Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Hujurat Ayat 12

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji semua yang berbahagia. Kali ini kita akan membahas hukum tajwid Al-Quran Surat Al-Hujurat ayat 12. Tentunya dilengkapi pula dengan penjelasan yang bisa memudahkan sobat untuk memahaminya. Lebih dari itu, kita pun dapat menambah wawasan keilmuan dengan membaca hasil analisis tajwid tersebut. Baiklah, kita langsung saja menyimaknya berikut ini.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Hujurat Ayat 12

Penjelasan hukum bacaan di atas yaitu:

  1. يٰۤاَ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2 , 4 atau 5 harakat.
  2. الَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham yakni masuk ke huruf lam.
  3. الَّذِيْنَ hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf dzal berharakat kasroh bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. اٰمَنُوا hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  5. جْتَنِبُوْا hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah jim disukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
    6.جْتَنِبُوْا hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf ba’ berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. كَثِيْرًا hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf tsa berharakat kasroh bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  7. كَثِيْرًامِّنَ hukumnya Idgham bighunnah karena huruf ra’ berharakat fathah tanwin bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  8. الظَّنِّ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah zha. Dibaca idgham yakni masuk ke huruf zha.
  9. الظَّنِّ hukumnya ghunnah sebab huruf nun berharakat tasydid. Cara membacanya dengan berdengung serta ditahan selama 3 harakat.
  10. اِنَّ hukumnya ghunnah sebab huruf nun berharakat tasydid. Cara membacanya dengan berdengung serta ditahan selama 3 harakat.
  11. الظَّنِّ hukumnya ghunnah sebab huruf nun berharakat tasydid. Cara membacanya dengan berdengung serta ditahan selama 3 harakat.
  12. اِثْمٌ وَّ hukumnya Idgham bighunnah karena huruf mim berharakat dhamah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  13. لَا hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  14. تَجَسَّسُوْا hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf sin berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  15. لَا hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  16. يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ hukumnya Idgham mutamatsilain karena huruf ba’ bersukun bertemu huruf ba berharakat fathah.
  17. بَّعْضُكُمْ بَعْضًا hukumnya Ikhfa syafawi karena huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung ditahan selama 3 harakat. Ada juga yang berpendapat cukup ditahan 2 harakat.
  18. بَعْضًا hukumnya Mad mad ‘iwadh karena huruf dlad berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat.
  19. كُمْ اَ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf hamzah. Cara membacanya dengan jelas.
  20. اَنْ يَّأْكُلَ hukumnya Idgham bighunnah karena huruf nun sukun bertemu huruf ya’. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  21. اَخِيْهِ hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf kha berharakat kasroh bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  22. مَيْتًا hukumnya Mad layin atau mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf mim berharakat fathah. Karena di tengah ayat berarti panjangnya cukup selama 2 harakat.
  23. مَيْتًا فَكَرِ hukumnya Ikhfa karena huruf ta’ berharakat fathah tanwin bertemu huruf fa’. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan 3 harakat. Ada pula yang berpendapat cukup 2 harakat menahannya.
  24. فَكَرِهْتُمُوْهُ hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf mim berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  25. وَاتَّقُوااللّٰهَ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat dhamah. Cara membacanya dengan ditebalkan.
  26. اِنَّ hukumnya ghunnah sebab huruf nun berharakat tasydid. Cara membacanya dengan berdengung serta ditahan selama 3 harakat.
  27. اِنَّ اللّٰهَ تَ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  28. تَوَّا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  29. بٌرَّ hukumnya Idgham bilaghunnah karena huruf ba’ berharakat dhamah tanwin bertemu huruf ra’. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
  30. تَوَّابٌرَّحِيْمٌ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang selama 2 sampai 6 harakat.

Demikian semoga bermanfaat untuk sobat pembaca semua. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Surat Al-Hujurat Ayat 10

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Menganalisis hukum tajwid Surat Al-Hujurat ayat 10 menjadi hal penting untuk kita lakukan. Maka pada kesempatan yang baik ini kami akan menganalisisnya. Untuk selanjutnya hasil dari analisis tersebut kami tuliskan secara lengkap di sini. Harapannya dengan kita mengetahui analisis tajwid sebuah ayat Al-Quran maka kita akan bisa membacanya dengan benar sebab sudah mengetahui kaidahnya. Baiklah sobat ngaji semua, tanpa menunggu lama kita bisa simak langsung di bawah ini.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Hujurat Ayat 10

Penjelasan atau keterangannya adalah:

  1. اِنَّمَا hukumnya Ghunah atau nun tasydid cara membacanya dengan ghunnah dan ditahan selama 3 harakat.
  2. مِنُوْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat dhammah bertemu huruf wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang selama 2 harakat.
  3. اِخْوَةٌفَاَ hukumnya Ikhfa karena huruf ta berharakat dhammah tanwin bertemu huruf fa’. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Ada juga yang berpendapat juga cukup ditahan selama 2 harakat.
  4. فَاَ صْلِحُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha’ berharakat dhammah bertemu huruf wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang selama 2 harakat.
  5. بَيْنَ hukumnya Mad layn karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf ba berharakat fathah. Dibaca panjang selama 2 harakat.
  6. اَخَوَيْكُمْ hukumnya Mad layn karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf wau berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  7. اَخَوَيْكُمْ وَ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu huruf wau. Untuk cara membacanya dengan jelas serta tidak berdengung sama sekali.
  8. تَّقُوااللّٰهَ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah yang berharakat dhamah. Cara membacanya tebal.
  9. لَعَلَّكُمْ تُرْ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu huruf ta. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
    10.تُرْحَمُوْنَ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dipanjangkan selama 2 sampai 6 harakat.

Sampai di sini semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat semua. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Mujadilah Ayat 11

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bertemu kembali dengan sobat semua. Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan begitu banyak nikmat. Satu bentuk wujud syukur kita terhadap nikmat itu ialah mempergunakannya di jalan kebaikan dan yang diridhai-Nya. Seperti pada kali ini kita akan belajar tentang Al-Quran. Kita di sini akan belajar mengenai analisis tajwid pada Surat Al-Mujadilah ayat 11 secara lengkap dengan alasan maupun penjelasannya. Baiklah, mari kita simak analisisnya.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Mujadilah Ayat 11

Penjelasan lengkap dari nomor-nomor di atas adalah :

  1. يٰۤاَ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  2. الَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  3. الَّذِيْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. اٰمَنُوْۤا hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  5. اٰمَنُوْۤا hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  6. اِذَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  7. قِيْلَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf qaf berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  8. لَكُمْ تَفَسَّحُوْا hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ta’. Cara membacanya dengan jelas.
  9. لَكُمْ تَفَسَّحُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha’ berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  10. الْمَجٰلِسِ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf jim berharakat fathah tegak serta setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. فَافْسَحُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha’ berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  12. يَفْسَحِ اللّٰهُ hukumnya Tarqiq karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah ha’ berharakat kasrah. Cara membacanya tipis.
  13. لَكُمْۚ وَ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf wau. Kemudian untuk cara membacanya yakni dengan jelas.
  14. اِذَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  15. قِيْلَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf qaf berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  16. قِيْلَ انْشُزُوْا hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  17. قِيْلَ انْشُزُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf zai berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  18. فَانْشُزُوْا hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  19. فَانْشُزُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf zai berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    20.ْفَعِ اللّٰهُ hukumnya Tarqiq karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah ‘ain berharakat kasrah. Cara membacanya tipis.
  20. الَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  21. الَّذِيْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  22. اٰمَنُوْا hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  23. اٰمَنُوْا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    25.مِنْكُمْ hukumnya Ikhfa karena nun sukun bertemu huruf kaf. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Cara pengucapan seperti bunyi “ng”.
  24. مِنْكُمْۙ وَ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf wau. Cara membacanya dengan jelas.
  25. وَالَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  26. وَالَّذِيْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  27. اُوْتُوا hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  28. دَرَجٰتٍ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat. Tetapi kalau kita tidak berhenti di sini maka hukumnya menjadi mad thabi’i sebab huruf jim berharakat fathah tegak.
  29. وَاللّٰهُ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah wau berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  30. بِمَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  31. تَعْمَلُوْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  32. خَبِيْرٌ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

Sampai di sini dulu sobat. Tetap bersemangat selalu bukan? Semoga analisis tajwid di atas memiliki manfaat yang besar untuk sobat pembaca semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Falaq

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Surat Al-Falaq termasuk bagian juz 30 dalam Al-Quran. Surat ini sering sekali dibaca oleh para imam yang memimpin shalat berjamaah. Surat Al-Falaq juga termasuk surat pendek yang banyak dihafal oleh kaum muslimin. Bahkan banyak anak-anak yang telah hafal di luar kepala. Akan tetapi, mengenai fasih tidaknya dalam membacanya maka kita perlu selalu belajar. Untuk itu, penting sekali kita mengetahui hukum tajwid Surat Al-Falaq dari ayat 1 sampai 5. Dengan memahami ilmu tajwid dari Surat Al-Falaq maka kita akan bisa membacanya dengan baik. Termasuk pula kualitas bacaan kita akan meningkat. Silakan disimak analisis hukum tajwidnya berikut.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Falaq

Penjelasan secara terperinci dari hukum tajwidnya adalah:

  1. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf ‘ain berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  2. Hukumnya alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf fa. Dibaca secara jelas.
  3. Hukumnya qalqalah kubra karena huruf qalqalah qaf diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  4. Hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  5. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. Hukumnya qalqalah kubra karena huruf qalqalah qaf diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  7. Hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  8. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf ghain berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. Hukumnya idzhar sebab huruf qaf berharakat kasrah tanwin bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  10. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. Hukumnya qalqalah kubra karena huruf qalqalah ba’ diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  12. Hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  13. Terdapat dua hukum dalam hal ini, pertama alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah nun. Dibaca idgham (masuk ke huruf nun ). Yang kedua, ghunnah sebab mim bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  14. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf tsa berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  15. Hukumnya qalqalah kubra disebabkan huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  16. Hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf syin.
  17. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha’ berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  18. Hukumnya idzhar sebab huruf dal berharakat kasrah tanwin bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  19. Hukumnya qalqalah kubra disebabkan huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Ashr

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji yang berbahagia. Di pagi hari yang amat cerah ini kami mau berbagi tentang analisis hukum tajwid dari Al-Quran Surat Al-Ashr. Jumlah ayatnya ada 3. Cukup pendek surat ini. Seringkali dipilih oleh para imam untuk dibaca saat melaksanakan shalat berjamaah. Namun, tidak semua orang mengetahui hukum tajwid apa saja yang ada di dalamnya. Maka pada kesempatan yang baik ini, sobatngaji.com akan menguraikan hukum tajwidnya kepada para pembaca semuanya.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Ashr

Penjelasan secara terperinci dari hukum tajwidnya yakni:

  1. Alif lam qamariyah alasannya huruf alif lam bertemu huruf ‘ain. Cara membacanya secara jelas.
  2. Ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat dengungnya.
  3. Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf sin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan pula selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, pastikan sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf sin.
  4. Mad asli atau mad thabi’i sebab huruf sin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya dipanjangkan sampai 2 harakat.
  5. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya dipanjangkan selama 2 harakat.
  6. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  7. Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  8. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  10. Mad tamkin sebab sebelum huruf wau sukun adalah huruf nun berharakat dhamah dan setelah huruf wau sukun bertemu huruf wau berharakat fathah. Cara membacanya dipanjangkan 2 harakat.
  11. Ada dua hukum di sini, pertama alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (masuk ke huruf shad ). Yang kedua mad asli atau mad thabi’i karena huruf shad berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  12. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  13. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  14. Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf shad berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  15. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  16. Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf shad berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  17. Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (masuk ke huruf shad ).
  18. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba’ berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.

Begitulah uraian hukum-hukum tajwid di dalam Surat Al-Ashr. Setelah kita mengetahui hukum tajwidnya maka tinggal kita praktekkan tatkala saat membacanya. Baik ketika di dalam shalat maupun di luar shalat. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Kautsar

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan berbagi kepada sobat semuanya. Kami akan berbagi tentang analisis hukum tajwid. Kali ini tentang hukum tajwid Al-Quran Surat Al-Kautsar. Tentunya dari ayat 1 hingga 3 atau semuanya. Surat Al-Kautsar ini sangat sering dibaca di dalam majelis pengajian, sekolah, atau pun di dalam shalat berjamaah. Sang imam dalam shalat berjamaah lima waktu begitu sering membaca surat ini. Berikut ini kita simak uraian lengkapnya.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Kautsar

Penjelasan secara terperinci dari hukum tajwidnya adalah:

  1. اِنَّاۤ yang mana ada dua hukum di sini, pertama ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Yang kedua, mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  2. اَعْطَيْنٰكَ hukumnya Mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf tha berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  3. اَعْطَيْنٰكَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah berdiri dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. الْكَوْثَرَ hukumnya Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf kaf. Dibaca secara jelas.
  5. الْكَوْثَرَ hukumnya Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf kaf berharakat fathah. Dibaca panjang hingga 2 harakat.
  6. وَانْحَرْ hukumnya Idzhar sebab huruf nun sukun bertemu huruf ha’. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  7. اِنَّ hukumnya Ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  8. شَانِئَكَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf syin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. الْاَبْتَر hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba’ berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.

Nah, selesailah pembahasan dari hukum tajwid surat Al-Kautsar ini. Harapan kami sobat ngaji semua bisa mendapatkan manfaat dari membaca artikel ini. Sampai di sini dulu kita bertemu kembali pada artikel yang lainnya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Kafirun Dilengkapi Penjelasannya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sangat berbahagia bila kita menjadi orang yang bisa bermanfaat kepada orang lain. Khususnya pada kesempatan ini. Kami sangat berkeinginan bisa berbagi kebaikan sehingga termasuk golongan mereka yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Sedikit atau banyaknya sesuai dengan kemampuan. Seperti kami di sini ingin berbagi tentang hasil analisis hukum tajwid Surat Al-Quran Surat Al-Kafirun. Sebuah surat yang termasuk juz 30 di dalam Al-Quran. Berikut ini uraian hukum tajwidnya, silakan sobatngaji untuk menyimaknya.

Hukum Tajwid Surat Al-Kafirun Dilengkapi Penjelasannya

Penjelasan lengkap dari nomor-nomor di atas ialah :

  1. يٰۤاَ يُّهَا hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  2. الْكٰفِرُوْنَۙ hukumnya ada dua yang pertama Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf kaf. Dibaca secara jelas. Kemudian yang kedua hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf kaf berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  3. الْكٰفِرُوْنَۙ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.
  4. لَاۤ اَعْبُدُ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  5. مَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. تَعْبُدُوْنَۙ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.
  7. وَلَاۤ اَ نْتُمْ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  8. اَ نْتُمْ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  9. اَ نْتُمْ عٰبِدُوْنَ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ‘ain. Cara membacanya dengan jelas.
  10. عٰبِدُوْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dal berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. مَاۤ اَعْبُدُۚ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  12. مَاۤ اَعْبُدُۚ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  13. وَلَاۤ اَ نَا hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  14. ۤ اَ نَاhukumnya Tanda sifrul mustathil yaitu tanda bulatan kecil lonjong di atas huruf alif. Cara membaca huruf nun dengan panjang bila diwaqaf atau dan dibaca pendek bila washal atau terus.
  15. عَابِدٌ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ‘ain berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  16. عَابِدٌ مَّا hukumnya Idgham bighunnah karena huruf dal berharakat dhamah tanwin bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  17. مَّا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  18. عَبَدْتُّمْۙ hukumnya Idgham mutajanisain karena huruf dal sukun bertemu dengan huruf ta’. Cara membacanya dengan memasukkan huruf pertama ke huruf kedua.
  19. وَلَاۤ اَ نْتُمْ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  20. اَ نْتُمْ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  21. اَ نْتُمْ عٰبِدُوْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ‘ain berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  22. مَاۤ اَعْبُدُ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  23. مَاۤ اَعْبُدُ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  24. لَكُمْ دِيْنُكُمْ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf dal. Cara membacanya dengan jelas.
  25. لَكُمْ دِيْنُكُمْ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  26. دِيْنُكُمْ وَ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf wau. Cara membacanya dengan jelas.
  27. وَلِيَ دِيْنِ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

Demikian penjelasan mengenai hukum tajwid dari surat Al-Kafirun. Karena surat ini sering dibaca di dalam shalat berjamaah maka penting sekali untuk mengetahui tajwidnya. Sehingga tatkala kita membacanya menjadi lebih fasih dan benar tentunya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk sobat semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Maidah Ayat 32

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kita tidak bisa meninggalkan yang namanya ilmu tajwid. Sobat ngaji sekalian tentu ingin bacaan Al-Quran yang dimiliki menjadi baik dan benar. Untuk itu perlu ilmu supaya bisa membaca Al-Quran. Itulah yang dinamakan ilmu tajwid. Kunci dari mendapatkan ilmu ialah dengan suka belajar. Inilah saatnya kita belajar tajwid. Khusus pada kesempatan ini kita akan mempelajari hukum tajwid Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 32 lengkap dengan penjelasannya tentu. Baiklah langsung kita simak saja berikut ini.

Hukum Tajwid Surat Al-Maidah Ayat 32

Kemudian untuk penjelasan secara detail dari nomor di bawah ayat di atas yakni :

  1. مِنْ اَجْلِ hukumnya Idzhar sebab huruf nun berharakat sukun bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  2. مِنْ اَجْلِ hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah jim berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
  3. ذٰلِكَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. كَتَبْنا hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
  5. عَلٰى hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah tegak bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  6. بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat. Huruf alif bila berharakat adalah hamzah. Huruf alif sebenarnya sebagai mad atau pemanjang fathah.
  7. بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ hukumnya Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
  8. بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. اَنَّهٗ hukumnya Ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  10. اَنَّهٗ hukumnya Mad shilah qashirah sebab huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. مَنْ قَتَلَ hukumnya Ikhfa karena huruf lam berharakat kasrah tanwin bertemu huruf qaf. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Cara pengucapan seperti bunyi “ng”.
  12. نَفْسًا ۢبِغَيْرِ hukumnya Iqlab karena huruf sin berharakat fathah tanwin bertemu huruf ba. Cara membacanya dengan tanwin berubah menjadi mim dan berdengung serta ditahan selama 3 harakat.
  13. بِغَيْرِ hukumnya Mad layin atau mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf ghain berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  14. نَفْسٍ اَوْ hukumnya Idzhar sebab huruf sin berharakat kasrah tanwin bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  15. اَوْ hukumnya Mad layin atau mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf hamzah berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  16. فَسَادٍ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  17. فَسَادٍفِى hukumnya Ikhfa karena huruf dal berharakat kasrah tanwin bertemu huruf fa. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan tanwin, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa.
  18. فَكَاَنَّمَا hukumnya Ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  19. فَكَاَنَّمَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  20. النَّا سَ hukumnya terdapat tiga jenis di sini. Yang pertama, alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah nun. Dibaca idgham (masuk ke huruf nun). Kedua, ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Ketiga, mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  21. جَمِعًا hukumnya Mad ‘iwadh karena lam alif berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat. Hal ini bila kita berhenti atau waqaf di sini.
  22. مَنْ اَحْيَا hukumnya Idzhar sebab huruf nun berharakat sukun bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  23. اَحْيَا هَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ya berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  24. اَحْيَا هَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  25. فَكَاَنَّمَاۤ اَ hukumnya Ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  26. فَكَاَنَّمَاۤ اَ hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  27. النَّا سَ hukumnya terdapat tiga jenis di sini. Pertama, alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah nun. Dibaca idgham (masuk ke huruf nun). Kedua, ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Ketiga, mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  28. جَمِعًا hukumnya Mad ‘iwadh karena lam alif berharakat fathah tanwin dan diwaqaf waqfu aula. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat.
  29. لَقَدْ hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah dal berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
  30. جَآءَتْهُمْ hukumnya Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
  31. جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ra. Cara membacanya dengan jelas.
  32. رُسُلُنَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  33. بِالْبَيِّنٰتِ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  34. ثُمَّ hukumnya Ghunnah karena mim bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  35. اِنَّ hukumnya Ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  36. كَثِيْرًا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf tsa berharakat kasrah bertemu ya beraharakat sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  37. كَثِيْرًامِّنْهُمْ hukumnya Idgham bighunnah karena huruf ra berharakat fathah tanwin bertemu huruf mim tasydid. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  38. مِّنْهُمْ hukumnya Idzhar sebab huruf nun berharakat sukun bertemu huruf ha. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  39. مِّنْهُمْ بَعْدَ hukumnya Ikhfa syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  40. ذٰلِكَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  41. لَمُسْرِفُوْنَ hukumnya Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.

Demikian analisis hukum tajwidnya. Tinggal kita membaca dan mempelajarinya dengan baik. Untuk langkah selanjutnya bisa dipraktekkan ke dalam bacaan ayat Al-Quran. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat An-Nisa Ayat 59 Dilengkapi Penjelasannya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kabar baik semoga selalu menyertai kita semua sobat ngaji sekalian. Meski pada siang hari yang begitu panas suhunya ini, tetap saja tak menyurutkan semangat untuk berbuat yang bermanfaat kepada sesama. Senantiasa pula selalu beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Membaca ayat-ayat suci Al-Quran salah satunya. Kita akan mendapatkan banyak pahala dari membaca Al-Quran. Salah satu ayat tersebut yakni Surat An-Nisa ayat 59. Kiranya amat penting dan perlu kita mengetahui analisis hukum tajwid Al-Quran Surat An-Nisa ayat 59 tersebut. Berikut ini silakan disimak uraiannya:

Hukum Tajwid Surat An-Nisa Ayat 59

Penjelasan dari nomor-nomor di atas adalah:

  1. يٰۤاَ يُّهَا hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
  2. الَّذِيْنَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam).
  3. الَّذِيْنَ hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf dzal berharakat kasroh bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  4. اٰمَنُوْۤا hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  5. اٰمَنُوْۤااَطِيْعُو hukumnya Mad jaiz munfasil karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
  6. اٰمَنُوْۤااَطِيْعُو hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf tha berharakat kasroh bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  7. اللهَ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat dhommah. Cara membacanya tebal.
  8. اَطِيْعُو hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf tha berharakat kasroh bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  9. الرَّسُوْ لَ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf ra’. Dibaca idgham (masuk ke huruf ra).
  10. الرَّسُوْ لَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. الْاَمْرِ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ra’. Cara membacanya dengan jelas.
  12. مِنْكُمْۚ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf kaf. Cara membacanya samar dengan dengung.
  13. فَاِنْ تَنَا hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta’. Cara membacanya samar dengan dengung.
  14. فَاِنْ تَنَا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  15. زَعْتُمْ فِيْ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa’. Cara membacanya dengan jelas.
  16. زَعْتُمْ فِيْ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa’ berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  17. شَيْءٍفَرُدُّوْهُ hukumnya Mad layin atau lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf syin berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  18. شَيْءٍفَرُدُّوْهُ hukumnya Ikhfa karena huruf hamzah berharakat kasrah tanwin bertemu huruf fa’. Dibaca samar-samar dengan dengung. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa’.
  19. اللهِ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  20. الرَّسُوْلِ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf ra’. Dibaca masuk ke huruf ra.
  21. الرَّسُوْلِ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  22. اِنْ كُنْتُمْ hukumnya Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf kaf. Cara membacanya samar dengan dengung. Pengucapannya nun sukun menjadi seperti “ng”.
  23. اِنْ كُنْتُمْ hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung. Ketika mengucapkan huruf nun mati, ujung lidah hampir menyentuh pangkal dua buah gigi atas sesuai makhraj huruf ta’.
  24. كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ hukumnya Idhzar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ta’. Cara membacanya dengan jelas.
  25. كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  26. بِاللهِ hukumnya Tarqiq karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat kasrah. Cara membacanya tipis.
  27. الْيَوْمِ hukumnya Mad layin atau lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf ya’ berharakat fathah.
  28. الْاٰ خِرِ hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  29. ذٰلِكَ hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah tegak atau berdiri dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  30. خَيْرٌ hukumnya Mad layin atau lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf kho’ berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  31. خَيْرٌوَّ hukumnya Idgham bighunnah karena huruf ra’ berharakat dhammah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  32. تَأْوِيْلًا hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  33. hukumnya Mad ‘iwadh karena lam alif berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat.

Nah, begitulah uraian lengkap hukum tajwidnya. Semoga bermanfaat untuk sobat semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Surat Al-Ikhlas

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobatngaji semua. Kali ini kami akan tuliskan analisis hukum tajwid Surat Al-Ikhlas. Sebuah surat dalam Al-Quran yang terdiri dari empat ayat. Amat sering dibaca tatkala shalat wajib lima waktu. Termasuk pula kala mengerjakan shalat sunah. Kami yakin, sobat semua ingin mengetahui hukum-hukum tajwid yang ada di dalam surat tersebut. Maka untuk lebih baiknya, kita langsung simak uraianya berikut ini.

Hukum Tajwid Surat Al-Ikhlas

Penjelasan dari nomor di bawah ayat 1-4 di atas yakni :

  1. اَللّٰهُ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  2. اَحَدٌ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  3. اَللّٰهُ hukumnya Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  4. الصَّمَدُ hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (masuk ke huruf shad).
  5. الصَّمَدُ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  6. وَلَمْ يُوْلَدْ hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ya’. Cara membacanya dengan jelas.
  7. وَلَمْ يُوْلَدْ hukumnya Mad asli atau mad thobi’i karena huruf ya’ berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  8. وَلَمْ يُوْلَدْ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.
  9. يَكُنْ لَّه hukumnya Idgham bilaghunnah karena huruf nun sukun bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
  10. يَكُنْ لَّه hukumnya Mad shilah qashirah sebab huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. كُفُوًااَحَدُ hukumnya Idzhar sebab huruf wau fathah tanwin bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
    12.كُفُوًااَحَدُ hukumnya Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal.

Nah, semoga analisis tajwid pada Surat Al-Ikhlas ini memberi manfaat bagi para sobat pembaca sekalian. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.