Surat Al-Baqarah ayat 183. Khususnya menjelang atau saat masuk bulan ramadan. Bulan dimana seluruh kaum muslimin menjalankan ibadah wajib puasa. Selama sebulan penuh lamanya berpuasa guna meraih ridha dari Allah subhanahu wa ta’ala. Nah, kali ini kami akan membahas tentang analisis hukum tajwid Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 183 dengan lengkap alasan-alasannya.

hukum tajwid surat al-baqarah ayat 183

Mengenai penjelasan lengkapnya adalah:

  1. يٰۤاَيُّهَا hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  2. الَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  3. الَّذِيْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. اٰمَنُوْا hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  5. اٰمَنُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. عَلَيْكُمُ hukumnya Mad lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  7. الصِّيَامُ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (masuk ke huruf shad ).
  8. الصِّيَامُ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ya berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. كَمَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  10. الَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  11. .الَّذِيْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  12. مِنْ قَبْلِكُمْ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf qaf. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Cara pengucapan seperti bunyi “ng”.
  13. مِنْ قَبْلِكُمْ hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
  14. قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf lam. Cara membacanya dengan jelas.
  15. تَتَّقُوْنَۙ﴿۱۸۳ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

Semoga analisis tajwid di atas bermanfaat untuk para pembaca semua. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Surat At-Taubah Ayat 119 Lengkap

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji yang berbahagia. Pada hari ini kami mengajak untuk membaca hasil analisis hukum tajwid Surat At-Taubah ayat 119 lengkap dengan alasan atau penjelasannya. Hal ini perlu kami tuliskan di sini karena ketika kita ingin membaca ayat tersebut maka perlu sekali mengetahui hukum tajwidnya. Langsung saja silakan menyimaknya di bawah ini.

Tajwid Surat At-Taubah Ayat 119

Keterangan lengkap dari nomor-nomor di atas adalah sebagai berikut:

  1. يٰۤاَيُّهَا hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  2. الَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  3. اٰمَنُوا hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. اللّٰهَ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah qaf berharakat dhamah. Cara membacanya tebal.
  5. وَكُوْنُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf kaf berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. وَكُوْنُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  7. الصّٰدِقِيْنَ hukumnya Terdapat dua hukum di sini, pertama alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (masuk ke huruf shad ). Kedua, mad asli atau mad thabi’i karena huruf shad berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  8. الصّٰدِقِيْنَ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

Demikian semoga kita bisa mengambil manfaatnya dengan baik. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Surat Al-Maidah Ayat 48

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bagaimana kabar sobat sekalian? Tetap semangat ngaji kan? Alhamdulillah kalau begitu. Kali ini kita akan mengkaji hukum tajwid Surat Al-Maidah ayat 48 lengkap dengan rincian keterangannya. Agar bisa membaca ayat tersebut dengan benar dan baik tentu kita mesti harus tahu dulu akan hukum-hukum tajwidnya. Termasuk kali ini kita akan membahasnya dengan lengkap. Sobat ngaji sekalian bisa menyimaknya di bawah ini.

hukum tajwid surat al-Miadah ayat 48

Untuk keterangan lengkap atau penjelasannya, sobat bisa menyimaknya berikut :

  1. اَنْزَلْنَاۤاِلَيْكَ hukumnya ikhfa sebab huruf nun sukun bertemu huruf zai. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf zai.
  2. اَنْزَلْنَاۤاِلَيْكَ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  3. اَنْزَلْنَاۤاِلَيْكَ hukumnya mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  4. الْكِتٰبَ hukumnya alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf kaf dibaca secara jelas.
  5. الْكِتٰبَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ta berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Huruf ta berharakat alif khanjariyah atau fathah tegak sama dengan huruf ta bertemu alif. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. قًا لِّمَا hukumnya Idgham bilaghunnah karena huruf qaf berharakat fathah tanwin bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
  7. قًا لِّمَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat
  8. بَيْنَ hukumnya mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf ba berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  9. يَدَ يْهِ hukumnya mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf dal berharakat. Dibaca panjang 2 harakat.
  10. الْكِتٰبِ hukumnya alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf kaf dibaca secara jelas.
  11. الْكِتٰبِ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ta berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  12. مُهَيْمِنًاعَلَيْهِ hukumnya mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf ha berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  13. مُهَيْمِنًاعَلَيْهِ hukumnya Idzhar sebab huruf nun berharakat fathah tanwin bertemu huruf ‘ain. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  14. مُهَيْمِنًاعَلَيْهِ hukumnya mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  15. فَا حْكُمْ بَيْنَهُمْ hukumnya Ikhfa syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  16. بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ hukumnya Ikhfa syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  17. بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ hukumnya mad jaiz munfasil sebab huruf mad bertemu hamzah di lain kata dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  18. بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf zai. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf zai.
  19. اللّٰهُ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah lam berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  20. لَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  21. اَهْوَآءَ hukumnya Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
  22. هُمْ عَمَّا hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ‘ain. Cara membacanya dengan jelas.
  23. عَمَّا hukumnya Ghunnah dan mad thabii karena mim bertanda tasydid dan huruf lam berharakat fathah bertemu alif lalu setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat dan untuk mad thabii dibaca panjang 2 harakat.
  24. جَآءَ hukumnya mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
  25. الْحَقِّ hukumnya alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf ha’ dibaca secara jelas.
  26. لِكُلٍّ جَعَلْنَا hukumnya Ikhfa karena huruf lam berharakat kasrah tanwin bertemu huruf jim. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf jim.
  27. لِكُلٍّ جَعَلْنَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat
  28. مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّ hukumnya Ikhfa karena huruf nun berharakat sukun bertemu huruf kaf. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Cara pengucapan seperti bunyi “ng”.
  29. مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf syin. Cara membacanya dengan jelas.
  30. مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّ hukumnya Idgham bighunnah karena huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau bertasydid. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  31. مِنْهَاجًا hukumnya Idzhar sebab huruf nun sukun bertemu huruf ha. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  32. مِنْهَاجًا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  33. لَوْشَآءَ hukumnya mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  34. لَوْشَآءَ hukumnya mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
  35. اللّٰهُ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  36. لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf hamzah. Cara membacanya dengan jelas.
  37. لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً hukumnya Ghunnah karena mim bertanda tasydid cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  38. اُمَّةًوَّاحِدَةً hukumnya Idgham bighunnah karena huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  39. اُمَّةًوَّاحِدَةً hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  40. وَّاحِدَةًوَّ hukumnya Idgham bighunnah karena huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  41. لٰكِنْ لِّيَبْلُوَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  42. لٰكِنْ لِّيَبْلُوَ hukumnya Idgham bilaghunnah karena huruf nun sukun bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
  43. لٰكِنْ لِّيَبْلُوَ hukumnya qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba’ berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat cara membacanya dipantulkan secara ringan.
  44. كُمْ فِيْ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
  45. مَاۤ اٰتٰكُمْ hukumnya mad jaiz munfasil sebab huruf mad bertemu hamzah di lain kata dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  46. مَاۤ اٰتٰكُمْ hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  47. مَاۤ اٰتٰكُمْ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ta berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  48. اٰتٰكُمْ فَا hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
  49. الْخَيْرٰتِ hukumnya alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf kha dibaca secara jelas.
  50. الْخَيْرٰتِ hukumnya mad lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf kha berharakat fathah Dibaca panjang 2 harakat.
  51. اِلَى اللّٰهِ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  52. مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf jim. Cara membacanya dengan jelas.
  53. مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  54. جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ hukumnya Ikhfa karena huruf ‘ain berharakat fathah tanwin bertemu huruf fa. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa.
  55. فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا hukumnya Ikhfa syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  56. فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  57. كُنْتُمْ فِيْهِ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  58. كُنْتُمْ فِيْهِ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
  59. كُنْتُمْ فِيْهِ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  60. تَخْتَلِفُوْنَ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk sobat pembaca semua. Sampai bertemu kembali pada kesempatan lainnya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Surat Al-Isra Ayat 32 Lengkap

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji sekalian. Kali ini kami akan membahas hukum tajwid Surat Al-Isra ayat 32 yang dilengkapi dengan alasannya. Untuk bisa membaca ayat ini dengan baik maka kita perlu sekali untuk mempelajari analisis tajwidnya. Baiklah, kita simak saja secara lengkapnya berikut ini.

Penjelasan yang lengkap untuk hukum tajwidnya bisa kita simak berikut ini:

  1. لَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  2. تَقْرَبُو hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah qaf’ disukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
  3. الزِّنٰۤى hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah zai. Dibaca idgham (masuk ke huruf zai).
  4. الزِّنٰۤى hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  5. اِنَّه hukumnya ghunnah sebab nun bertanda tasydid cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  6. اِنَّه hukumnya Mad shilah qashirah sebab huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  7. كَا نَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf kaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  8. فَا حِشَةً وَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. وَسَآءَ hukumnya Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
  10. سَبِيْلًا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ba berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. سَبِيْلًا hukumnya Mad ‘iwadh karena lam alif berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat.

Nah, begitulah analisis tajwidnya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para pembaca semuanya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.