Berteman Dengan Orang Shalih Sungguh Besar Manfaatnya

Hidup ini butuh berteman dengan orang shalih. Setiap orang yang hidup di dunia ini tidak mungkin bisa sendirian. Pasti memerlukan orang lain. Butuh bantuan dari orang lain. Tiap orang pun punya kecenderungan untuk memiliki teman. Ingin berteman dengan orang lain sehingga hidupnya terasa ramai dan nikmat. Memang inilah fitrah manusia. Selalu berkecenderungan hidup bersama orang lain. Dengan memiliki teman maka kita akan hidup lebih berbahagia. Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan mudah bila bersama dengan teman-teman.

Memiliki teman memang membahagiakan. Akan tetapi, dalam kita mencari seorang teman pun perlu untuk mengetahui caranya. Alangkah bahagianya bila kita memiliki teman-teman yang shalih. Bahkan dengan punya teman yang shalih ini akan menjadikan hidup seseorang bertambah kebaikan dan kebahagiaanya. Mencari teman-teman yang shalih mestinya perlu dilakukan oleh tiap muslim. Dari teman-teman yang shalih ini kita akan lebih selamat juga dalam menjalani kehidupan di muka bumi ini.

Manfaat teman yang shalih

Berteman dengan orang shalih sungguh besar manfaatnya. Beberapa manfaat memiliki teman-teman orang yang shalih ini, diantaranya adalah:

  1. Menjadi tanda kita termasuk orang yang shalih.
    Ketika kita memiliki teman-teman orang yang shalih maka kita pun termasuk bagian dari mereka. Orang itu bisa dinilai keshalihannya dengan melihat siapa saja teman-temannya. Komunitasnya siapa. Sebab dari teman-teman yang shalih ini akan memberi tanda bahwa kita pun juga orang yang shalih.
  2. Mendapatkan pengaruh kebaikan di dunia maupun akhirat.
    Manusia memiliki hati. Dari hati inilah yang akan menentukan sikap dan perilaku sehari-harinya. Tiap manusia pun akan terpengaruh dari apa saja yang ada dilingkungannya. Karena hati itu kadang naik dan turun. Tidak bisa stabil. Termasuk ketika dalam mengerjakan ketaatan. Kadang bersemangat tinggi tetapi di lain waktu turun semangatnya. Ketika kita memiliki teman-teman yang shalih maka mereka akan mampu memberi pengaruh kebaikan kepada kita baik itu masalah di dunia maupun akhirat. Pengaruh lingkungan memang sungguh luar biasa kuatnya. Di kala lingkungan pergaulan kita bersama-orang-orang yang shalih maka kita pun akan dipengaruhi kebaikan oleh mereka. Akhirnya, kita pun akan turut menjadi orang yang shalih.
  3. Mendapatkan doa kebaikan dari mereka.
    Doa menjadi hal yang amat penting. Ketika kita punya teman-teman yang shalih maka mereka pun akan mendoakan kita. Dengan mendapatkan doa kebaikan dari mereka itu maka kita sungguh sebuah keberuntungan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Berteman Dengan Orang Shalih

artinya adalah:
Permisalan duduk dengan orang shalih dan duduk dengan orang jelek; seperti penjual minyak wangi dengan tukang besi, maka penjual minyak wangi: baik ia memberikan minyak wanginya kepadamu, atau kamu membeli minyak wanginya atau minimal kamu mendapatkan bau harum darinya adapun tukang besi: baik ia akan membakar pakainmu atau minimal kamu mendapatkan bau busuk darinya.

Makna dari hadits tersebut sangatlah penting untuk kita ketahui. Kita dapat mengambil berbagai pelajaran berharga dari hadits tersebut. Hadits di atas memberikan pelajaran sesungguhnya duduk bersama orang shalih dan semua teman-temanya memberikan kebaikan, berkah, manfaat dan keuntungan seperti penjual minyak wangi yang dapat memberikan bermanfaat bagi siapa yang besamanya baik berupa hadiah atau membeli atau minimal mendapatkan sesuatu. Kondisi duduk bersamanya kamu akan mendapatkan ketenangan diri dan kelapangan dada dengan bau harum minyak wangi, ini pendekatan dan permisalan duduk bersama orang shalih.

Akan tetapi kebaikan yang didapatkan seorang hamba dari duduk bersama orang shalih lebih luas dan lebih utama dari minyak wangi. Baik ia akan mengajarkan kepada kita urusan-urusan yang bermanfaat bagi agama atau mengajarkan urusan-urusan yang bermanfaat bagi dunia kita. Bisa juga untuk keduanya. Bahkan akan memberikan kita petunjuk berupa nasihat yang bermanfaat bagi perjalanan kehidupan. Tatkala kita masih hidup dan setelah kita meninggal, mereka akan melarang kita atas apa-apa yang dapat mendatangkan kerugian. Jika kita bersama dengannya akan selalu mendapatkan manfaat dan keuntungan yang banyak.

Jika mereka melihat kita malas dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, mereka akan memberi petunjuk. Akhirnya, keinginan kita untuk taat semakin bertambah dan kita pun akan lebih bersungguh-sungguh dalam ketaatan. Aib-aib kita pun akan ditutupi oleh mereka. Kita akan mendapati kebaikan akhlak baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan. Setidaknya, bila kita tidak mampu memperoleh manfaat kebaikan dari orang yang shalih maka kita tidak akan pernah diganggu atau pun dirugikan oleh mereka sedikit pun. Ini manfaat yang paling kecil.

Lain halnya bila kita berteman atau bersahabat dengan orang-orang jelek. Ini akan menjadi sebuah racun dan musibah yang besar. Bukannya kebaikan yang kita peroleh tetapi malah sebaliknya. Berbagai jenis kemaksiatan akan diperkenalkan mereka kepada diri kita. Bukan hanya dikenalkan saja bahkan. Kita mungkin malah diajak oleh mereka untuk berbuat dosa maksiat dan kerusakan-kerusakan di muka bumi. Ajakan mereka bisa menjadikan diri kita terperosok jauh ke lubang kesulitan dan kesengsaraan. Baik itu kesulitan di dunia maupun di akhirat kelak. Maka sudah saatnya kita mencari dan memilih teman-teman orang yang shalih. Supaya beruntung dan bahagia hidup kita di dunia dan akhirat.

Tulisan Arab Bismillah

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sangatlah penting untuk kita belajar. Yang perlu dipelajari ialah tentang agama Islam. Materi tentang ilmu agama memang sangatlah banyak. Satu diantaranya yakni tulisan arab bismillah. Mengapa kita perlu mengetahui tulisan seperti ini? Dikarenakan tiap hari kita mendengar lafadz tersebut. Termasuk pula tulisan artikel pun kita juga sering membacanya. Maka menjadi hal yang penting untuk kita mempelajarinya.

Begitu seringnya membaca atau pun mendengar tulisan arab bismillah perlu menjadikan kita ingin tahu tentang artinya. Termasuk juga tulisan arabnya. Mengenai tulisan arabnya ialah

Tulisan Bismillah

Sedangkan untuk artinya bismillah yakni dengan nama Allah. Kita di dalam mengerjakan shalat selalu membaca Surat Al-Fatihah. Setiap shalat dikerjakan wajib membaca surat ini. Tiap rakaat membaca Surat Al-Fatihah hingga diakhiri atau ditutup dengan membaca lafadz Amiin. Itu artinya dalam sehari semalam kita membaca surat Al-Fatihah berkali-kali. Jika jumlah rakaat dalam sehari semalam itu semuanya 17 maka sejumlah itu pula kita membaca Surat Al-Fatihah.

Itu baru shalat wajib yang lima waktu. Subuh, dhuhur, asar, maghrib, dan isya yang dimaksud shalat wajib 5 waktu tersebut. Belum nanti pada shalat-shalat sunah yang lainnya. Pada tiap rakaat selalu membaca Surat Al-Fatihah. Sedang pada ayat pertama dimulai dengan lafadz bismillahirrahmaanirahim. Ada lafadz bismillah juga.

Di samping itu, banyak momen penting lainnya yang dianjurkan untuk membaca bismillah. Berbagai aktivitas sehari-hari kita selalu dianjurkan untuk memulai dengan bismillah atau basmallah. Kita ambil contoh ketika hendak makan. Sebelum kita makan maka diperintahkan untuk membaca bismillah terlebih dahulu. Hal ini tidaklah boleh dilupakan. Demikian juga ketika kita mau minum. Membaca juga lafadz bismillah.

Saat hendak memulai berbagai aktivitas penting maupun tidak penting banyak yang mesti dimulai dengan bacaan bismillah. Memulai pekerjaan pun juga mesti dengan membaca bismillah. Kita setiap hari keluar dari rumah untuk beraktivitas. Keluar dari rumah pun juga hendaknya dengan membaca bismillah. Ini artinya lafadz bismillah itu amat sering diucapkan. Maka dari itu, menjadi amat penting untuk kita mengetahui tulisan arabnya dengan baik. Tatkala kita mengucapkannya maka kita bisa lebih fasih betul. Sebab membaca bismillah ini termasuk doa yang sudah semestinya membacanya secara khusyuk. Demikian semoga artikel ini bermanfaat. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

3 Perbedaan Kitab Dan Suhuf

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kita sering mendapatkan pertanyaan mengenai masalah kitab dan suhuf. Memang keduanya sangatlah penting untuk dibahas. Dalam kajian kita kali ini kita akan membahasnya lebih detail. Sebelum beranjak kepada pembahasannya, ada baiknya sobat sekalian menyimak dalil tentang suhuf ini. Yakni pada Al-Quran Surat Al-A’la ayat 18-19.

Al-Quran Surat Al-A'la ayat 18-19

Ayat 18 artinya : Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,
Ayat 19 artinya : (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

Terdapat pula dalil yang lainnya mengenai suhuf ini yaitu pada Al-Quran Surat An-Najm ayat 36-38.

Al-Quran Surat An-Najm ayat 36-38.

ayat 36 artinya: Ataukah belum diberitakan (kepadanya) apa yang ada dalam lembaran-lembaran (Kitab Suci yang diturunkan kepada) Musa?
ayat 37 artinya: Dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?
ayat 38 artinya: (yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

Antara kitab dan suhuf memang memiliki perbedaan. Setidaknya terdapat 3 perbedaan kitab dan suhuf tersebut, yaitu:

  1. Mengenai bentuknya. Kitab bentuknya sudah dibukukan dengan baik. Sedangkan untuk suhuf bentuknya masih berupa lembaran-lembaran yang terpisah.
  2. Mengenai isinya. Isi dari kitab jauh lebih lengkap dibanding dengan suhuf.
  3. Mengenai masa berlakunya. Kitab memiliki masa berlaku yang jauh lebih lama. Sedangkan untuk suhuf masa berlakunya tidak lama.

Dengan uraian di atas kita akan memahami dengan baik perbedaan dari kitab dan suhuf. Akhirnya sampai di sini dahulu pembahasan kita kali ini, sampai bertemu kembali pada pembahasan yang lainnya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Beginilah Cara Mencuci Baju Secara Islami

Beginilah Cara Mencuci Baju Secara Islami

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Sebagai seorang muslim kita mesti mengetahui berbagai hal yang penting dalam kehidupan. Termasuk di dalamnya segala kegiatan yang sering kita lakukan daam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali kegiatan kita sehari-hari itu bila kita mau merincinya. Diantara aktivitas harian itu yakni: makan, minum, mandi, buang air kecil atau besar, berjalan, masuk rumah, keluar rumah, berbicara, menyikat gigi, membersihkan rumah, merapikan kamar, memakai pakaian, melepas pakaian, mencuci piring atau gelas dan mencuci baju. Kesemuanya hampir tiap hari kita kerjakan. Aktivitas tersebut juga tidak meninggalkan doa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagai contoh, kita membaca doa memakai pakaian biasa saat akan mengenakannya. Masih banyak lagi contoh doa yang mesti dibaca dalam keseharian kita.

Satu hal yang perlu kita perhatikan di dalam beberapa aktivitas tersebut yakni mencuci baju atau pakaian. Setiap kita pasti punya pakaian. Dalam setiap pakaian yang dipakai itu mesti akan kotor dan harus dicuci supaya menjadi bersih lagi. Barulah kalau sudah bersih maka bisa dipakai kembali. Namun, sudahkan anda tahu bagaimana mencuci pakaian sesuai syariat Islam? Bila mana belum tahu maka penting sekali untuk mengetahui caranya. Kalaupun sudah mengetahui maka tetap saja kita perlu mengulasnya lagi supaya menjadi lebih paham. Alangkah baiknya bila pada kesempatan ini kita menyimak uraian cara mencuci baju berikut ini.

  1. Seleksilah baju yang akan kita cuci.
    Pisahkan antara baju yang terkena najis dan bau yang hanya kotor biasa saja. Hal ini dimaksudkan agar menghindari najis yang ada di baju menyebar ke baju yang lainnya. Kita bisa membayangkan bila baju yang terkena najis dan yang bukan terkena najis dicampurkan menjadi satu. Semuanya tentu malah menjadi terkena najis.
  2. Baju yang terkena najis hendaknya dibersihkan.
    Untuk baju yang terkena najis maka sebaiknya langsung dibersihkan dahulu. Bisa dengan mengguyurkan air lalu menyikatnya dengan deterjen. Sehingga najis sudah benar-benar bersih.
  3. Mencuci baju sebaiknya dengan deterjen
    Lalu sekarang tinggal mencuci baju secara keseluruhan dengan deterjen. Uceklah baju sampai bersih. Bisa pula dengan menggunakan mesin cuci.
  4. Bilas hingga bersih
    Setelah mencuci seluruh baju dengan bersih maka perlu sekali untuk membilasnya. Membilas hendaknya dengan air yang bersih. Akan lebih baik lagi bila cara pembilasan dengan menggunakan air yang mengalir.
  5. Jemur pakaian atau baju di tempat yang kering
    Menjemur pakaian menjagi kegiatan paripurna dalam mencuci baju. Akan lebih baik bila menjemur pakaian di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung. Dengan panasnya sinar matahari tersebut maka tidak butuh waktu yang lama dalam mengeringkannya. Baju pun kini sudah siap untuk dipakai kembali.

Nah, beginilah tips atau cara mencuci baju secara Islami. Akhirnya kami mohon maaf bila ada salah dan kurangnya. Semoga artikel ini memberi manfaat kepada seluruh sobat semuanya. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Inilah Perbedaan Antara Nabi dan Rasul

perbedaan nabi dan rasul

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bagaimana kabar teman-teman hari ini? Baik-baik saja bukan ? Alhamdulillah kalau begitu. Semoga selalu pula untuk bisa beribadah kepada Allah Swt. dengan baik dan terus bersemangat. Untuk memupuk iman supaya subur dan bertambah kuat , hendaknya selalu menuntut ilmu tiada henti. Ada banyak cara dalam mencari ilmu agama. Membaca buku agama Islam misalnya. Tema-tema keagamaan bisa kita temukan dalam berbagai buku. Judulnya bermacam-macam. Harganya pun juga amat bervariasi.

Bisa juga dengan membaca majalah , situs-situs kajian Islam di internet , atau buletin-buletin yang ada di masjid maupun mushola. Semua mengandung ilmu yang penting untuk diketahui. Mendatangi pengajian dan majelis taklim lebih bagus lagi. Karena banyak nilai tambahnya di dalam kegiatan tersebut. Ada hikmah silaturahim di dalam acara itu. Bertambah teman-teman dari orang-orang yang shalih.

Banyak sekali hal yang kita mesti pelajari. Dari masalah bagaimana shalat yang benar, berpuasa , zakat , haji dan umrah, serta banyak lagi yang lain. Salah satu pengetahuan yang perlu kita tahu yakni masalah apa saja perbedaan nabi dan rasul. Kita tahu iman kepada rasul dan nabi merupakan bagian rukun iman. Sehingga penting sekali kita untuk memahaminya bersama.

Nah, perbedaan dari keduanya antara lain:

  1. Nabi mendapat wahyu hanya untuk dirinya sendiri, tanpa ada kewajiban untuk menyampaikan kepada orang lain. Nah, kalau rasul, di samping mendapat wahyu untuk dirinya sendiri, tetapi juga memiliki kewajiban untuk menyampaikan risalah itu kepada umatnya atau orang lain.
  2. Setiap Rasul adalah juga seorang Nabi. Akan tetapi, setiap Nabi belum tentu Rasul.

Semoga sedikit penjelasan ini bermanfaat bagi para pembaca. Selamat ngaji sobat semua. Tiada hari untuk selalu belajar.