Tulisan Arab Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban Artinya

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Di dalam kehidupan sehari-hari kita pun sangat perlu untuk belajar. Satu hal yang perlu kita pelajari yakni tulisan arab Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban dan juga artinya. Sangatlah penting kita mengetahui hal tersebut.

Langsung saja berikut ini tulisan arabnya:

Tulisan Arab Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban Artinya

Sedangkan untuk arti dari lafadz Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban artinya Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Sebagai tambahan informasi untuk sobat ngaji sekalian. Bahwasannya lafadz fabiayyi ala irobbikuma tukadziban ini adalah salah satu ayat Al-Quran Surat Ar-Rahman. Pada Surat Ar-Rahman ini terdiri 78 ayat. Surat ini adalah surat ke-55 dan pada juz ke-28. Termasuk golongan Surat Makkiyah.

Dalam Surat Ar-Rahman ini, lafadz fabiayyi ala irobbikuma tukadziban diulang sebanyak tiga puluh satu kali. Lebih jelasnya terdapat pada ayat 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77.

Demikian kajian kita pada hari ini. Semoga sobat ngaji semua sehat selalu dan tetap bersemangat untuk belajar.

Doa Naik Kendaraan Lengkap Dengan Arab Latin dan Artinya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji sekalian, kali ini admin akan menuliskan doa naik kendaraan lengkap dengan arab latin dan artinya. Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya berbagai jenis kendaraan. Diantaranya ada sepeda, becak, dokar, delman, kuda, keledai, untan, perahu, sepeda, motor, mobil, bus, kereta api, pesawat terbang, kereta api, kapal laut, helikopter , truk, dan sebagainya. Sangat bermacam-macam di dunia ini. Bahkan mungkin kita belum mengenal dan mengetahui semuanya. Masing-masing tempat pun beda. Dalam arti ada sebuah tempat yang cocok menggunakan sepeda onthel karena daerah dataran. Namun di lain tempat tidak pas karena wilayahnya bergunung-gunung.

Untuk jarak yang jauh tentu saja menggunakan kendaraan yang memadai. Misalnya saja orang pergi menuju Makkah dan Madinah untuk beribadah haji maupun umrah dari negara Indonesia. Tak mungkin bila menggunakan sepeda motor, mobil, dan kereta api. Akan lebih cocok bila naik pesawat terbang. Menggunakan kapal laut pun kini sudah tidak banyak dilakukan. Waktu tempuh dengan memakai kapal laut bisa menghabiskan lebih dari dua puluh lima hari. Bahkan dalam satu bulan baru sampai di tujuan. Akan tetapi jika menaiki pesawat terbang maka cukup sekitar delapan jam sudah sampai. Jadi sangat efesien. Apalagi orang di zaman sekarang yang memiliki tingkat kesibukan yang luar biasa. Orang bepergian sekeluarga pun menggunakan mobil, bus dan minibus lebih nyaman. Bahkan pada malam hari saja bisa melanjutkan perjalanan. Di dalam kendaraan mobil atau bus pun kini sudah sangat nyaman dan menyenangkan. Ada fasilitas AC dan wifi gratis yang memanjakan orang yang menumpangnya.

Doa naik kendaraan

Kita yang yang telah mendapatkan kemudahan fasilitas seperti ini patut bersyukur. Ini merupakan bagian dari nikmat Allah Swt. kepada hamba-Nya. Jika kita bersyukur maka akan ditambah kenikmatan ini. Salah satu cara bersyukur yakni dengan membaca doa naik kendaraan. Berikut kita simak beberapa doanya.
Untuk kendaraan laut membaca doa :

doa naik kendaraan laut

Latinnya :
BISMILLAAHI MAJRAHAA WA MURSAAHAA INNA RABBII LAGHAFUURUR RAHIIM.
Artinya :
“Dengan menyebut nama Allah yang menjalankan ini (kendaraan) berlayar dan juga berlabuh sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemaaf Lagi Maha Pengasih”.

Untuk naik kendaraan secara umum :

doa naik kendaraan lengkap

Latinnya :
(ketika menaikkan kaki di kendaraan)
BISMILLAH, BISMILLAH, BISMILLAH
(setelah berada di kendaraan)
ALHAMDULILLAH, SUBHAANAL-LADZII SAKH-KHARA LANAA HAADZAA WA MAA KUNNAA LAHUU MUQRINIINA WA INNAA ILAA RABBINAA LAMUNG QALIBUUN, ALHAMDULILLAH, ALHAMDULILLAH, ALHAMDULILLAH, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, SUBHAANAKA INNI QAD ZHALAMTU NAFSII, FAGHFIRLII FA-INNAHU LAA YAGHFIRUDZ-DZUNUUBA ILLA ANTA.
Artinya :
(saat menaikkan kaki di kendaraan)
Dengan nama Allah, dengan nama Allah, dengan nama Allah
(ketika telah berada di kendaraan)
Segala puji bagi Allah, Maha suci Allah yang telah menundukkan semua ini (kendaraan) bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Segala puji bagi Allah, segala puji bagi Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau.

Atau membaca doa :

doa naik kendaraan singkat

latinnya :
SUBHAANAL LADZII SAKH KHARA LANAA HAADZAA WA MAA KUNNAA LAHUU MUQRINIINA WA INNAA ILAA RABBINAA LAMUN QALIBUUN.
Artinya :
” Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

Atau membaca :

doa naik kendaraan

Latinnya :
BISMILLAH, ALHAMDULILLAH, SUBHANALLADZI SAKH-KHARA LANAA HADZA WA MAA KUNNA LAHU MUQRINIIN. WA INNA ILAA ROBBINA LAMUN-QALIBUUN. ALHAMDULILLAH ALHAMDULILLAH ALHAMDULILLAH. ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR SUBHAHAANA KALLAHUMMA INNI ZHALAMTU NAFSII FAGH FIRLII FA INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA.
Artinya :
“Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat). Segala puji bagi Allah Segala puji bagi Allah Segala puji bagi Allah Maha Suci Engkau, ya Allah, Sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”

Bentuk syukur ketika seseorang mendapatkan nikmat Allah Swt ialah lisannya mengucap tahmid atau kalimat hamdalah. Kendaraan yang kita pilih tunduk pada kita sebagai pengendalinya. Untuk mobil adalah sopirnya, untuk sepeda motor ialah pengendaranya, untuk pesawat ialah pilotnya, untuk kereta api adalah masinisnya, untuk kapal adalahh nahkodanya. Ini juga nikmat Allah Swt. Supaya selamat dalam berkendaraan maka kita juga harus berusaha. Tak hanya berdoa saja. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :

  1. Melakukan pemeriksaan secara berkala atas kendaraan tersebut. Terutama kendaraan pribadi. Baik itu sepeda motor maupun mobil. Kalau kendaraan itu milik instansi dan perusahaan tentu sudah ada sistem tersendiri yang standar dalam perawatannya.
  2. Melengkapi diri dengan pengaman yang sesuai petunjuk. Bila mana kita naik sepeda motor maka hendaklah memakai helm yang standar nasional Indonesia (SNI). Tidak lupa memakai jaket. Kalau berkendara di musim hujan maka sebaiknya menyiapkan jas hujan atau mantol.
  3. Menaati peraturan lalu lintas di jalan raya. Banyak kita saksikan baik itu mobil atau motor tidak mengindahkan aturan. Misalnya : melaju dengan kecepatan tinggi padahal di situ sudah diberi rambu-rambu untuk berjalan pelan-pelan saja, menerobos lampu merah di perempatan atau pertigaan, dan menerjang palang pintu rel kereta api. Ini sangat berbahaya bagi diri mereka sendiri atau orang lain. Seorang muslim yang baik tidak merugikan diri sendiri dan oran lain.
  4. Membawa surat-surat kendaraan yang dipersyaratkan. Masalah membawa surat-surat ini sangat penting karena menjadi salah satu kewajiban pengendara di jalan raya. Utamanya kalau menjadi sopir atau pengemudi.

Sampai di sini dulu sobat ngaji mengenai uraian doa naik kendaraan yang lengkap. Kita lanjutkan pada pembahasan yang lainnya. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Mengenal Sifat Wajib Bagi Rasul

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobatngaji sekalian tentu sudah pernah mendengar yang namanya para rasul Allah. Mereka adalah manusia pilihan yang menjadi utusan Allah subhanahu wa ta’ala. Para rasul ini membawa risalah wahyu dari Allah untuk selanjutnya disampaikan kepada umatnya. Beriman kepada nabi dan rasul pun termasuk bagian dari rukun iman yang sudah kita sering dengar dalam pengajian dan sekolah. Setiap orang yang beriman tentu akan yakin dengan para rasul utusan Allah.

sifat wajib bagi Rasul

Kita sebagai seorang muslim pun hendaknya mengenal dengan baik para rasul. Tidak ada keraguan atas kebenaran yang dibawa oleh para rasul. Seluruh ajaran rasul ini adalah kebenaran yang mesti kita yakini. Para Rasul yang telah diutus di muka bumi ini memiliki sifat-sifat khusus. Sebuah sifat yang mulia dan patut untuk diteladani oleh seluruh manusia. Kebahagiaan lah yang akan diperoleh bagi siapa saja yang bisa meneladani sifat-sifat para Rasul Allah. Hidup orang tersebut akan menjadi mulia.

Lalu, apa saja sifat-sifat wajib bagi rasul itu. Berapa sifatnya? Apakah hanya satu? Untuk sifat wajib bagi rasul itu ada empat. Nah, inilah yang akan kita bahas kali ini. Pembahasan ini sangat menarik sehingga akan sayang sekali jika para pembaca tidak mengikutinya dengan baik. Sifat wajib bagi rasul yakni:

  1. Shidiq
    Sifat shidiq adalah yang pertama. Arti shidiq yakni benar atau jujur. Menjadi sifat para rasul yakni selalu jujur dan benar. Tidak ada ceritanya seorang rasul berdusta atau berbohong. Setiap saat dalam kehidupannya para rasul itu selalu benar dan jujur.
  2. Tabligh
    Sifat yang kedua ialah tabligh. Pengertian tabligh ialah menyampaikan. Sebuah tugas utama dari para rasul ialah menyampaikan wahyu yang telah diterimanya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Wahyu tersebut kemudian disampaikan kepada umatnya. Dari seluruh wahyu yang diperintahkan untuk disampaikan kepada umatnya itu tidak ada satu saja yang terlewat atau terlupa. Tak ada satu wahyu pun yang disembunyikannya. Sebagai contohnya adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menyampaikan wahyu Allah berupa Al-Quran ini kepada umat. Semua ayat telah disampaikan oleh beliau. Tak ada satu ayat pun yang tersembunyi.
  3. Amanah
    Arti amanah ialah dapat dipercaya. Seluruh rasul memiliki sifat amanah ini. Semua rasul pasti dapat dipercaya. Segala ucapan dan tindakan para rasul itu selalu amanah. Para rasul selalu terpercaya.
  4. Fathonah
    Sifat wajib rasul yang ke empat yakni fathonah. Arti dari fathonah ialah cerdas. Setiap rasul pasti cerdas. Tingkat kecerdasanya tidak biasa-biasa saja. Akan tetapi, tingkat kecerdasan para rasul itu tinggi sekali.

Itulah empat sifat wajib bagi rasul. Kalau kita hendak mempermudah mengingatnya maka sidiq, tabligh, amanah, fatonah itu bisa kita singkat menjadi STAF. Tentu sobat ngaji semua mudah mengingatnya. Kita sebagai seorang muslim yang baik tentu mesti harus tahu mengenai hal ini. Dengan begitu kita akan mengenal rasul dengan baik. Dengan kita mengetahui empat sifat wajib tersebut kita bisa meneladani hal itu dengan baik. Ketika seseorang sudah bisa meneladani sifat tersebut maka kesuksesan hidup akan mudah diraih. Demikian pembahasan singkat kali ini semoga bermanfaat. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Beginilah Cara Memilih Hewan Kurban

Sebentar lagi akan tiba hari raya idul adha. Sering pula disebut sebagai hari raya kurban. Pada hari tersebut, umat Muslim diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban. Kegiatan menyembelih hewan kurban ini menjadi hal rutin dilakukan setiap tahun. Kaum muslimin biasanya melakukan prosesi ibadah penyembelihan hewan kurban ini di lingkungan masjid terdekat.

Kegiatan dikoordinir oleh sebuah panitia kecil di kampung. Panitia inilah yang mengurus segala perlengkapan dan peralatan dalam menyembelih hewan kurban. Memilih pisau yang tajam juga termasuk hal yang diperlukan. Dengan pisau yang tajam maka kesempurnaan penyembelihan hewan kurban dapat tercapai. Menyembelih dengan benar dan memakai pisau yang benar-benar tajam merupakan akhlak yang baik. Hal ini harus diperhatikan dalam menyembelih hewan baik itu hewan kurban maupun menyembelih selain hewan kurban.

hewan kurban

Selanjutnya, persiapan lokasi penyembelihan juga mesti dilakukan. Lokasi tersebut mudah untuk digunakan menyembelih hewan kurban. Termasuk pula perlu dibuat atap agar para petugas penyembelihan dan panitia lainnya bisa terlindung dari panasnya sinar matahari serta air hujan. Tempat untuk membagi daging kurban pun juga penting. Bagaimana pun ketika hewan kurban telah disembelih maka selanjutnya dipotong-potong dagingnya menjadi ukuran kecil. Kemudian daging-daging tersebut dimasukan ke dalam kantong plastik atau tempat lainnya. Langkah selanjutnya tinggal dibagi-bagikan ke masyarakat. Terkhusus kepada kaum dhuafa yang amat memerlukan. Data para penerima hewan kurban juga perlu ada supaya tidak ada kesulitan ketika hendak membagi.

Cara memilih hewan kurban

Tidak lupa pula untuk mempersiapkan hewan kurban. Hewan yang bisa dipakai untuk berkurban adalah unta, sapi, kambing, dan domba. Beberapa hal yang perlu untuk kita ketahui dalam memilih hewan kurban adalah

  1. Mengecek usianya hewan kurban
    Sebelum kita membeli hewan kurban maka kita perlu mengecek usia atau umur hewan kurban tersebut. Untuk sapi usianya dua tahun, kambing satu tahun, dan domba setengah tahun. Kalau untuk unta maka umur hewan tersebut minimal lima tahun.
  2. Hewan kurban tersebut benar-benar sehat
    Kita perlu mengecek langsung mengenai hewan kurban tersebut. Kesehatan hewan yang akan kita beli dan pilih menjadi hewan kurban. Untuk hewan yang sehat umumnya memiliki ciri-ciri seperti di bawah ini.
    a. Hewan tersebut gemuk. Secara fisik maka kita bisa melihat antara hewan yang gemuk dan kurus.
    b. Muka hewan terlihat cerah.
    c. Bulu hewan mengkilat serta jelas-jelas terlihat bersih.
    d. Gerak hewan sangat lincah.
    e. Pada bagian mata, mulut, hidung, dan telinga terlihat normal. Bagian-bagian tersebut juga mesti dalam kondisi bersih.
    f. Suhu dari hewan tersebut normal atau tidak terkena demam. Kisaran suhu yang normal dari hewan kurban sekitar 37 derajat Celcius.
    g. Makan dengan normal atau tidak susah makan

Pada beberapa daerah terdapat hewan kurban yang memiliki sertifikat kesehatan atau semacam surat keterangan sehat untuk hewan. Seperti ini menjadikan hal yang bisa menambah referensi di kala kita hendak membeli hewan kurban.

  1. Hewan kurban tersebut tidak cacat
    Hewan yang bisa digunakan untuk berkurban adalah yang tidak cacat. Ada beberapa jenis cacat hewan yang menjadikan hewan tersebut tidak sah untuk berkurban. Pertama, hewan yang matanya salah satu atau keduanya buta maka tidak boleh digunakan untuk berkurban. Masalah buta ini juga mesti jelas terlihat tidak hanya berdasar pada keraguan saja. Kedua, hewan kurban tidak dibolehkan dipilih dari yang terkena sakit yang benar-benar nampak. Sakitnya hewan juga berpengaruh kepada kualitas dagingnya. Ketiga, hewan kurban tidak boleh pincang. Jika terdapat kaki hewan terpotong maka ini pun juga menjadikan hewan tersebut tidak sah untuk kurban. Hanya pincang saja tidak boleh apalagi kalau tidak ada kakinya hewan itu. Keempat, hewan yang amat kurus tidak diperbolehkan untuk berkurban.
  2. Memilih tempat pembelian hewan kurban yang baik
    Menjelang tibanya hari raya idul adha maka biasanya akan muncul tempat-tempat penjualan hewan kurban. Hadirnya para penjual hewan kurban memberi kemudahan untuk kita semua yang sedang mencari hewan kurban. Namun begitu, kita selayaknya memilih tempat yang memang terpercaya. Tempat tersebut menjual hewan kurban yang memenuhi syarat dan berkualitas. Sebaiknya juga memilih tempat penjual hewan kurban yang bisa diambil pada hari-hari menjelang pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

Penyiapan hewan kurban ini penting untuk dilakukan. Jauh-jauh hari harus dipersiapkan dengan baik. Biasa kita temui orang yang membeli hewan kurban itu sebulan sebelum hari idul adha. Tujuannya tentu untuk mendapat hewan kurban yang lebih murah dan baik.

sumber:

https://poskajian.blogspot.com/2020/07/cara-memilih-hewan-kurban-yang-baik.html

Lafadz Innalillahiwainnailaihirajiun Yang Benar Arab dan Latinnya

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Sobat ngaji di mana saja berada. Meski pun kita masih menghadapi masa pandemi covid-19 ini, tetap saja kita bersemangat untuk belajar mengenai ilmu agama. Kehidupan kita memerlukan ilmu guna meraih kebahagiaan sejati. Hari ini kita akan mempelajari lafadz innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita ingin mengucapkannya secara benar dari sisi bahasa Arab dan juga latinnya.

Tulisan innalillahiwainnailaihirajiun

Lafadz arab dari Innalillahiwainnailaihirajiun, yakni:

innalillahi wa inna ilaihi rajiun

yang artinya:
Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.

Lafadz ini bersumber dari Al-Quran. Tepatnya pada Surat Al-Baqarah ayat 156. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam Surat Al-Baqarah ayat 156:

Al-Baqarah ayat 156

artinya:
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).

Lafadz atau kalimat innalillahi wa inna ilaihi rajiun sering pula disebut sebagai bacaan tarji’ atau istirja. Ketika seorang muslim mendapatkan musibah atau bencana maka bacaan tersebut yang diucapkan. Termasuk dalam hal ketika mendengar sebuah kabar tentang adanya bencana atau pun musibah. Kalimat istirja itulah yang diucapkannya.

Praktek yang kita lihat di masyarakat biasanya kalimat istirja ini dibaca ketika ada berita kematian. Saat seseorang menyampaikan sebuah kabar duka berupa meninggal dunianya seseorang maka biasa diawali dengan bacaan innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Baik itu dalam bentuk siaran di masjid atau pun video broadcast atau pun sekedar tulisan yang dibagikan ke masyarakat baik melalui dicetak/ print out atau pun ditulis di media sosial saja.

Pun demikian dengan saat seseorang yang menerima atau mendengar berita meninggalnya seseorang. Mereka pun pertama kali mengucapkan lafadz istirja tersebut. Sobat ngaji pun saya yakin sering menemui fenomena ini di dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sekali atau dua kali saja. Akan tetapi, berkali-kali kita menemui hal tersebut.

Maka tidaklah mengherankan bila di masyarakat umum muncul pemahaman bahwa bacaan istirja ini hanya diucapkan tatkala ada orang yang meninggal dunia saja. Pemikiran semacam ini sudah terbentuk amat lama. Padahal, pernyataan semacam ini perlu diluruskan. Mengucapkan kalimat innalillahi wa inna ilaihi rajiun dianjurkan untuk semua jenis musibah. Tidak hanya pada sebatas meninggal dunianya seseorang.

Bentuk musibah itu sangat bermacam-macam. Tidak hanya kehilangan jiwa saja. Kehilangan harta juga termasuk bagian dari musibah. Misalnya kita mendengar ada musibah banjir yang menimpa sebuah tempat maka kita patut untuk mengucap istirja. Demikian juga berbagai bentuk musibah yang lainnya seperti adanya gunung meletus, tanah longsor, tsunami, gempa bumi, angin topan, tenggelam di laut, dan masih banyak lagi. Singkatnya, kalimat innalillahi wa inna lillahi rajiun ini bisa diucapkan ketika menghadapi atau mendengar kabar adanya berbagai musibah selain kematian seseorang.

Keutamaan mengucapkan lafadz innalillahiwainnailaihirajiun

Ada beberapa keutamaan di saat seseorang muslim mengucapkan lafadz istirja ini. Diantara keutamaan tersebut, antara lain:

  1. Bentuk dari sikap sabar
    Orang yang menghadapi sebuah musibah maka ia diperintahkan untuk bersabar. Sikap sabar ini termasuk bagian dari akhlak mulia. Orang yang mengucapkan bacaan istirja ini termasuk orang yang bersabar. Hal ini berdasar pada Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 155-156,
    yang artinya:
    Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Sangat jelas pada ayat tersebut bahwa orang yang mengucap istirja ketika mendapatkan musibah atau ujian berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan maka dia termasuk orang yang sabar. Salah satu bentuk sabar ialah mengucapkan istirja.
  1. Sebagai bentuk tawakkal
    Tawakkal berarti menyerahkan diri atau berpasrah kepada Allah subhanahu wa ta’ala setelah melakukan ikhtiar semaksimal mungkin. Seorang yang bertawakkal maka ia menyandarkan urusannya kepada-Nya. Orang yang mengucapkan bacaan istirja ini hakikatnya ia telah bertawakkal kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Lafazh sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali jelas-jelas menandakkan bahwa orang tersebut mengakui dengan sepenuh hati bahwa dirinya adalah milik Allah dan hanya kepada Allah sajalah seorang hamba akan kembali.
  2. Memperingan beban
    Mendapatkan musibah memang tidaklah ringan. Berat dirasakan oleh hati dan jiwa. Siapa saja merasakan hal yang wajar bila merasa berat bila mendapat musibah. Dengan mengucapkan kalimat istirja atau innalillahi wa inna ilaihi rajiun maka menjadi lebih ringanlah beban seseorang yang sedang mendapat musibah atau ujian.

Dengan kita mengetahui dengan baik lafadz istirja ini maka tidak akan salah dalam pengucapannya nanti. Termasuk dalam hal arti atau maknanya pun akan paham. Dengan begitu maka ketika sobat ngaji membacanya menjadi benar-benar khusyuk. Demikian semoga bermanfaat dan menjadi ilmu yang bermanfaat. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Inilah Perbedaan Hadas dan Najis

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Semoga sobat ngaji semua selalu dalam keadaan sehat dan tidak kurang suatu apa pun. Inilah doa kita semua mengawali hari ini. Sobat ngaji yang berbahagia, ada hal yang amat penting dalam kita melaksanakan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Hal tersebut ialah mengetahui masalah thaharah. Kita mesti bersuci terlebih dahulu ketika hendak melaksankan ibadah shalat wajib lima waktu.

Perbedaan Hadas dan Najis

Di dalam kajian thaharah itu ada yang namanya najis dan hadas. Beberapa di antara kita terkadang masih belum memahami dengan baik perbedaan antara keduanya. Nah, pada kesempatan kali ini kami hendak merinci beberapa perbedaan antara hadas dan najis. Dengan mengetahui perbedaannya maka kita tidak akan terbalik memaknainya.

Bedanya hadas dan najis

Perbedaan antara hadas dan najis bisa kita simak berikut ini.

  1. Hadas bukan benda tetapi merupakan status hukum. Sedangkan najis merupakan benda yang bisa dilihat.
    Najis bisa dilihat berdasarkan bau, rasa, maupun warnanya. Misalnya ada najis kotoran kencing manusia yang ada di sebuah tempat maka di sana akan terdeteksi dengan mudah berdasarkan pemantauan bau, warna maupun rasa. Lain halnya dengan hadas yang merupakan status hukum. Orang yang sedang berhadas tidak bisa dilihat sebagaimana benda. Orang yang buang angin ia berstatus berhadas kecil. Untuk mengerjakan shalat maka ia mesti berwudhu terlebih dahulu. Orang yang berhadas kecil tidak bisa kelihatan atau memiliki perbedaan dibanding orang yang tidak berhadas kecil.
  2. Hadas bisa disucikan dengan ritual tertentu. Sedangkan najis bisa disucikan dengan dibersihkan sampai bersih.
    Untuk orang yang sedang berhadas kecil atau pun besar maka ia tetap saja tidak hilang status hadasnya meskipun telah membersihkan najis yang ada pada dirinya. Untuk mensucikan hadasnya maka perlu dengan melakukan ritual tertentu yakni dengan berwudhu, mandi besar, atau pun tayamum. Tetapi kalau najis, bila sudah dibersihkan sehingga fisik najisnya sudah tidak ada maka sudah bersihlah akhirnya.

Itulah perbedaan hadas dan najis. Kiranya sobat ngaji bisa memahami uraian singkat di atas. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tulisan dan Arti Lafadz Lahaula Wala Quwata Illa Billahil Aliyil Adzim

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Ada seseorang yang bertanya begini. Saya ingin tahu tulisan arab dari lafadz lahaula wala quwata illa billahil aliyil adzim. Saya juga belum tahu artinya apa. Mohon saya dijelaskan ya Pak. Sehat selalu untuk bapak. Jazzakallahu.

Jawabannya yakni :

Baiklah. Lafadz tersebut memang sering dibaca. Karena sering dibaca maka menjadi sering pula didengar. Mengenai istilah lafadz ini disebut sebagai hauqalah. Manusia mesti mengakui bahwa dirinya sangat terbatas dan lemah. Pengakuan inilah yang semestinya dilakukan oleh seorang hamba. Sesuatu yang pantas bila seorang yang lemah itu mengakui dirinya lemah. Di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala memang manusia itu kecil sekali.

Mengenai tulisan arab lafadz lahaula wala quwata illa billahil aliyil adzim adalah:

lahaula wala quwata illa billahil aliyil adzim

Sedangkan untuk artinya yakni tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Itulah tulisan arab dan juga artinya. Kiranya apa yang kami tulis ini sedikit menambah manfaat untuk Anda. Wallahu a’lam. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

https://poskajian.blogspot.com/2019/06/arti-lahaula-walaquwata-illabillahil-aliyyiladzim-arab.html

Bacaan Ayat Kursi Lengkap Dengan Artinya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kita perlu untuk mempelajari bacaan ayat kursi lengkap dengan artinya. Bukankah begitu sobat ngaji sekalian? Yang namanya ayat kursi ini sebetulnya adalah Surat Al-Baqarah ayat 255. Namun, lebih dikenal ayat tersebut dengan nama ayat kursi. Tak heran bila ada sebagian orang yang tidak tahu bahwasanya ayat kursi itu adalah Surat Al-Baqarah ayat 255.

Untuk lebih jelasnya sobat ngaji bisa menyimak ayat tersebut:

Bacaan Ayat Kursi

“ALLAHULAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUM, LAA TAKHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUM, LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAAFIL ARDH. MANDZAL LADZII YASYFA’U INDAHUU ILLAA BI IDZNIH, YA’LAMU MAA BAINA AYDIIHIM WA MAA KHALFAHUM, WA LAA YUHIITHUUNA BISYAI’IM MIN ILMIHII ILLAA BIMAA SYAA, WASI’A KURSIYYUHUS SAMAAWAATI WAL ARDHA WA LAA YA UUDUHUU HIFZHUHUMAA WA HUWAL ALIYYUL AZHIIM”.

Artinya :
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.”

Agar sobat semua bisa lebih mudah dalam menghafalnya maka perlu membaca ayat tersebut berulang kali. Tidak hanya membaca sekali dua kali saja. Tetapi perlu dibaca berulang kali. Tatkala sedang melaksanakan shalat wajib atau pun sunah maka sebaiknya memilih ayat kursi ini. Tepatnya dibaca setelah Surat Al-Fatihah.

Ayat kursi bisa dibaca pada berbagai kesempatan. Termasuk waktu membacanya bisa kapan saja selagi memang pantas. Ada beberapa waktu yang bagus untuk membaca ayat kursi atau ayat kursy ini. Waktu yang dimaksud adalah:

  1. Ketika telah selesai melaksanakan shalat wajib lima waktu
    Saat kita sudah selesai shalat wajib maka janganlah langsung beranjak pergi. Akan lebih baik dimanfaatkan untuk berdzikir dan juga berdoa. Termasuk pula dengan membaca ayat kursi ini. Hal ini berdasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasai, yang artinya: “Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.
    Maksud dari hadits di atas yakni ketika mati tidak akan ada yang menghalanginya untuk masuk Surga.
  2. Dibaca ketika pagi dan petang
    Sangat bagus bila setiap muslim membaca ayat kursi di waktu pagi dan juga saat petang. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim, yang artinya: Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga petang. Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi hingga pagi.
    Di kala pagi sebelum setelah selesai shalat subuh maka bisa dipakai untuk membaca ayat kursi dengan baik. Demikian pula saat petang atau setelah selesai menjalankan shalat asar. Bagus dipakai untuk membaca ayat kursi.
  3. Dibaca saat sebelum tidur
    Ketika kita sudah membaca doa sebelum tidur maka kita bisa tambahkan bacaan lainnya. Kita bisa membaca ayat kursi ini. Membaca ayat kursi ketika sebelum tidur akan sangat bermanfaat. Manfaat dari membaca ayat kursi sebelum hendak tidur yakni kita akan terjaga dari segala gangguan setan saat kita sedang tidur.

Itulah bacaan dari ayat kursi. Termasuk pula dibahas mengenai beberapa waktu yang bagus untuk dipakai membaca ayat kursi ini. Ada berbagai keutamaan dari siapa saja yang membaca ayat kursi ini. Demikian ulasan singkat ini. Kiranya tulisan ini bermanfaat bagi sobat ngaji semuanya.

Doa Malam Lailatul Qadr

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji semua, kali ini kami akan membahas mengenai doa malam lailatul qadr lengkap dengan artinya. Biasa kita dengar pada setiap bulan ramadhan akan dibahas mengenai lailatul qadr. Khususnya ketika sudah masuk tanggal tujuh belas ramadhan atau sudah memasuki sepuluh hari terakhir bulan ramadhan. Masalah lailatul qadr ini sangatlah penting. Terbukti di dalam Al-Quran terdapat Surat Al-Qadr yang berjumlah 5 ayat.

Arti dari Surat Al-Qadr adalah:

  1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.
  2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
  3. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
  4. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
  5. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Ada hal menarik mengenai lailatul qadr ini. Tidak ada seseorang pun yang mengetahui kapan tepatnya malam lailatul qadr pada tiap tahunnya. Maka diperintahkan untuk mencarinya di sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan. Maka banyak dari kaum muslimin yang melakukan ibadah i’tikaf di masjid di sepuluh hari terakhir di bulan mulia tersebut. Mereka menghidupkan malam dengan berbagai ibadah seperti shalat, dzikir, doa, tilawah Al-Quran, dan beristighfar.

Satu yang tidak boleh terlewat dalam beribadah di malam lailatul qadr adalah berdoa. Terdapat doa khusus yang disunahkan untuk senantiasa dibaca. Lafadz doa malam lailatul qadr bisa disimak berikut ini.

doa lailatul qadr

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII.
Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, maka maafkanlah aku.

Doa tersebut sudah sangat masyhur. Sudah banyak orang yang pernah mendengarnya. Hanya saja mungkin ada sebagian sobat semua yang belum mengetahui bahwasannya doa tersebut adalah doa yang dipanjatkan di malam lailatul qadr. Mengenai asal atau sumber dari doa di atas dari Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Begitu banyak keutamaan ketika kita membaca doa tersebut. Mengenai masalah menghafalkannya tidaklah begitu susah sebab begitu pendek doanya.

Memang Allah subhanahu wa ta’ala itu Maha Pemberi Maaf. Allah pun menyukai hamba-Nya yang meminta maaf. Maka sudah selayaknya untuk kita banyak memohon maaf atas segala dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Apalagi ketika di bulan suci Ramadhan dan kita sedang mencari malam lailatul qadr di sepuluh hari terakhir. Sudah seharusnya membaca doa tersebut dan tidak hanya sekali diucapkan. Akan tetapi sebaiknya diucapkan berkali-kali. Lebih banyak maka itu lebih bagus. Mendapatkan ampunan dan kemaafan atas segala dosa merupakan karunia yang luar biasa. Semoga kita termasuk orang beruntung dengan ditandai memperoleh ampunan dari segala dosa dan kemaafaan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin.

Hukum Tajwid Surat Al-Fatihah Lengkap Dengan Penjelasanya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji sekalian, bagaimana kabar hari ini? Alhamdulillah semua sehat dan tidak kurang dari sesuatu apa pun. Jika ada sobat yang sedang sakit, kami mendoakan semoga segera mendapat kesembuhan. Di siang hari ini, kami akan membahas mengenai hukum tajwid. Kali ini mengenai hukum tajwid dari Surat Al-Fatihah. Sebuah surat di dalam Al-Quran yang sering sekali dibaca oleh tiap kaum muslimin.

Analisis tajwid Surat Al-Fatihah

Setiap kali menjalankan shalat lima waktu pasti dalam setiap rakaatnya membaca Al-Fatihah. Surat yang terdiri dari 7 ayat ini adalah surat ke-1 di dalam Al-Quran. Maka begitu penting kami untuk menganalisis tajwidnya. Untuk lebih jelasnya, kami mengajak sobat semua untuk menyimaknya berikut ini.

Hukum Tajwid Surat Al-Fatihah Lengkap Dengan Penjelasanya

Penjelasan atau keterangan lengkapnya adalah:

  1. Hukumnya tarqiq sebabnya lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah mim berharakat kasrah. Cara membacanya tipis.
  2. Hukumnya alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah ra. Dibaca idgham (masuk ke huruf ra).
  3. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang selama 2 harakat.
  4. Hukumnya mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.
  5. Hukumnya alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf ha’. Dibaca dengan jelas.
  6. Hukumnya idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf dal. Cara membacanya dengan jelas.
  7. Hukumnya tarqiq karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah lam berharakat kasrah. Cara membacanya tipis.
  8. Hukumnya alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf ‘ain. Dibaca secara jelas.
  9. Hukumnya mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.
  10. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu waqaf, hamzah, sukun, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  11. Hukumnya alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah ra. Dibaca idgham (masuk ke huruf ra ).
  12. Hukumnya mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.
  13. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  14. Hukumnya mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf ya’ berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  15. Hukumnya alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah dal. Dibaca idgham (masuk ke huruf dal ).
  16. Hukumnya mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.
  17. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf ya’ berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  18. Hukumnya mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.
  19. Hukumnya alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (masuk ke huruf shad ).
  20. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf ra berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  21. Hukumnya alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf mim. Dibaca secara jelas.
  22. Hukumnya mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.
  23. Hukumnya alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).
  24. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  25. Hukumnya idzhar dikarenakan huruf nun sukun bertemu huruf ‘ain. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  26. Hukumnya idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ta. Cara membacanya secara jelas.
  27. Hukumnya mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  28. Hukumnya idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ghain. Cara membacanya dengan jelas.
  29. Hukumnya mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf ghain berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  30. Hukumnya alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf mim. Dibaca secara jelas.
  31. Hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf dhad berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu sukun, waqaf, hamzah, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 selama harakat.
  32. Hukumnya mad lazim kilmi mutsaqqal karena huruf mad bertemu dengan huruf bertasydid dalam satu kata. Cara membacanya panjang 6 harakat.
  33. Hukumnya mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

Demikian penjelasan untuk hukum tajwid yang terdapat di dalam Al-Quran Surat Al-Fatihah lengkap dari ayat 1 sampai 7. Kiranya analisis tajwid di atas bermanfaat bagi sobat ngaji semuanya. Sebab memang Surat Al-Fatihah ini begitu sering dibaca. Baik di dalam shalat maupun di luar shalat. Semoga memberi manfaat untuk sobat semuanya.

sumber: https://poskajian.blogspot.com/2019/01/hukum-tajwid-surat-alfatihah-lengkap-penjelasan.html