Tulisan Arab Allahu Akbar

Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Sobat ngaji yang berbahagia. Kali ini saya mau mengajak sobat semua untuk membahas tulisan arab Allahu Akbar. Lafadz ini biasa kita kenal sebagai bacaan takbir. Jadi, kala disebut bacaan takbir maka ucapannya ya lafadz tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, bacaan takbir ini sudah bukan hal yang asing lagi bagi tiap muslim. Meskipun masih dalam usia anak-anak sudah kenal dengan lafadz takbir.

Setiap muslim dalam sehari semalam membaca takbir berulang kali. Bagaimana tidak? Ketika kita melaksanakan shalat maka kita mulai dengan membaca takbir. Demikian dalam gerakan-gerakan shalat selanjutnya banyak juga membaca takbir. Jadi, bacaan takbir atau Allahu Akbar ini sudah tidak asing lagi buat banyak orang. Hanya saja, tidak semua orang yang mengetahui tulisan arabnya.

Menjadi hal penting untuk mengetahui tulisan arab dari sebuah lafadz. Termasuk dalam hal ini yakni Allahu akbar atau bacaan takbir. Mengenai tulisan arabnya yakni:

Tulisan Allahu Akbar
tulisan Allahu akbar

Mengetahui tulisan arab dari sebuah bacaan tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Dengan mengetahui secara langsung tulisan arabnya maka kita tidak akan terlalu kesulitan dalam pengucapannya. Dimana dalam pengucapan tulisan arab itu tidak bisa secara penuh diwakili oleh tulisan latinnya. Memang bisa membantu tulisan latin yang ada tersebut. Tetapi, akan lebih baik lagi bila mengetahui langsung tulisan arabnya.

Pengucapan akan lebih sempurna kala mengetahui tulisan Allahu Akbar ini. Kita akan mudah dan begitu fasih kala melafalkannya. Karena hal ini amat penting maka sobat ngaji sebaiknya tidak melupakan tulisan arab dari Allahu Akbar itu. Termasuk pula berkaitan dengan artinya. Arti dari Allahu Akbar ialah Allah Maha Besar.Sehingga kala sedang shalat misalnya. Mengucapkan takbirnya akan lebih fasih. Demikian kajian kita kali ini. Semoga menambah manfaat dan juga kebaikan bagi sobat ngaji yang berbahagia. Wassalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Bacaan Talbiyah Haji Lengkap Latin dan Artinya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji yang berbahagia. Kali ini kita akan membahas mengenai bacaan talbiyah dalam ibadah haji. Dilengkapi pula dengan tulisan arabnya, latin dan juga artinya. Kita semua tahu dalam rukun Islam yang lima itu ada yang namanya ibadah haji. Tepatnya pada rukun Islam yang kelima. Bagi mereka yang telah mampu melaksanakan haji maka wajib baginya. Setiap muslim sudah selayaknya untuk memprioritaskan ibadah haji ini dibanding kegiatan yang kurang penting. Misalnya ia punya dana yang berlebih maka mestinya ia gunakan untuk membiayai haji. Bukan digunakan hanya sekedar jalan-jalan ke luar negeri saja.

Kewajiban memang mesti harus didahulukan. Tiap orang yang sudah terpenuhi syaratnya untuk berhaji maka ia mesti harus melakukannya. Selanjutnya, proses persiapan dalam pelaksanaan haji dan juga keberangkatan mesti pula dikerjakan. Di Indonesia, seseorang mesti menunggu antrian beberapa tahun lamanya untuk bisa berangkat haji setelah orang tersebut mendaftar dan memperoleh porsi haji. Tiap daerah berbeda lama daftar tunggunya. Ada yang cepat ada yang sampai lebih dari dua puluh tahun.

Animo masyarakat muslim untuk mendaftarkan dirinya berhaji memang cukup bagus di negeri ini. Indikasinya bisa terlihat dari banyaknya orang yang telah mendaftar untuk mendapatkan porsi haji. Persiapan dari kesehatan fisik dan biaya pelunasan haji mesti mendapatkan perhatian bagi mereka yang sudah mendapatkan nomor porsi haji. Tidak lupa pula persiapan dalam ilmu menjadi hal yang amat penting.

Ibadah haji memiliki arti yang luar biasa bagi tiap muslim. Betapa gembira dan bahagianya hati seorang muslim bisa berangkat haji ke Baitullah. Dalam melaksanakan haji kita perluu juga mengetahu ilmunya. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami mengajak sobat ngaji semua untuk mempelajari bacaan talbiyah dalam haji. Bacaan ini sangatlah penting karena pasti akan dibaca oleh para jamaah haji. Termasuk juga ketika kaum muslimin melaksanakan umrah. Kalimah talbiyah ini juga perlu untuk dibaca. Maka kita yang belum berhaji atau pun belum umrah perlu sekali mempelajarinya.

Langkah pertama kita perlu tahu lafadznya atau tulisan arabnya. Untuk membantu membacanya juga perlu kita mengetahui tulisan latinnya. Arti dari bacaan talbiyah juga mesti kita ketahui. Mengenai bacaan talbiyah dalam ibadah haji bisa sobat semua simak berikut ini.

Bacaan Talbiyah Haji

Latinnya:
LABBAIKALLAHUMMA LABBAIK, LABBAIKA LAA SYARII KALAKA LABBAIK, INNAL HAMDA WANNI’MATA LAKA WAL MULK, LAA SYARIIKALAK.
Artinya :
Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujaan dan nikmat adalah milik-Mu, begitu juga kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu.

Kalimah talbiyah tersebut memang tidak singkat sekali. Meski pun tidak bisa disebut panjang juga. Kita bisa membacanya berulang-ulang bila belum hafal. Di samping juga, kita perlu mendengarkannya juga berulang kali. Supaya dengan begitu kita akan mudah hafal dengan sendirinya.

Mengenai arti dari lafadz talbiyah di atas juga perlu kita ketahui. Makna dari kalimah talbiyah juga tidak kalah penting untuk kita ketahui. Di dalam bacaan talbiyah tersebut seseorang menyatakan kalimat tauhid dan menjauhi kesyirikan. Sebuah bentuk pernyataan tentang pengesaan Allah subhanahu wa ta’la. Allah yang merupakan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala nikmat adalah milik-Nya.

Amat penting sekali mengetahui makna dari bacaan talbiyah ini. Dengan mengetahui bacaan talbiyah tersebut kita akan semakin khusyuk di kala melafadzkannya nanti. Amat berbeda tentu orang yang tahu maknanya dengan yang tidak di kala mengucapkannya. Inilah pentingnya belajar mengenai talbiyah. Demikian yang bisa kami tulis di sini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat ngaji semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Lafadz Tahmid dan Artinya Yang Perlu Diketahui

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bacaan atau lafadz tahmid sering kita dengar. Namun, kita perlu mengetahu dan mempelajarinya lebih jauh lagi. Membicarakan ilmu tentang agama dan yang lainnya memang tiada habisnya. Sebanyak-banyak yang kita ketahui mungkin masih banyak pula yang belum diketahui. Saya yakin sobat ngaji semua setuju dengan pernyataan tersebut. Ilmu memang luas sekali. Tidak akan habis dipelajari semuanya dalam waktu yang lama sekali pun.

Tetapi, meski pun begitu kita memiliki tugas untuk tetap menuntut ilmu. Perlu menyediakan sebagian waktu untuk tetap belajar mengenai agama Islam. Memang ilmu agama amat luas. Namun, kita bisa belajar mulai dari apa saja yang kiranya bisa. Termasuk pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari salah satu bacaan penting dalam keseharian. Bacaan tersebut yakni tahmid.

Lafadz Tahmid

Kali ini kita akan membahas bacaan atau lafadz tahmid ini lebih jauh lagi. Namun, sebelum kita membahasnya lebih jauh maka kita perlu tahu dulu mengenai lafadz tahmid itu apa? Lafadz tahmid itu alhamdulillah. Setelah mengetahuinya, kita pun perlu tahu tulisan arabnya. Berikut ini tulisan arab alhamdulillah.

Lafadz Tahmid dan Artinya
lafadz tahmid

Arti dari lafadz tahmid atau alhamdulillah adalah segala puji bagi Allah. Amat luar biasa arti dari lafadz tahmid tersebut. Sering pula tahmid ini disebut bacaan hamdalah. Dalam kehidupan sehari-hari sebetulnya kita sering mendengar orang mengucapkan lafadz tersebut. Misalnya ketika kita sehabis melaksanakan shalat wajib biasanya membaca dzikir terlebih dahulu sebelum beranjak. Salah satu yang dibaca ialah lafadz tahmid ini.

Di saat kita sedang mendapatkan kenikmatan pun bacaan yang pertama ialah dengan tahmid itu. Sebagai wujud seseorang mensyukuri nikmat pemberian-Nya. Ia membaca tahmid. Memuji kebesaran dan keagungan Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan nikmat tersebut. Sebab pada hakikatnya apa saja yang telah kita nikmati atau terima dalam hidup ini bukan karena usaha semata. Namun, semuanya karena kemurahan dari Allah.

Bahkan membaca tahmid tatkala memperoleh sebuah kenikmatan menjadi tanda kesyukuran. Sebagai contoh. Di kala kita lulus ujian masuk ke perguruan tinggi yang menjadi idola maka itu bagian dari kenikmatan. Maka mengucapkan tahmid atau alhamdulillah menjadi hal yang mesti dilakukan di saat mendengar berita pengumuman kelulusan ujian tersebut.

Contoh yang lainnya, tatkala seseorang diterima lamaran pekerjaannya. Tentu amat bergembira rasanya bila kita dapat diterima lamaran pekerjaan yang telah diajukan. Usaha mencari pekerjaan dapat terwujud sukses. Termasuk juga ketika seseorang berdagang dan begitu sukses. Laris manis jualannya. Tentu saja untung dari jualan atau dagangannya begitu banyak akhirnya.

Tidak terkecuali ketika kita hendak berdoa pun kita membaca tahmid terlebih dahulu. Kita memuji kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala sebelum kita memohon kepada-Nya. Baik saat berdoa dalam momen-memen tertentu atau pun ketika berdoa kapan saja. Saat seseorang memulai ceramah biasa juga dimulai dengan tahmid. Termasuk ketika mengakhiri sebuah ceramah pun juga biasa membaca hamdalah.

Ketika kita shalat kita membaca Surat Al-Fatihah. Dalam surat Al-Fatihah di dalamnya juga terdapat lafadz tahmid. Maka tiap hari kita setidaknya membaca tahmid ini setidaknya tujuh belas kali. Sama dengan jumlah rakaat seluruh shalat wajib lima waktu. Begitu banyak momen kita membaca tahmid dalam kehidupan ini. Maka akan sangat penting untuk membahas lafadz tahmid dan juga artinya. Semoga apa yang kami tulis ini menambah manfaat bagi para sobat ngaji semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Tulisan Arab Innalillahi Wainailahi Rojiun

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Belajar itu mesti kita lakukan terus menerus. Seperti pada kali ini kita mempelajari tulisan arab innalillahi wainailahi rojiun. Tentu saja tulisan yang benar. Sering dalam kehidupan kita sehari-hari kita menemukan tulisan tersebut. Baik dalam lisan perbincangan antar kita dengan orang lain. Mendengarkan pembicaraan orang lain. Juga dari ceramah seorang ustadz atau pun kyai yang membaca lafadz tersebut.

Di kala kita membuka smartphone atau hp kita pun tidak jarang mendapati tulisan tersebut. Terutama bila ada sebuah musibah yang menimpa seseorang atau masyarakat di suatu daerah. Sebagai contoh ada seseorang yang meninggal dunia. Maka ucapan innalillahi wainailahi rojiun menjadi hal yang pertama kita dengar. Tidak jarang di media sosial pun saat mendengar ada kabar seorang meninggal maka ucapan atau tulisan tersebut disampaikan.

Kemudian, sudahkah kita mengetahui tulisan arabnya? Pada umumnya, tulisan yang beredar adalah tulisan latin. Untuk menjadikan kita semakin paham dengan tulisan arabnya maka sobat ngaji bisa menyimaknya berikut ini.

Tulisan Arab Innalillahi Wainailahi Rojiun

Setelah kita mengetahui tulisannya maka akan semakin paham dan jelaslah kita. Tidak akan bingung lagi dengan tulisan tersebut ketika menjumpainya. Sebetulnya, lafadz tersebut bersumber dari Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 156, yang artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).

Dalam ayat tersebut, disebutkan bahwasannya apa bila orang-orang ditimpa sebuah musibah maka mereka membaca kalimat tersebut. Membaca lafadz tersebut menunjukkan bahwasannya orang yang membacanya bersabar atas yang menimpanya. Kesabaran memang menjadi bagian akhlak yang mulia. Seorang yang sabar maka dia akan menang. Kesuksesan akan diraih oleh mereka yang bersabar dalam kehidupan ini.

Dalam kehidupan sehari-hari, bacaan tersebut sering disebut istirja. Umumnya dibaca di kala ada musibah berupa kematian seseorang. Akan tetapi, sebetulnya bisa dibaca di kala adanya musibah apa pun. Entah itu musibah kematian atau pun yang lainnya yang menimpa. Misalnya ada musibah tanah longsor, banjir, gempa bumi, kehilangan harta benda, bencana tsunami, angin puting beliung, dan lain-lain. Semoga tulisan ini memberi manfaat untuk sobat ngaji semuanya. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

https://poskajian.blogspot.com/2019/02/tulisan-arab-dan-arti-innalillahiwainnailaihirojiun.html

Berteman Dengan Orang Shalih Sungguh Besar Manfaatnya

Hidup ini butuh berteman dengan orang shalih. Setiap orang yang hidup di dunia ini tidak mungkin bisa sendirian. Pasti memerlukan orang lain. Butuh bantuan dari orang lain. Tiap orang pun punya kecenderungan untuk memiliki teman. Ingin berteman dengan orang lain sehingga hidupnya terasa ramai dan nikmat. Memang inilah fitrah manusia. Selalu berkecenderungan hidup bersama orang lain. Dengan memiliki teman maka kita akan hidup lebih berbahagia. Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan mudah bila bersama dengan teman-teman.

Memiliki teman memang membahagiakan. Akan tetapi, dalam kita mencari seorang teman pun perlu untuk mengetahui caranya. Alangkah bahagianya bila kita memiliki teman-teman yang shalih. Bahkan dengan punya teman yang shalih ini akan menjadikan hidup seseorang bertambah kebaikan dan kebahagiaanya. Mencari teman-teman yang shalih mestinya perlu dilakukan oleh tiap muslim. Dari teman-teman yang shalih ini kita akan lebih selamat juga dalam menjalani kehidupan di muka bumi ini.

Manfaat teman yang shalih

Berteman dengan orang shalih sungguh besar manfaatnya. Beberapa manfaat memiliki teman-teman orang yang shalih ini, diantaranya adalah:

  1. Menjadi tanda kita termasuk orang yang shalih.
    Ketika kita memiliki teman-teman orang yang shalih maka kita pun termasuk bagian dari mereka. Orang itu bisa dinilai keshalihannya dengan melihat siapa saja teman-temannya. Komunitasnya siapa. Sebab dari teman-teman yang shalih ini akan memberi tanda bahwa kita pun juga orang yang shalih.
  2. Mendapatkan pengaruh kebaikan di dunia maupun akhirat.
    Manusia memiliki hati. Dari hati inilah yang akan menentukan sikap dan perilaku sehari-harinya. Tiap manusia pun akan terpengaruh dari apa saja yang ada dilingkungannya. Karena hati itu kadang naik dan turun. Tidak bisa stabil. Termasuk ketika dalam mengerjakan ketaatan. Kadang bersemangat tinggi tetapi di lain waktu turun semangatnya. Ketika kita memiliki teman-teman yang shalih maka mereka akan mampu memberi pengaruh kebaikan kepada kita baik itu masalah di dunia maupun akhirat. Pengaruh lingkungan memang sungguh luar biasa kuatnya. Di kala lingkungan pergaulan kita bersama-orang-orang yang shalih maka kita pun akan dipengaruhi kebaikan oleh mereka. Akhirnya, kita pun akan turut menjadi orang yang shalih.
  3. Mendapatkan doa kebaikan dari mereka.
    Doa menjadi hal yang amat penting. Ketika kita punya teman-teman yang shalih maka mereka pun akan mendoakan kita. Dengan mendapatkan doa kebaikan dari mereka itu maka kita sungguh sebuah keberuntungan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Berteman Dengan Orang Shalih

artinya adalah:
Permisalan duduk dengan orang shalih dan duduk dengan orang jelek; seperti penjual minyak wangi dengan tukang besi, maka penjual minyak wangi: baik ia memberikan minyak wanginya kepadamu, atau kamu membeli minyak wanginya atau minimal kamu mendapatkan bau harum darinya adapun tukang besi: baik ia akan membakar pakainmu atau minimal kamu mendapatkan bau busuk darinya.

Makna dari hadits tersebut sangatlah penting untuk kita ketahui. Kita dapat mengambil berbagai pelajaran berharga dari hadits tersebut. Hadits di atas memberikan pelajaran sesungguhnya duduk bersama orang shalih dan semua teman-temanya memberikan kebaikan, berkah, manfaat dan keuntungan seperti penjual minyak wangi yang dapat memberikan bermanfaat bagi siapa yang besamanya baik berupa hadiah atau membeli atau minimal mendapatkan sesuatu. Kondisi duduk bersamanya kamu akan mendapatkan ketenangan diri dan kelapangan dada dengan bau harum minyak wangi, ini pendekatan dan permisalan duduk bersama orang shalih.

Akan tetapi kebaikan yang didapatkan seorang hamba dari duduk bersama orang shalih lebih luas dan lebih utama dari minyak wangi. Baik ia akan mengajarkan kepada kita urusan-urusan yang bermanfaat bagi agama atau mengajarkan urusan-urusan yang bermanfaat bagi dunia kita. Bisa juga untuk keduanya. Bahkan akan memberikan kita petunjuk berupa nasihat yang bermanfaat bagi perjalanan kehidupan. Tatkala kita masih hidup dan setelah kita meninggal, mereka akan melarang kita atas apa-apa yang dapat mendatangkan kerugian. Jika kita bersama dengannya akan selalu mendapatkan manfaat dan keuntungan yang banyak.

Jika mereka melihat kita malas dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, mereka akan memberi petunjuk. Akhirnya, keinginan kita untuk taat semakin bertambah dan kita pun akan lebih bersungguh-sungguh dalam ketaatan. Aib-aib kita pun akan ditutupi oleh mereka. Kita akan mendapati kebaikan akhlak baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan. Setidaknya, bila kita tidak mampu memperoleh manfaat kebaikan dari orang yang shalih maka kita tidak akan pernah diganggu atau pun dirugikan oleh mereka sedikit pun. Ini manfaat yang paling kecil.

Lain halnya bila kita berteman atau bersahabat dengan orang-orang jelek. Ini akan menjadi sebuah racun dan musibah yang besar. Bukannya kebaikan yang kita peroleh tetapi malah sebaliknya. Berbagai jenis kemaksiatan akan diperkenalkan mereka kepada diri kita. Bukan hanya dikenalkan saja bahkan. Kita mungkin malah diajak oleh mereka untuk berbuat dosa maksiat dan kerusakan-kerusakan di muka bumi. Ajakan mereka bisa menjadikan diri kita terperosok jauh ke lubang kesulitan dan kesengsaraan. Baik itu kesulitan di dunia maupun di akhirat kelak. Maka sudah saatnya kita mencari dan memilih teman-teman orang yang shalih. Supaya beruntung dan bahagia hidup kita di dunia dan akhirat.

Tulisan Arab Bismillah

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sangatlah penting untuk kita belajar. Yang perlu dipelajari ialah tentang agama Islam. Materi tentang ilmu agama memang sangatlah banyak. Satu diantaranya yakni tulisan arab bismillah. Mengapa kita perlu mengetahui tulisan seperti ini? Dikarenakan tiap hari kita mendengar lafadz tersebut. Termasuk pula tulisan artikel pun kita juga sering membacanya. Maka menjadi hal yang penting untuk kita mempelajarinya.

Begitu seringnya membaca atau pun mendengar tulisan arab bismillah perlu menjadikan kita ingin tahu tentang artinya. Termasuk juga tulisan arabnya. Mengenai tulisan arabnya ialah

Tulisan Bismillah

Sedangkan untuk artinya bismillah yakni dengan nama Allah. Kita di dalam mengerjakan shalat selalu membaca Surat Al-Fatihah. Setiap shalat dikerjakan wajib membaca surat ini. Tiap rakaat membaca Surat Al-Fatihah hingga diakhiri atau ditutup dengan membaca lafadz Amiin. Itu artinya dalam sehari semalam kita membaca surat Al-Fatihah berkali-kali. Jika jumlah rakaat dalam sehari semalam itu semuanya 17 maka sejumlah itu pula kita membaca Surat Al-Fatihah.

Itu baru shalat wajib yang lima waktu. Subuh, dhuhur, asar, maghrib, dan isya yang dimaksud shalat wajib 5 waktu tersebut. Belum nanti pada shalat-shalat sunah yang lainnya. Pada tiap rakaat selalu membaca Surat Al-Fatihah. Sedang pada ayat pertama dimulai dengan lafadz bismillahirrahmaanirahim. Ada lafadz bismillah juga.

Di samping itu, banyak momen penting lainnya yang dianjurkan untuk membaca bismillah. Berbagai aktivitas sehari-hari kita selalu dianjurkan untuk memulai dengan bismillah atau basmallah. Kita ambil contoh ketika hendak makan. Sebelum kita makan maka diperintahkan untuk membaca bismillah terlebih dahulu. Hal ini tidaklah boleh dilupakan. Demikian juga ketika kita mau minum. Membaca juga lafadz bismillah.

Saat hendak memulai berbagai aktivitas penting maupun tidak penting banyak yang mesti dimulai dengan bacaan bismillah. Memulai pekerjaan pun juga mesti dengan membaca bismillah. Kita setiap hari keluar dari rumah untuk beraktivitas. Keluar dari rumah pun juga hendaknya dengan membaca bismillah. Ini artinya lafadz bismillah itu amat sering diucapkan. Maka dari itu, menjadi amat penting untuk kita mengetahui tulisan arabnya dengan baik. Tatkala kita mengucapkannya maka kita bisa lebih fasih betul. Sebab membaca bismillah ini termasuk doa yang sudah semestinya membacanya secara khusyuk. Demikian semoga artikel ini bermanfaat. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

3 Perbedaan Kitab Dan Suhuf

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kita sering mendapatkan pertanyaan mengenai masalah kitab dan suhuf. Memang keduanya sangatlah penting untuk dibahas. Dalam kajian kita kali ini kita akan membahasnya lebih detail. Sebelum beranjak kepada pembahasannya, ada baiknya sobat sekalian menyimak dalil tentang suhuf ini. Yakni pada Al-Quran Surat Al-A’la ayat 18-19.

Al-Quran Surat Al-A'la ayat 18-19

Ayat 18 artinya : Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,
Ayat 19 artinya : (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

Terdapat pula dalil yang lainnya mengenai suhuf ini yaitu pada Al-Quran Surat An-Najm ayat 36-38.

Al-Quran Surat An-Najm ayat 36-38.

ayat 36 artinya: Ataukah belum diberitakan (kepadanya) apa yang ada dalam lembaran-lembaran (Kitab Suci yang diturunkan kepada) Musa?
ayat 37 artinya: Dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?
ayat 38 artinya: (yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

Antara kitab dan suhuf memang memiliki perbedaan. Setidaknya terdapat 3 perbedaan kitab dan suhuf tersebut, yaitu:

  1. Mengenai bentuknya. Kitab bentuknya sudah dibukukan dengan baik. Sedangkan untuk suhuf bentuknya masih berupa lembaran-lembaran yang terpisah.
  2. Mengenai isinya. Isi dari kitab jauh lebih lengkap dibanding dengan suhuf.
  3. Mengenai masa berlakunya. Kitab memiliki masa berlaku yang jauh lebih lama. Sedangkan untuk suhuf masa berlakunya tidak lama.

Dengan uraian di atas kita akan memahami dengan baik perbedaan dari kitab dan suhuf. Akhirnya sampai di sini dahulu pembahasan kita kali ini, sampai bertemu kembali pada pembahasan yang lainnya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Beginilah Cara Mencuci Baju Secara Islami

Beginilah Cara Mencuci Baju Secara Islami

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Sebagai seorang muslim kita mesti mengetahui berbagai hal yang penting dalam kehidupan. Termasuk di dalamnya segala kegiatan yang sering kita lakukan daam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali kegiatan kita sehari-hari itu bila kita mau merincinya. Diantara aktivitas harian itu yakni: makan, minum, mandi, buang air kecil atau besar, berjalan, masuk rumah, keluar rumah, berbicara, menyikat gigi, membersihkan rumah, merapikan kamar, memakai pakaian, melepas pakaian, mencuci piring atau gelas dan mencuci baju. Kesemuanya hampir tiap hari kita kerjakan. Aktivitas tersebut juga tidak meninggalkan doa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagai contoh, kita membaca doa memakai pakaian biasa saat akan mengenakannya. Masih banyak lagi contoh doa yang mesti dibaca dalam keseharian kita.

Satu hal yang perlu kita perhatikan di dalam beberapa aktivitas tersebut yakni mencuci baju atau pakaian. Setiap kita pasti punya pakaian. Dalam setiap pakaian yang dipakai itu mesti akan kotor dan harus dicuci supaya menjadi bersih lagi. Barulah kalau sudah bersih maka bisa dipakai kembali. Namun, sudahkan anda tahu bagaimana mencuci pakaian sesuai syariat Islam? Bila mana belum tahu maka penting sekali untuk mengetahui caranya. Kalaupun sudah mengetahui maka tetap saja kita perlu mengulasnya lagi supaya menjadi lebih paham. Alangkah baiknya bila pada kesempatan ini kita menyimak uraian cara mencuci baju berikut ini.

  1. Seleksilah baju yang akan kita cuci.
    Pisahkan antara baju yang terkena najis dan bau yang hanya kotor biasa saja. Hal ini dimaksudkan agar menghindari najis yang ada di baju menyebar ke baju yang lainnya. Kita bisa membayangkan bila baju yang terkena najis dan yang bukan terkena najis dicampurkan menjadi satu. Semuanya tentu malah menjadi terkena najis.
  2. Baju yang terkena najis hendaknya dibersihkan.
    Untuk baju yang terkena najis maka sebaiknya langsung dibersihkan dahulu. Bisa dengan mengguyurkan air lalu menyikatnya dengan deterjen. Sehingga najis sudah benar-benar bersih.
  3. Mencuci baju sebaiknya dengan deterjen
    Lalu sekarang tinggal mencuci baju secara keseluruhan dengan deterjen. Uceklah baju sampai bersih. Bisa pula dengan menggunakan mesin cuci.
  4. Bilas hingga bersih
    Setelah mencuci seluruh baju dengan bersih maka perlu sekali untuk membilasnya. Membilas hendaknya dengan air yang bersih. Akan lebih baik lagi bila cara pembilasan dengan menggunakan air yang mengalir.
  5. Jemur pakaian atau baju di tempat yang kering
    Menjemur pakaian menjagi kegiatan paripurna dalam mencuci baju. Akan lebih baik bila menjemur pakaian di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung. Dengan panasnya sinar matahari tersebut maka tidak butuh waktu yang lama dalam mengeringkannya. Baju pun kini sudah siap untuk dipakai kembali.

Nah, beginilah tips atau cara mencuci baju secara Islami. Akhirnya kami mohon maaf bila ada salah dan kurangnya. Semoga artikel ini memberi manfaat kepada seluruh sobat semuanya. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Inilah Perbedaan Antara Nabi dan Rasul

perbedaan nabi dan rasul

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bagaimana kabar teman-teman hari ini? Baik-baik saja bukan ? Alhamdulillah kalau begitu. Semoga selalu pula untuk bisa beribadah kepada Allah Swt. dengan baik dan terus bersemangat. Untuk memupuk iman supaya subur dan bertambah kuat , hendaknya selalu menuntut ilmu tiada henti. Ada banyak cara dalam mencari ilmu agama. Membaca buku agama Islam misalnya. Tema-tema keagamaan bisa kita temukan dalam berbagai buku. Judulnya bermacam-macam. Harganya pun juga amat bervariasi.

Bisa juga dengan membaca majalah , situs-situs kajian Islam di internet , atau buletin-buletin yang ada di masjid maupun mushola. Semua mengandung ilmu yang penting untuk diketahui. Mendatangi pengajian dan majelis taklim lebih bagus lagi. Karena banyak nilai tambahnya di dalam kegiatan tersebut. Ada hikmah silaturahim di dalam acara itu. Bertambah teman-teman dari orang-orang yang shalih.

Banyak sekali hal yang kita mesti pelajari. Dari masalah bagaimana shalat yang benar, berpuasa , zakat , haji dan umrah, serta banyak lagi yang lain. Salah satu pengetahuan yang perlu kita tahu yakni masalah apa saja perbedaan nabi dan rasul. Kita tahu iman kepada rasul dan nabi merupakan bagian rukun iman. Sehingga penting sekali kita untuk memahaminya bersama.

Nah, perbedaan dari keduanya antara lain:

  1. Nabi mendapat wahyu hanya untuk dirinya sendiri, tanpa ada kewajiban untuk menyampaikan kepada orang lain. Nah, kalau rasul, di samping mendapat wahyu untuk dirinya sendiri, tetapi juga memiliki kewajiban untuk menyampaikan risalah itu kepada umatnya atau orang lain.
  2. Setiap Rasul adalah juga seorang Nabi. Akan tetapi, setiap Nabi belum tentu Rasul.

Semoga sedikit penjelasan ini bermanfaat bagi para pembaca. Selamat ngaji sobat semua. Tiada hari untuk selalu belajar.