Mengenal Sifat Wajib Bagi Rasul

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobatngaji sekalian tentu sudah pernah mendengar yang namanya para rasul Allah. Mereka adalah manusia pilihan yang menjadi utusan Allah subhanahu wa ta’ala. Para rasul ini membawa risalah wahyu dari Allah untuk selanjutnya disampaikan kepada umatnya. Beriman kepada nabi dan rasul pun termasuk bagian dari rukun iman yang sudah kita sering dengar dalam pengajian dan sekolah. Setiap orang yang beriman tentu akan yakin dengan para rasul utusan Allah.

sifat wajib bagi Rasul

Kita sebagai seorang muslim pun hendaknya mengenal dengan baik para rasul. Tidak ada keraguan atas kebenaran yang dibawa oleh para rasul. Seluruh ajaran rasul ini adalah kebenaran yang mesti kita yakini. Para Rasul yang telah diutus di muka bumi ini memiliki sifat-sifat khusus. Sebuah sifat yang mulia dan patut untuk diteladani oleh seluruh manusia. Kebahagiaan lah yang akan diperoleh bagi siapa saja yang bisa meneladani sifat-sifat para Rasul Allah. Hidup orang tersebut akan menjadi mulia.

Lalu, apa saja sifat-sifat wajib bagi rasul itu. Berapa sifatnya? Apakah hanya satu? Untuk sifat wajib bagi rasul itu ada empat. Nah, inilah yang akan kita bahas kali ini. Pembahasan ini sangat menarik sehingga akan sayang sekali jika para pembaca tidak mengikutinya dengan baik. Sifat wajib bagi rasul yakni:

  1. Shidiq
    Sifat shidiq adalah yang pertama. Arti shidiq yakni benar atau jujur. Menjadi sifat para rasul yakni selalu jujur dan benar. Tidak ada ceritanya seorang rasul berdusta atau berbohong. Setiap saat dalam kehidupannya para rasul itu selalu benar dan jujur.
  2. Tabligh
    Sifat yang kedua ialah tabligh. Pengertian tabligh ialah menyampaikan. Sebuah tugas utama dari para rasul ialah menyampaikan wahyu yang telah diterimanya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Wahyu tersebut kemudian disampaikan kepada umatnya. Dari seluruh wahyu yang diperintahkan untuk disampaikan kepada umatnya itu tidak ada satu saja yang terlewat atau terlupa. Tak ada satu wahyu pun yang disembunyikannya. Sebagai contohnya adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menyampaikan wahyu Allah berupa Al-Quran ini kepada umat. Semua ayat telah disampaikan oleh beliau. Tak ada satu ayat pun yang tersembunyi.
  3. Amanah
    Arti amanah ialah dapat dipercaya. Seluruh rasul memiliki sifat amanah ini. Semua rasul pasti dapat dipercaya. Segala ucapan dan tindakan para rasul itu selalu amanah. Para rasul selalu terpercaya.
  4. Fathonah
    Sifat wajib rasul yang ke empat yakni fathonah. Arti dari fathonah ialah cerdas. Setiap rasul pasti cerdas. Tingkat kecerdasanya tidak biasa-biasa saja. Akan tetapi, tingkat kecerdasan para rasul itu tinggi sekali.

Itulah empat sifat wajib bagi rasul. Kalau kita hendak mempermudah mengingatnya maka sidiq, tabligh, amanah, fatonah itu bisa kita singkat menjadi STAF. Tentu sobat ngaji semua mudah mengingatnya. Kita sebagai seorang muslim yang baik tentu mesti harus tahu mengenai hal ini. Dengan begitu kita akan mengenal rasul dengan baik. Dengan kita mengetahui empat sifat wajib tersebut kita bisa meneladani hal itu dengan baik. Ketika seseorang sudah bisa meneladani sifat tersebut maka kesuksesan hidup akan mudah diraih. Demikian pembahasan singkat kali ini semoga bermanfaat. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Beginilah Cara Memilih Hewan Kurban

Sebentar lagi akan tiba hari raya idul adha. Sering pula disebut sebagai hari raya kurban. Pada hari tersebut, umat Muslim diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban. Kegiatan menyembelih hewan kurban ini menjadi hal rutin dilakukan setiap tahun. Kaum muslimin biasanya melakukan prosesi ibadah penyembelihan hewan kurban ini di lingkungan masjid terdekat.

Kegiatan dikoordinir oleh sebuah panitia kecil di kampung. Panitia inilah yang mengurus segala perlengkapan dan peralatan dalam menyembelih hewan kurban. Memilih pisau yang tajam juga termasuk hal yang diperlukan. Dengan pisau yang tajam maka kesempurnaan penyembelihan hewan kurban dapat tercapai. Menyembelih dengan benar dan memakai pisau yang benar-benar tajam merupakan akhlak yang baik. Hal ini harus diperhatikan dalam menyembelih hewan baik itu hewan kurban maupun menyembelih selain hewan kurban.

hewan kurban

Selanjutnya, persiapan lokasi penyembelihan juga mesti dilakukan. Lokasi tersebut mudah untuk digunakan menyembelih hewan kurban. Termasuk pula perlu dibuat atap agar para petugas penyembelihan dan panitia lainnya bisa terlindung dari panasnya sinar matahari serta air hujan. Tempat untuk membagi daging kurban pun juga penting. Bagaimana pun ketika hewan kurban telah disembelih maka selanjutnya dipotong-potong dagingnya menjadi ukuran kecil. Kemudian daging-daging tersebut dimasukan ke dalam kantong plastik atau tempat lainnya. Langkah selanjutnya tinggal dibagi-bagikan ke masyarakat. Terkhusus kepada kaum dhuafa yang amat memerlukan. Data para penerima hewan kurban juga perlu ada supaya tidak ada kesulitan ketika hendak membagi.

Cara memilih hewan kurban

Tidak lupa pula untuk mempersiapkan hewan kurban. Hewan yang bisa dipakai untuk berkurban adalah unta, sapi, kambing, dan domba. Beberapa hal yang perlu untuk kita ketahui dalam memilih hewan kurban adalah

  1. Mengecek usianya hewan kurban
    Sebelum kita membeli hewan kurban maka kita perlu mengecek usia atau umur hewan kurban tersebut. Untuk sapi usianya dua tahun, kambing satu tahun, dan domba setengah tahun. Kalau untuk unta maka umur hewan tersebut minimal lima tahun.
  2. Hewan kurban tersebut benar-benar sehat
    Kita perlu mengecek langsung mengenai hewan kurban tersebut. Kesehatan hewan yang akan kita beli dan pilih menjadi hewan kurban. Untuk hewan yang sehat umumnya memiliki ciri-ciri seperti di bawah ini.
    a. Hewan tersebut gemuk. Secara fisik maka kita bisa melihat antara hewan yang gemuk dan kurus.
    b. Muka hewan terlihat cerah.
    c. Bulu hewan mengkilat serta jelas-jelas terlihat bersih.
    d. Gerak hewan sangat lincah.
    e. Pada bagian mata, mulut, hidung, dan telinga terlihat normal. Bagian-bagian tersebut juga mesti dalam kondisi bersih.
    f. Suhu dari hewan tersebut normal atau tidak terkena demam. Kisaran suhu yang normal dari hewan kurban sekitar 37 derajat Celcius.
    g. Makan dengan normal atau tidak susah makan

Pada beberapa daerah terdapat hewan kurban yang memiliki sertifikat kesehatan atau semacam surat keterangan sehat untuk hewan. Seperti ini menjadikan hal yang bisa menambah referensi di kala kita hendak membeli hewan kurban.

  1. Hewan kurban tersebut tidak cacat
    Hewan yang bisa digunakan untuk berkurban adalah yang tidak cacat. Ada beberapa jenis cacat hewan yang menjadikan hewan tersebut tidak sah untuk berkurban. Pertama, hewan yang matanya salah satu atau keduanya buta maka tidak boleh digunakan untuk berkurban. Masalah buta ini juga mesti jelas terlihat tidak hanya berdasar pada keraguan saja. Kedua, hewan kurban tidak dibolehkan dipilih dari yang terkena sakit yang benar-benar nampak. Sakitnya hewan juga berpengaruh kepada kualitas dagingnya. Ketiga, hewan kurban tidak boleh pincang. Jika terdapat kaki hewan terpotong maka ini pun juga menjadikan hewan tersebut tidak sah untuk kurban. Hanya pincang saja tidak boleh apalagi kalau tidak ada kakinya hewan itu. Keempat, hewan yang amat kurus tidak diperbolehkan untuk berkurban.
  2. Memilih tempat pembelian hewan kurban yang baik
    Menjelang tibanya hari raya idul adha maka biasanya akan muncul tempat-tempat penjualan hewan kurban. Hadirnya para penjual hewan kurban memberi kemudahan untuk kita semua yang sedang mencari hewan kurban. Namun begitu, kita selayaknya memilih tempat yang memang terpercaya. Tempat tersebut menjual hewan kurban yang memenuhi syarat dan berkualitas. Sebaiknya juga memilih tempat penjual hewan kurban yang bisa diambil pada hari-hari menjelang pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

Penyiapan hewan kurban ini penting untuk dilakukan. Jauh-jauh hari harus dipersiapkan dengan baik. Biasa kita temui orang yang membeli hewan kurban itu sebulan sebelum hari idul adha. Tujuannya tentu untuk mendapat hewan kurban yang lebih murah dan baik.

sumber:

https://poskajian.blogspot.com/2020/07/cara-memilih-hewan-kurban-yang-baik.html

Lafadz Innalillahiwainnailaihirajiun Yang Benar Arab dan Latinnya

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Sobat ngaji di mana saja berada. Meski pun kita masih menghadapi masa pandemi covid-19 ini, tetap saja kita bersemangat untuk belajar mengenai ilmu agama. Kehidupan kita memerlukan ilmu guna meraih kebahagiaan sejati. Hari ini kita akan mempelajari lafadz innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita ingin mengucapkannya secara benar dari sisi bahasa Arab dan juga latinnya.

Tulisan innalillahiwainnailaihirajiun

Lafadz arab dari Innalillahiwainnailaihirajiun, yakni:

innalillahi wa inna ilaihi rajiun

yang artinya:
Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.

Lafadz ini bersumber dari Al-Quran. Tepatnya pada Surat Al-Baqarah ayat 156. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam Surat Al-Baqarah ayat 156:

Al-Baqarah ayat 156

artinya:
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).

Lafadz atau kalimat innalillahi wa inna ilaihi rajiun sering pula disebut sebagai bacaan tarji’ atau istirja. Ketika seorang muslim mendapatkan musibah atau bencana maka bacaan tersebut yang diucapkan. Termasuk dalam hal ketika mendengar sebuah kabar tentang adanya bencana atau pun musibah. Kalimat istirja itulah yang diucapkannya.

Praktek yang kita lihat di masyarakat biasanya kalimat istirja ini dibaca ketika ada berita kematian. Saat seseorang menyampaikan sebuah kabar duka berupa meninggal dunianya seseorang maka biasa diawali dengan bacaan innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Baik itu dalam bentuk siaran di masjid atau pun video broadcast atau pun sekedar tulisan yang dibagikan ke masyarakat baik melalui dicetak/ print out atau pun ditulis di media sosial saja.

Pun demikian dengan saat seseorang yang menerima atau mendengar berita meninggalnya seseorang. Mereka pun pertama kali mengucapkan lafadz istirja tersebut. Sobat ngaji pun saya yakin sering menemui fenomena ini di dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sekali atau dua kali saja. Akan tetapi, berkali-kali kita menemui hal tersebut.

Maka tidaklah mengherankan bila di masyarakat umum muncul pemahaman bahwa bacaan istirja ini hanya diucapkan tatkala ada orang yang meninggal dunia saja. Pemikiran semacam ini sudah terbentuk amat lama. Padahal, pernyataan semacam ini perlu diluruskan. Mengucapkan kalimat innalillahi wa inna ilaihi rajiun dianjurkan untuk semua jenis musibah. Tidak hanya pada sebatas meninggal dunianya seseorang.

Bentuk musibah itu sangat bermacam-macam. Tidak hanya kehilangan jiwa saja. Kehilangan harta juga termasuk bagian dari musibah. Misalnya kita mendengar ada musibah banjir yang menimpa sebuah tempat maka kita patut untuk mengucap istirja. Demikian juga berbagai bentuk musibah yang lainnya seperti adanya gunung meletus, tanah longsor, tsunami, gempa bumi, angin topan, tenggelam di laut, dan masih banyak lagi. Singkatnya, kalimat innalillahi wa inna lillahi rajiun ini bisa diucapkan ketika menghadapi atau mendengar kabar adanya berbagai musibah selain kematian seseorang.

Keutamaan mengucapkan lafadz innalillahiwainnailaihirajiun

Ada beberapa keutamaan di saat seseorang muslim mengucapkan lafadz istirja ini. Diantara keutamaan tersebut, antara lain:

  1. Bentuk dari sikap sabar
    Orang yang menghadapi sebuah musibah maka ia diperintahkan untuk bersabar. Sikap sabar ini termasuk bagian dari akhlak mulia. Orang yang mengucapkan bacaan istirja ini termasuk orang yang bersabar. Hal ini berdasar pada Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 155-156,
    yang artinya:
    Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Sangat jelas pada ayat tersebut bahwa orang yang mengucap istirja ketika mendapatkan musibah atau ujian berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan maka dia termasuk orang yang sabar. Salah satu bentuk sabar ialah mengucapkan istirja.
  1. Sebagai bentuk tawakkal
    Tawakkal berarti menyerahkan diri atau berpasrah kepada Allah subhanahu wa ta’ala setelah melakukan ikhtiar semaksimal mungkin. Seorang yang bertawakkal maka ia menyandarkan urusannya kepada-Nya. Orang yang mengucapkan bacaan istirja ini hakikatnya ia telah bertawakkal kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Lafazh sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali jelas-jelas menandakkan bahwa orang tersebut mengakui dengan sepenuh hati bahwa dirinya adalah milik Allah dan hanya kepada Allah sajalah seorang hamba akan kembali.
  2. Memperingan beban
    Mendapatkan musibah memang tidaklah ringan. Berat dirasakan oleh hati dan jiwa. Siapa saja merasakan hal yang wajar bila merasa berat bila mendapat musibah. Dengan mengucapkan kalimat istirja atau innalillahi wa inna ilaihi rajiun maka menjadi lebih ringanlah beban seseorang yang sedang mendapat musibah atau ujian.

Dengan kita mengetahui dengan baik lafadz istirja ini maka tidak akan salah dalam pengucapannya nanti. Termasuk dalam hal arti atau maknanya pun akan paham. Dengan begitu maka ketika sobat ngaji membacanya menjadi benar-benar khusyuk. Demikian semoga bermanfaat dan menjadi ilmu yang bermanfaat. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Inilah Perbedaan Hadas dan Najis

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Semoga sobat ngaji semua selalu dalam keadaan sehat dan tidak kurang suatu apa pun. Inilah doa kita semua mengawali hari ini. Sobat ngaji yang berbahagia, ada hal yang amat penting dalam kita melaksanakan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Hal tersebut ialah mengetahui masalah thaharah. Kita mesti bersuci terlebih dahulu ketika hendak melaksankan ibadah shalat wajib lima waktu.

Perbedaan Hadas dan Najis

Di dalam kajian thaharah itu ada yang namanya najis dan hadas. Beberapa di antara kita terkadang masih belum memahami dengan baik perbedaan antara keduanya. Nah, pada kesempatan kali ini kami hendak merinci beberapa perbedaan antara hadas dan najis. Dengan mengetahui perbedaannya maka kita tidak akan terbalik memaknainya.

Bedanya hadas dan najis

Perbedaan antara hadas dan najis bisa kita simak berikut ini.

  1. Hadas bukan benda tetapi merupakan status hukum. Sedangkan najis merupakan benda yang bisa dilihat.
    Najis bisa dilihat berdasarkan bau, rasa, maupun warnanya. Misalnya ada najis kotoran kencing manusia yang ada di sebuah tempat maka di sana akan terdeteksi dengan mudah berdasarkan pemantauan bau, warna maupun rasa. Lain halnya dengan hadas yang merupakan status hukum. Orang yang sedang berhadas tidak bisa dilihat sebagaimana benda. Orang yang buang angin ia berstatus berhadas kecil. Untuk mengerjakan shalat maka ia mesti berwudhu terlebih dahulu. Orang yang berhadas kecil tidak bisa kelihatan atau memiliki perbedaan dibanding orang yang tidak berhadas kecil.
  2. Hadas bisa disucikan dengan ritual tertentu. Sedangkan najis bisa disucikan dengan dibersihkan sampai bersih.
    Untuk orang yang sedang berhadas kecil atau pun besar maka ia tetap saja tidak hilang status hadasnya meskipun telah membersihkan najis yang ada pada dirinya. Untuk mensucikan hadasnya maka perlu dengan melakukan ritual tertentu yakni dengan berwudhu, mandi besar, atau pun tayamum. Tetapi kalau najis, bila sudah dibersihkan sehingga fisik najisnya sudah tidak ada maka sudah bersihlah akhirnya.

Itulah perbedaan hadas dan najis. Kiranya sobat ngaji bisa memahami uraian singkat di atas. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tulisan dan Arti Lafadz Lahaula Wala Quwata Illa Billahil Aliyil Adzim

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Ada seseorang yang bertanya begini. Saya ingin tahu tulisan arab dari lafadz lahaula wala quwata illa billahil aliyil adzim. Saya juga belum tahu artinya apa. Mohon saya dijelaskan ya Pak. Sehat selalu untuk bapak. Jazzakallahu.

Jawabannya yakni :

Baiklah. Lafadz tersebut memang sering dibaca. Karena sering dibaca maka menjadi sering pula didengar. Mengenai istilah lafadz ini disebut sebagai hauqalah. Manusia mesti mengakui bahwa dirinya sangat terbatas dan lemah. Pengakuan inilah yang semestinya dilakukan oleh seorang hamba. Sesuatu yang pantas bila seorang yang lemah itu mengakui dirinya lemah. Di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala memang manusia itu kecil sekali.

Mengenai tulisan arab lafadz lahaula wala quwata illa billahil aliyil adzim adalah:

lahaula wala quwata illa billahil aliyil adzim

Sedangkan untuk artinya yakni tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Itulah tulisan arab dan juga artinya. Kiranya apa yang kami tulis ini sedikit menambah manfaat untuk Anda. Wallahu a’lam. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

https://poskajian.blogspot.com/2019/06/arti-lahaula-walaquwata-illabillahil-aliyyiladzim-arab.html

Bacaan Ayat Kursi Lengkap Dengan Artinya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kita perlu untuk mempelajari bacaan ayat kursi lengkap dengan artinya. Bukankah begitu sobat ngaji sekalian? Yang namanya ayat kursi ini sebetulnya adalah Surat Al-Baqarah ayat 255. Namun, lebih dikenal ayat tersebut dengan nama ayat kursi. Tak heran bila ada sebagian orang yang tidak tahu bahwasanya ayat kursi itu adalah Surat Al-Baqarah ayat 255.

Untuk lebih jelasnya sobat ngaji bisa menyimak ayat tersebut:

Bacaan Ayat Kursi

“ALLAHULAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUM, LAA TAKHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUM, LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAAFIL ARDH. MANDZAL LADZII YASYFA’U INDAHUU ILLAA BI IDZNIH, YA’LAMU MAA BAINA AYDIIHIM WA MAA KHALFAHUM, WA LAA YUHIITHUUNA BISYAI’IM MIN ILMIHII ILLAA BIMAA SYAA, WASI’A KURSIYYUHUS SAMAAWAATI WAL ARDHA WA LAA YA UUDUHUU HIFZHUHUMAA WA HUWAL ALIYYUL AZHIIM”.

Artinya :
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.”

Agar sobat semua bisa lebih mudah dalam menghafalnya maka perlu membaca ayat tersebut berulang kali. Tidak hanya membaca sekali dua kali saja. Tetapi perlu dibaca berulang kali. Tatkala sedang melaksanakan shalat wajib atau pun sunah maka sebaiknya memilih ayat kursi ini. Tepatnya dibaca setelah Surat Al-Fatihah.

Ayat kursi bisa dibaca pada berbagai kesempatan. Termasuk waktu membacanya bisa kapan saja selagi memang pantas. Ada beberapa waktu yang bagus untuk membaca ayat kursi atau ayat kursy ini. Waktu yang dimaksud adalah:

  1. Ketika telah selesai melaksanakan shalat wajib lima waktu
    Saat kita sudah selesai shalat wajib maka janganlah langsung beranjak pergi. Akan lebih baik dimanfaatkan untuk berdzikir dan juga berdoa. Termasuk pula dengan membaca ayat kursi ini. Hal ini berdasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasai, yang artinya: “Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.
    Maksud dari hadits di atas yakni ketika mati tidak akan ada yang menghalanginya untuk masuk Surga.
  2. Dibaca ketika pagi dan petang
    Sangat bagus bila setiap muslim membaca ayat kursi di waktu pagi dan juga saat petang. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim, yang artinya: Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga petang. Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi hingga pagi.
    Di kala pagi sebelum setelah selesai shalat subuh maka bisa dipakai untuk membaca ayat kursi dengan baik. Demikian pula saat petang atau setelah selesai menjalankan shalat asar. Bagus dipakai untuk membaca ayat kursi.
  3. Dibaca saat sebelum tidur
    Ketika kita sudah membaca doa sebelum tidur maka kita bisa tambahkan bacaan lainnya. Kita bisa membaca ayat kursi ini. Membaca ayat kursi ketika sebelum tidur akan sangat bermanfaat. Manfaat dari membaca ayat kursi sebelum hendak tidur yakni kita akan terjaga dari segala gangguan setan saat kita sedang tidur.

Itulah bacaan dari ayat kursi. Termasuk pula dibahas mengenai beberapa waktu yang bagus untuk dipakai membaca ayat kursi ini. Ada berbagai keutamaan dari siapa saja yang membaca ayat kursi ini. Demikian ulasan singkat ini. Kiranya tulisan ini bermanfaat bagi sobat ngaji semuanya.

Tulisan Arab Allahu Akbar

Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Sobat ngaji yang berbahagia. Kali ini saya mau mengajak sobat semua untuk membahas tulisan arab Allahu Akbar. Lafadz ini biasa kita kenal sebagai bacaan takbir. Jadi, kala disebut bacaan takbir maka ucapannya ya lafadz tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, bacaan takbir ini sudah bukan hal yang asing lagi bagi tiap muslim. Meskipun masih dalam usia anak-anak sudah kenal dengan lafadz takbir.

Setiap muslim dalam sehari semalam membaca takbir berulang kali. Bagaimana tidak? Ketika kita melaksanakan shalat maka kita mulai dengan membaca takbir. Demikian dalam gerakan-gerakan shalat selanjutnya banyak juga membaca takbir. Jadi, bacaan takbir atau Allahu Akbar ini sudah tidak asing lagi buat banyak orang. Hanya saja, tidak semua orang yang mengetahui tulisan arabnya.

Menjadi hal penting untuk mengetahui tulisan arab dari sebuah lafadz. Termasuk dalam hal ini yakni Allahu akbar atau bacaan takbir. Mengenai tulisan arabnya yakni:

Tulisan Allahu Akbar
tulisan Allahu akbar

Mengetahui tulisan arab dari sebuah bacaan tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Dengan mengetahui secara langsung tulisan arabnya maka kita tidak akan terlalu kesulitan dalam pengucapannya. Dimana dalam pengucapan tulisan arab itu tidak bisa secara penuh diwakili oleh tulisan latinnya. Memang bisa membantu tulisan latin yang ada tersebut. Tetapi, akan lebih baik lagi bila mengetahui langsung tulisan arabnya.

Pengucapan akan lebih sempurna kala mengetahui tulisan Allahu Akbar ini. Kita akan mudah dan begitu fasih kala melafalkannya. Karena hal ini amat penting maka sobat ngaji sebaiknya tidak melupakan tulisan arab dari Allahu Akbar itu. Termasuk pula berkaitan dengan artinya. Arti dari Allahu Akbar ialah Allah Maha Besar.Sehingga kala sedang shalat misalnya. Mengucapkan takbirnya akan lebih fasih. Demikian kajian kita kali ini. Semoga menambah manfaat dan juga kebaikan bagi sobat ngaji yang berbahagia. Wassalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Bacaan Talbiyah Haji Lengkap Latin dan Artinya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji yang berbahagia. Kali ini kita akan membahas mengenai bacaan talbiyah dalam ibadah haji. Dilengkapi pula dengan tulisan arabnya, latin dan juga artinya. Kita semua tahu dalam rukun Islam yang lima itu ada yang namanya ibadah haji. Tepatnya pada rukun Islam yang kelima. Bagi mereka yang telah mampu melaksanakan haji maka wajib baginya. Setiap muslim sudah selayaknya untuk memprioritaskan ibadah haji ini dibanding kegiatan yang kurang penting. Misalnya ia punya dana yang berlebih maka mestinya ia gunakan untuk membiayai haji. Bukan digunakan hanya sekedar jalan-jalan ke luar negeri saja.

Kewajiban memang mesti harus didahulukan. Tiap orang yang sudah terpenuhi syaratnya untuk berhaji maka ia mesti harus melakukannya. Selanjutnya, proses persiapan dalam pelaksanaan haji dan juga keberangkatan mesti pula dikerjakan. Di Indonesia, seseorang mesti menunggu antrian beberapa tahun lamanya untuk bisa berangkat haji setelah orang tersebut mendaftar dan memperoleh porsi haji. Tiap daerah berbeda lama daftar tunggunya. Ada yang cepat ada yang sampai lebih dari dua puluh tahun.

Animo masyarakat muslim untuk mendaftarkan dirinya berhaji memang cukup bagus di negeri ini. Indikasinya bisa terlihat dari banyaknya orang yang telah mendaftar untuk mendapatkan porsi haji. Persiapan dari kesehatan fisik dan biaya pelunasan haji mesti mendapatkan perhatian bagi mereka yang sudah mendapatkan nomor porsi haji. Tidak lupa pula persiapan dalam ilmu menjadi hal yang amat penting.

Ibadah haji memiliki arti yang luar biasa bagi tiap muslim. Betapa gembira dan bahagianya hati seorang muslim bisa berangkat haji ke Baitullah. Dalam melaksanakan haji kita perluu juga mengetahu ilmunya. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami mengajak sobat ngaji semua untuk mempelajari bacaan talbiyah dalam haji. Bacaan ini sangatlah penting karena pasti akan dibaca oleh para jamaah haji. Termasuk juga ketika kaum muslimin melaksanakan umrah. Kalimah talbiyah ini juga perlu untuk dibaca. Maka kita yang belum berhaji atau pun belum umrah perlu sekali mempelajarinya.

Langkah pertama kita perlu tahu lafadznya atau tulisan arabnya. Untuk membantu membacanya juga perlu kita mengetahui tulisan latinnya. Arti dari bacaan talbiyah juga mesti kita ketahui. Mengenai bacaan talbiyah dalam ibadah haji bisa sobat semua simak berikut ini.

Bacaan Talbiyah Haji

Latinnya:
LABBAIKALLAHUMMA LABBAIK, LABBAIKA LAA SYARII KALAKA LABBAIK, INNAL HAMDA WANNI’MATA LAKA WAL MULK, LAA SYARIIKALAK.
Artinya :
Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujaan dan nikmat adalah milik-Mu, begitu juga kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu.

Kalimah talbiyah tersebut memang tidak singkat sekali. Meski pun tidak bisa disebut panjang juga. Kita bisa membacanya berulang-ulang bila belum hafal. Di samping juga, kita perlu mendengarkannya juga berulang kali. Supaya dengan begitu kita akan mudah hafal dengan sendirinya.

Mengenai arti dari lafadz talbiyah di atas juga perlu kita ketahui. Makna dari kalimah talbiyah juga tidak kalah penting untuk kita ketahui. Di dalam bacaan talbiyah tersebut seseorang menyatakan kalimat tauhid dan menjauhi kesyirikan. Sebuah bentuk pernyataan tentang pengesaan Allah subhanahu wa ta’la. Allah yang merupakan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala nikmat adalah milik-Nya.

Amat penting sekali mengetahui makna dari bacaan talbiyah ini. Dengan mengetahui bacaan talbiyah tersebut kita akan semakin khusyuk di kala melafadzkannya nanti. Amat berbeda tentu orang yang tahu maknanya dengan yang tidak di kala mengucapkannya. Inilah pentingnya belajar mengenai talbiyah. Demikian yang bisa kami tulis di sini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat ngaji semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Lafadz Tahmid dan Artinya Yang Perlu Diketahui

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bacaan atau lafadz tahmid sering kita dengar. Namun, kita perlu mengetahu dan mempelajarinya lebih jauh lagi. Membicarakan ilmu tentang agama dan yang lainnya memang tiada habisnya. Sebanyak-banyak yang kita ketahui mungkin masih banyak pula yang belum diketahui. Saya yakin sobat ngaji semua setuju dengan pernyataan tersebut. Ilmu memang luas sekali. Tidak akan habis dipelajari semuanya dalam waktu yang lama sekali pun.

Tetapi, meski pun begitu kita memiliki tugas untuk tetap menuntut ilmu. Perlu menyediakan sebagian waktu untuk tetap belajar mengenai agama Islam. Memang ilmu agama amat luas. Namun, kita bisa belajar mulai dari apa saja yang kiranya bisa. Termasuk pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari salah satu bacaan penting dalam keseharian. Bacaan tersebut yakni tahmid.

Lafadz Tahmid

Kali ini kita akan membahas bacaan atau lafadz tahmid ini lebih jauh lagi. Namun, sebelum kita membahasnya lebih jauh maka kita perlu tahu dulu mengenai lafadz tahmid itu apa? Lafadz tahmid itu alhamdulillah. Setelah mengetahuinya, kita pun perlu tahu tulisan arabnya. Berikut ini tulisan arab alhamdulillah.

Lafadz Tahmid dan Artinya
lafadz tahmid

Arti dari lafadz tahmid atau alhamdulillah adalah segala puji bagi Allah. Amat luar biasa arti dari lafadz tahmid tersebut. Sering pula tahmid ini disebut bacaan hamdalah. Dalam kehidupan sehari-hari sebetulnya kita sering mendengar orang mengucapkan lafadz tersebut. Misalnya ketika kita sehabis melaksanakan shalat wajib biasanya membaca dzikir terlebih dahulu sebelum beranjak. Salah satu yang dibaca ialah lafadz tahmid ini.

Di saat kita sedang mendapatkan kenikmatan pun bacaan yang pertama ialah dengan tahmid itu. Sebagai wujud seseorang mensyukuri nikmat pemberian-Nya. Ia membaca tahmid. Memuji kebesaran dan keagungan Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan nikmat tersebut. Sebab pada hakikatnya apa saja yang telah kita nikmati atau terima dalam hidup ini bukan karena usaha semata. Namun, semuanya karena kemurahan dari Allah.

Bahkan membaca tahmid tatkala memperoleh sebuah kenikmatan menjadi tanda kesyukuran. Sebagai contoh. Di kala kita lulus ujian masuk ke perguruan tinggi yang menjadi idola maka itu bagian dari kenikmatan. Maka mengucapkan tahmid atau alhamdulillah menjadi hal yang mesti dilakukan di saat mendengar berita pengumuman kelulusan ujian tersebut.

Contoh yang lainnya, tatkala seseorang diterima lamaran pekerjaannya. Tentu amat bergembira rasanya bila kita dapat diterima lamaran pekerjaan yang telah diajukan. Usaha mencari pekerjaan dapat terwujud sukses. Termasuk juga ketika seseorang berdagang dan begitu sukses. Laris manis jualannya. Tentu saja untung dari jualan atau dagangannya begitu banyak akhirnya.

Tidak terkecuali ketika kita hendak berdoa pun kita membaca tahmid terlebih dahulu. Kita memuji kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala sebelum kita memohon kepada-Nya. Baik saat berdoa dalam momen-memen tertentu atau pun ketika berdoa kapan saja. Saat seseorang memulai ceramah biasa juga dimulai dengan tahmid. Termasuk ketika mengakhiri sebuah ceramah pun juga biasa membaca hamdalah.

Ketika kita shalat kita membaca Surat Al-Fatihah. Dalam surat Al-Fatihah di dalamnya juga terdapat lafadz tahmid. Maka tiap hari kita setidaknya membaca tahmid ini setidaknya tujuh belas kali. Sama dengan jumlah rakaat seluruh shalat wajib lima waktu. Begitu banyak momen kita membaca tahmid dalam kehidupan ini. Maka akan sangat penting untuk membahas lafadz tahmid dan juga artinya. Semoga apa yang kami tulis ini menambah manfaat bagi para sobat ngaji semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Tulisan Arab Innalillahi Wainailahi Rojiun

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Belajar itu mesti kita lakukan terus menerus. Seperti pada kali ini kita mempelajari tulisan arab innalillahi wainailahi rojiun. Tentu saja tulisan yang benar. Sering dalam kehidupan kita sehari-hari kita menemukan tulisan tersebut. Baik dalam lisan perbincangan antar kita dengan orang lain. Mendengarkan pembicaraan orang lain. Juga dari ceramah seorang ustadz atau pun kyai yang membaca lafadz tersebut.

Di kala kita membuka smartphone atau hp kita pun tidak jarang mendapati tulisan tersebut. Terutama bila ada sebuah musibah yang menimpa seseorang atau masyarakat di suatu daerah. Sebagai contoh ada seseorang yang meninggal dunia. Maka ucapan innalillahi wainailahi rojiun menjadi hal yang pertama kita dengar. Tidak jarang di media sosial pun saat mendengar ada kabar seorang meninggal maka ucapan atau tulisan tersebut disampaikan.

Kemudian, sudahkah kita mengetahui tulisan arabnya? Pada umumnya, tulisan yang beredar adalah tulisan latin. Untuk menjadikan kita semakin paham dengan tulisan arabnya maka sobat ngaji bisa menyimaknya berikut ini.

Tulisan Arab Innalillahi Wainailahi Rojiun

Setelah kita mengetahui tulisannya maka akan semakin paham dan jelaslah kita. Tidak akan bingung lagi dengan tulisan tersebut ketika menjumpainya. Sebetulnya, lafadz tersebut bersumber dari Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 156, yang artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).

Dalam ayat tersebut, disebutkan bahwasannya apa bila orang-orang ditimpa sebuah musibah maka mereka membaca kalimat tersebut. Membaca lafadz tersebut menunjukkan bahwasannya orang yang membacanya bersabar atas yang menimpanya. Kesabaran memang menjadi bagian akhlak yang mulia. Seorang yang sabar maka dia akan menang. Kesuksesan akan diraih oleh mereka yang bersabar dalam kehidupan ini.

Dalam kehidupan sehari-hari, bacaan tersebut sering disebut istirja. Umumnya dibaca di kala ada musibah berupa kematian seseorang. Akan tetapi, sebetulnya bisa dibaca di kala adanya musibah apa pun. Entah itu musibah kematian atau pun yang lainnya yang menimpa. Misalnya ada musibah tanah longsor, banjir, gempa bumi, kehilangan harta benda, bencana tsunami, angin puting beliung, dan lain-lain. Semoga tulisan ini memberi manfaat untuk sobat ngaji semuanya. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

https://poskajian.blogspot.com/2019/02/tulisan-arab-dan-arti-innalillahiwainnailaihirojiun.html